Minggu, 23 Agu 2026 10:18 WIB

Keluh Kesah Pedagang di Pasar Tradisional Surabaya Akibat Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 08:42 WIB
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Keputran Surabaya
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Keputran Surabaya

selalu.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak langsung dengan kebutuhan masyarakat. Harga bahan pokok ikut mengalami kenaikan.

Akibat kenaikan bahan pokok tersebut, sejumlah pedagang pasar di Surabaya mengeluh karena pembeli mulai menurun.

Baca Juga: Meniti Kasih di Ruang Tak Terbatas: Ketika Seni, Kuliner dan Cinta Menyatu di Grand Wedding Fair 2026

Siti Romlah (29), salah satu pedagang sayur di Pasar Keputran Surabaya, mengaku ikut merasakan dampak dari kenaikan BBM.

"Menurun banget, ini tiga peti (keranjang sayur) biasanya habis, sekarang satu peti gak habis," jelasnya, saat ditemui selalu.id di Pasar Keputran Surabaya, Senin (5/9/2022) malam.

Siti pun mengungkapkan, harga sayur-mayur kulakannya semua mengalami kenaikan.

Misal, bawang merah naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu, harga Sawi Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu, dan cabe Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu.

"Kena dampak bensin naik. Bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat, tapi sepi pembeli," keluhnya.

Siti berharap, Pemerintah hadir untuk menurunkan harga bahan pokok. Sebab, semua lapisan masyarakat terdampak dari kenaikan ini

Baca Juga: Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

"Bahan pokok diturunin lah, percuma dapat jatah kaya gini, orang lainnya gak dapat kasian"tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan Martini (45), dirinya mengaku sejak harga BBM naik, harga dagangan sayur-mayurnya iku mengalami kenaikan.

"Dagangan semuanya naik. Naiknya sedikit-sedikit ada yang Rp 500- 1000. Sejak Sabtu pembeli juga menurun,"ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Perintahkan Tutup Panti Asuhan Tak Berizin di Surabaya Buntut Kasus Kekerasan Seksual

Tak hanya pedagang sayur-mayur, salah satu pedagang ayam Yoyok (40) mengaku, pembelinya ikut sepi sejak BBM naik, harga ayamnya pun juga naik

"Biasanya ramai, sekarang sepi sejak BBM naik. Ayam naik sekarang, di pengepul Rp 30 ribu kalau di pasar Rp 35 ribu,"ujarnya.

Yoyok pun pasrah mengikuti kebijakan pemerintah yang telah menaikan harga BBM yang berimbas ke harga bahan pokok.

"Percuma dilawan, hanya bisa ikut pemerintah Saya orang bawah ngikut aja,"terangya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Adu Taktik Kemerdekaan, Saat Jurnalis Surabaya Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Turnamen Domino

Tak hanya laga domino, kemeriahan ajang ini turut dirangkai dengan Lomba Foto On The Spot yang terbuka bagi masyarakat umum.

Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Armuji mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDIP Surabaya.

Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Rafi mengaku keinginannya memimpin KONI Sidoarjo telah muncul sejak lama.

Semarak HUT RI ke-81, 120 Regu Ramaikan Gerak Jalan Merah Putih di Kota Mojokerto

Mengusung tema kemerdekaan dan Majapahit, para peserta menampilkan kreatifitasnya dengan mengenakan beragam kostum.

Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Bantuan buku mulai dari ilmu pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, kumpulan cerita anak, hingga buku‑buku edukatif lainnya.

Ternyata, Masih Banyak Pelajar di Sidoarjo yang Bolos Sekolah 

Bupati Subandi meminta pihak sekolah lebih aktif mengawasi kehadiran siswa selama jam pelajaran berlangsung, begitupun orang tua harus intens komunikasi.