Senin, 02 Feb 2026 03:58 WIB

Digembleng di Sentra Kemensos, Atlet Panahan ini Moncer di ASEAN Para Games 2022

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Agu 2022 23:00 WIB
Sri Hartatik, salah satu atlet ASEAN Para Games dari cabang panahan
Sri Hartatik, salah satu atlet ASEAN Para Games dari cabang panahan

selalu.id - Gemerlap lampu warna warni menghiasi panggung penutupan ASEAN Para Games XI 2022 di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (5/8). Meriah namun khidmat, perhelatan ASEAN Para Games resmi ditutup oleh Presiden RI, Joko Widodo yang dihadiri pula oleh Menteri Sosial, Tri Rismaharini dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Sorak sorai sekitar 10.000 penonton menggelora di Stadion Manahan semakin menguatkan semangat dan rasa bangga kontingen Indonesia yang berhasil meraih juara umum di ASEAN Para Games ke-11 ini.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Dibalik keberhasilan tersebut, ada kisah menarik, perjuangan Sri Hartatik, mantan penerima manfaat dari Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Kementerian Sosial.

Dengan segala keterbatasan yang ia miliki, Sri Hartatik berhasil membuktikan, bahwa keterbatasan bukan suatu hambatan.

"Selama tekun dan gigih berlatih, akhirnya saya bisa ikut dalam perhelatan level Internasional ini dalam bidang panahan. Di kesempatan yang berikut, saya akan berusaha lebih baik lagi untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia. Mohon doanya semua, " ujarnya.

Perempuan 40 tahun itu merupakan alumni penerima manfaat Sentra Terpadu Soeharso Surakarta, Kementerian Sosial tahun 2000 yang mengikuti perhelatan para penyandang disabilitas berbakat ini. Bukan hal mudah menembus jajaran atlet profesional tingkat internasional.

Tatik harus berjibaku di Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) 2021. Di ajang serupa Pekan Olahraga Nasional (PON) ini, Tatik menyabet emas di cabang olahraga panahan yang sejak 2019 ia tekuni. Medali emas ini jadi tiket masuk sebagai atlet ASEAN Para Games.

"Ya pasti karena doa, latihan keras, dan rasa percaya diri," kata Tatik, berbagi kiat suksesnya. Kepercayaan dirinya muncul sejak ia diberi kesemoatan mengembangkan diri saat masuk di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta dibawah naungan Kementerian Sosial.

Sejak usia 3 tahun ia menjadi penyandang disabilitas karena polio pada kaki sebelah kanan. Ia sempat malu dan tidak percaya diri, bahkan merasa tidak punya masa depan.

"Setelah masuk Sentra, seperti kata R.A. Kartini, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, saya mulai percaya diri," katanya.

Selama menjalani rehabilitasi di Sentra, ia mendapat berbagai layanan, baik rehabilitasi sosial, medis maupun pelatihan vokasional, sehingga ia memiliki keterampilan untuk dapat mengembangkan diri . "Disitu saya diajarkan untuk mandiri. disitu juga saya menemukan bakat dan minat saya, " katanya.

"Setelah berbagai rehab saya jalani, di Sentra tumbuh rasa percaya diri saya. Seolah-olah dunia terbuka. Belajar berbagai keterampilan, ternyata saya bisa," katanya dengan suara bergetar.

Baca Juga: Pinjam Alat, Begini Perjuangan Atlet Asal Mojokerto Sabet Perunggu di Sea Games Thailand

Dari tangannya yang berbakat, ibu dua anak ini tidak hanya piawai membidik sasaran dengan panah. Ia juga terampil mengolah masakan. Sebelum berlatih merentang busur panah, ia membuka pesanan nasi kotak dan makanan kecil untuk berbagai kegiatan.

Namun sayang saat pandemi, usahanya sepi orderan. Tak hilang akal, ia menekuni olahraga Panahan yang pernah ia pelajari di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Pelatih melihat ada bakat pada dirinya.

Akhirnya ia ditawari untuk menjadi atlet panahan. "Saya optimistis kok Bu, niat saya memanah pertama adalah karena ini olahraga sunnah namun juga ada prestasinya. Jadi semboyan saya Gapai Sunnah dan Raih Prestasi," katanya, yakin.

Banyak kesan yang ia rasakan selama di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Tatik mengaku Sentra ini merupakan surganya teman-teman disabilitas.

"Dari sini rasa percaya diri mereka tumbuh dan optimistis menggapai hidup," katanya.

Indonesia menjadi juara umum di ASEAN Para Games 2022 dengan total 425 medali yang terdiri dari 175 medali emas, 144 medali perak dan 106 medali perunggu diraih oleh atlet Indonesia.

Baca Juga: Dorong Pembaruan Perda Disabilitas, Golkar Jatim Gelar FGD

Tak hanya itu, Indonesia juga bangga kembali dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN Para Games ke-11.

"Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah ASEAN Para Games ke-11. Terima kasih atas partisipasi 1.248 atlet dari negara-negara ASEAN," kata Presiden RI, Joko Widodo pada Closing Ceremony ASEAN Para Games ke-11.

Presiden menekankan, prestasi membuktikan bahwa keterbatasan dan kesulitan bukanlah halangan. Pesan solidaritas juga tergambar di ASEAN Para Games ini.

"Solidaritas antar bangsa-bangsa ASEAN yang ditunjukkan oleh para atlet akan menjadi kekuatan besar bagi ASEAN dan bagi para penyandang disabilitas. Kita mendukung setiap inisiatif dari penyandang disabilitas," katanya.

Pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara ini diikuti oleh 11 negara, yaitu Indonesia (tuan rumah), Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. Negara-negara ini tergabung dalam Federasi Olahraga Para Asean (APSF).

Acara ini sukses digelar dengan waktu persiapan 5 bulan. Indonesia sebelumnya sudah berpengalaman pada event yang sama. Indonesia sukses menjadi tuan rumah di ASEAN Para Games 2011 dan Sea Games 2011. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.