Senin, 02 Feb 2026 09:50 WIB

Keluh Kesah Pedagang di Pasar Tradisional Surabaya Akibat Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 08:42 WIB
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Keputran Surabaya
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Keputran Surabaya

selalu.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak langsung dengan kebutuhan masyarakat. Harga bahan pokok ikut mengalami kenaikan.

Akibat kenaikan bahan pokok tersebut, sejumlah pedagang pasar di Surabaya mengeluh karena pembeli mulai menurun.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Siti Romlah (29), salah satu pedagang sayur di Pasar Keputran Surabaya, mengaku ikut merasakan dampak dari kenaikan BBM.

"Menurun banget, ini tiga peti (keranjang sayur) biasanya habis, sekarang satu peti gak habis," jelasnya, saat ditemui selalu.id di Pasar Keputran Surabaya, Senin (5/9/2022) malam.

Siti pun mengungkapkan, harga sayur-mayur kulakannya semua mengalami kenaikan.

Misal, bawang merah naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu, harga Sawi Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu, dan cabe Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu.

"Kena dampak bensin naik. Bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat, tapi sepi pembeli," keluhnya.

Siti berharap, Pemerintah hadir untuk menurunkan harga bahan pokok. Sebab, semua lapisan masyarakat terdampak dari kenaikan ini

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Bahan pokok diturunin lah, percuma dapat jatah kaya gini, orang lainnya gak dapat kasian"tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan Martini (45), dirinya mengaku sejak harga BBM naik, harga dagangan sayur-mayurnya iku mengalami kenaikan.

"Dagangan semuanya naik. Naiknya sedikit-sedikit ada yang Rp 500- 1000. Sejak Sabtu pembeli juga menurun,"ujarnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Tak hanya pedagang sayur-mayur, salah satu pedagang ayam Yoyok (40) mengaku, pembelinya ikut sepi sejak BBM naik, harga ayamnya pun juga naik

"Biasanya ramai, sekarang sepi sejak BBM naik. Ayam naik sekarang, di pengepul Rp 30 ribu kalau di pasar Rp 35 ribu,"ujarnya.

Yoyok pun pasrah mengikuti kebijakan pemerintah yang telah menaikan harga BBM yang berimbas ke harga bahan pokok.

"Percuma dilawan, hanya bisa ikut pemerintah Saya orang bawah ngikut aja,"terangya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.