Rabu, 08 Jul 2026 01:56 WIB

Keluh Kesah Pedagang di Pasar Tradisional Surabaya Akibat Kenaikan Harga BBM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Sep 2022 08:42 WIB
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Keputran Surabaya
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Keputran Surabaya

selalu.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak langsung dengan kebutuhan masyarakat. Harga bahan pokok ikut mengalami kenaikan.

Akibat kenaikan bahan pokok tersebut, sejumlah pedagang pasar di Surabaya mengeluh karena pembeli mulai menurun.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Bongkar Dugaan Pungutan RT-RW di Sememi

Siti Romlah (29), salah satu pedagang sayur di Pasar Keputran Surabaya, mengaku ikut merasakan dampak dari kenaikan BBM.

"Menurun banget, ini tiga peti (keranjang sayur) biasanya habis, sekarang satu peti gak habis," jelasnya, saat ditemui selalu.id di Pasar Keputran Surabaya, Senin (5/9/2022) malam.

Siti pun mengungkapkan, harga sayur-mayur kulakannya semua mengalami kenaikan.

Misal, bawang merah naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu, harga Sawi Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu, dan cabe Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu.

"Kena dampak bensin naik. Bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat, tapi sepi pembeli," keluhnya.

Siti berharap, Pemerintah hadir untuk menurunkan harga bahan pokok. Sebab, semua lapisan masyarakat terdampak dari kenaikan ini

Baca Juga: Wali Kota Eri Pastikan Kawal Perawatan Korban Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya

"Bahan pokok diturunin lah, percuma dapat jatah kaya gini, orang lainnya gak dapat kasian"tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan Martini (45), dirinya mengaku sejak harga BBM naik, harga dagangan sayur-mayurnya iku mengalami kenaikan.

"Dagangan semuanya naik. Naiknya sedikit-sedikit ada yang Rp 500- 1000. Sejak Sabtu pembeli juga menurun,"ujarnya.

Baca Juga: Truk Trailer Tabrak Rumah dan Pelajar di Surabaya Hingga Patah Tulang

Tak hanya pedagang sayur-mayur, salah satu pedagang ayam Yoyok (40) mengaku, pembelinya ikut sepi sejak BBM naik, harga ayamnya pun juga naik

"Biasanya ramai, sekarang sepi sejak BBM naik. Ayam naik sekarang, di pengepul Rp 30 ribu kalau di pasar Rp 35 ribu,"ujarnya.

Yoyok pun pasrah mengikuti kebijakan pemerintah yang telah menaikan harga BBM yang berimbas ke harga bahan pokok.

"Percuma dilawan, hanya bisa ikut pemerintah Saya orang bawah ngikut aja,"terangya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

Proses memasak dan mengaduk adonan di atas wajan dengan api kecil berlangsung terus-menerus selama kurang lebih empat jam.

Truk Rem Blong Kembali Makan Korban, Kali ini Seorang Pemotor di Dlanggu Mojokerto

Bagian bamper depan kiri truk menyenggol bagian belakang motor. Korban kemudian terjatuh dan kepala korban terlindas ban belakang truk itu.

Kasus Dugaan Pencabulan Kastari Diadukan ke DPRD Sidoarjo

Menurut sang ibu, putrinya yang berusia 18 tahun itu mengalami depresi dan tekanan psikologis sejak kasus tersebut terungkap.

SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Berdasarkan laporan keuangan, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp10,63 triliun, sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp10,55 triliun.

KPK Beri Kota Mojokerto Angka Sempurna dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Kota Mojokerto bersama Kabupaten Bojonegoro jadi dua pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh nilai sempurna (100 persen) di Triwulan II 2026.

440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

“Kalau hanya Kota Surabaya yang bekerja tentu tidak cukup. Pemerintah pusat juga harus menjalankan kewenangannya,” kata Hidayat.