Minggu, 25 Okt 2026 04:17 WIB

Inovatif, PJB Ubah Hasil Pembakaran Batubara Jadi Rumah Murah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 22 Jul 2022 14:36 WIB
Rumah contoh dari FABA
Rumah contoh dari FABA

selalu.id - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) melalui salah satu unit pembangkitannya, PLTU Paiton dapat mengubah hasil pembakaran batu bara yang berupa Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi rumah layak huni yang diberikan kepada Ahmad Sahroni dan Nurul Hidayah sebagai penerima manfaat.

PLTU Paiton menghasilkan FABA sebesar 130.000 ton per tahun atau 470 ton per hari. Hingga kini, angka pengelolaannya sudah mencapai 85%. Pengelolaan FABA menjadi tantangan signifikan agar bermanfaat bagi masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Aliansi SAE Patenang Minta Usut Dugaan Pelanggaran Proyek Tol Probowangi di Paiton

Sebuah rumah sederhana dengan tampilan desain modern yang berdiri kokoh di tengah deretan permukiman warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjadi bukti pengelolaan FABA PT PJB. Bangunan yang berdimensi 6 meter x 9 meter ini tampil beda karena seluruh dindingnya dibangun dari susunan bata interlock dengan model mirip bata merah yang bahan bakunya berasal dari FABA.

Dewan Komisaris PT PLN (Persero), Alex Iskandar Munaf dan Eko Sulistyo yang mengunjungi langsung rumah FABA tersebut pada Rabu (20/7) menyampaikan harapan besar akan pemanfaatan FABA oleh PT PJB. Apresiasi juga diberikan kepada PT PJB, atas upayanya dalam mengubah dan memanfaatkan FABA menjadi pavingblock, bata interlock.

Rumah percontohan yang dibangun menggunakan material FABA telah berdiri di lahan seluas 120 meter persegi, dengan menggunakan material FABA sehingga lebih menghemat biaya hingga 30 persen. Salah satunya karena tidak membutuhkan banyak semen. Untuk membangun rumah seluas 54 meter persegi tersebut diperlukan lebih kurang 7.200 bata.

Program ini adalah salah satu program unggulan dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Selain pemanfaatan untuk rumah layak huni, PLTU Paiton juga telah membantu pengecoran jalan dengan kelas K250 di Desa Sumbermujur sepanjang 150 meter.

Pekerjaan perbaikan itu menyerap FABA sebanyak 100 ton. Adapun komposisi material yang digunakan adalah debu halus 21 persen, debu kasar 40 persen, semen 10 persen, pasir 14 persen, dan kerikil 13 persen.

Baca Juga: Khofifah Prioritaskan Program Ketahanan Pangan dan Rumah Murah

Direktur Operasi 1 PT PJB, Yossy Noval mengungkapkan rencana kerja PT PJB dalam pemanfaatan FABA.

"Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi PJB agar pada tahun 2030 mendatang, secara substansial dapat mengurangi produksi hasil pembakaraan PLTU melalui tindakan pencegahan, pengurangan, daur ulang dan penggunaan kembali, dimana salah satunya melalui pemanfaatan FABA," terangnya.

Jauh sebelum ditetapkan sebagai limbah non B3, PT PJB telah melakukan penanganan dan pemanfaatan FABA pada seluruh PLTU yang dikelolanya.

Teknologi Bag Cloth Filter maupun Electrostatic Precipitator (ESP) berefisiensi tinggi digunakan untuk menangkap fly ash yang ikut terbawa pada udara emisi sehingga udara di lingkungan sekitar PLTU tidak melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan.

"Sisa pembakaran batubara atau FABA telah dimanfaatkan dengan cukup optimal menjadi produk-produk yang ramah lingkungan seperti bahan bangunan, substitusi semen, material pengecoran jalan maupun sebagai material restorasi tambang," jelasnya.

Baca Juga: Ini Upaya PGN Kembangkan Pasar LNG Retail di Kalimantan dan Indonesia Timur

"Selain itu upaya PLTU Paiton dalam memanfaatkan FABA sebagai program CSR sangat berguna untuk menumbuhkan dan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat serta mendorong kerjasama pemanfaatan FABA dengan berbagai instansi maupun BUMN Karya," pungkas Eko Sulistyo.

Ditambahkan Alex, kinerja PT PJB dalam mengelola FABA patut untuk diapresiasi. Tidak saja rumah FABA di Paiton yang sudah berdiri, namun juga di beberapa daerah lain, pengelolaan FABA sudah berjalan secara mandiri.

"Seperti di Tenayan, PT PJB telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota untuk membangun perpustakaan digital pertama yang bahan baku bangunannya berasal dari FABA. Saya rasa program serupa dapat diduplikasi di PLTU lain di Indonesia," jelas Alex. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.