Sabtu, 24 Okt 2026 01:47 WIB

Bupati Sumenep Bicara Pentingnya Menjaga Tradisi dan Budaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Agu 2022 19:16 WIB
Prosesi penerimaan pusaka keris Keraton Sumenep
Prosesi penerimaan pusaka keris Keraton Sumenep

selalu.id - Bupati Sumenep Achmad Fauzi berbicara tentang pentingnya merawat kebudayaan dan Tradisi. Hal itu dia sampaikan saat menerima keris pusaka keraton Sumenep setelah dilakukan penjamasan.

Prosesi penerimaan pusaka keris keraton Sumenep berlangsung di Pendoopo Agung Kabupaten Sumenep, Senin (8/09/2022).

Baca Juga: Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Dalam prosesi penerimaan Pusaka Keris Keraton Sumenep. Achmad Fauzi mengungkapkan bahwa penjamasan benda pusaka keraton merupakan prosesi agung dalam merawat peninggalan leluhur.

"Penjamasan pusaka keraton memang menjadi agenda rutin setiap tahun. Karena ini bagian dari menjaga warisan pendahulu kita," ucapnya.

Dengan adanya prosesi penjamasan tidak hanya bertujuan untuk merawat peninggalan leluhur. Tetapi, untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda bahwa Kabupaten Sumenep sangat kaya akan sejarah.

Baca Juga: Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Sumenep: Korban Selamat jadi 231, Lima Tewas

"Mari kita jaga dan lestarikan leluhur ini. Pusaka atau keris tidak hanya menggambarkan kejayaan masa lalu, tetapi juga sudah menjadi bagian dari simbol kabupaten Sumenep untuk dikenal oleh dunia. Lebih-lebih mampu menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkap Achmad Fauzi.

Perlu diketahui, proses penyerahan pusaka keraton Sumenep dilakukan setelah dua hari sebelumnya dilaksanakan penjamasan oleh pelestari budaya leluhur desa Aeng Tongtong “Pelar Agung”.

Penyerahan pusaka keris keraton Sumenep dilakukan dengan melakukan pawai sebelum memasuki pendopo agung. Pada barisan depan diisi oleh para pembawa pusaka dan diikuti oleh para pengiringnya yang membawa tombak.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Tidak hanya itu, dalam barisan pawai penyerahan pusaka keraton juga terdapat beberapa hasil bumi masyarakat Sumenep. Seperti buah pisang, buah kelapa, singkong dan lainya.

Tidak ketinggalan juga, pawai penyerahan pusaka keraton Sumenep juga diiringi oleh musik khas kabupaten Sumenep yaitu saronin. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.