Kamis, 04 Jun 2026 15:38 WIB

Waspada PMK, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Terapkan Aturan Khusus ke Pembeli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 17:57 WIB
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya

selalu.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan ternak, membuat sejumlah pedagang yang membuka lapak hewan kurban di Surabaya, waspada kepada pembeli.

Pedagang mengaku takut kepada pembeli yang masuk ke kandang ternak membawa virus. Sebab, pembeli kadang mampir ke lapak-lapak hewan kurban lain. Sehingga, bisa menyebabkan penularan pada ternak lain.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Seperti lapak hewan kurban milik Sutikno (40) asal Banyuwangi, di kawasan Jalan Nginden Intan. Ia mengaku waspada kepada pembeli bahwa penularan virus bisa saja menempel di baju.

Mengantisipasi hal ini, pedagang lebih waspada memasukkan pembeli ke kandang untuk melihat-lihat hewan yang dijual. Bahkan, anak-anak dilarang masuk ke kandang.

"Makanya ini ada pembeli saya selalu tanya, apakah dari lapak lain sebelum kesini. Kalau ada, saya suruh tunggu depan pagar, budget berapa baru kita pilih. Ini metodenya gitu,"kata Sutikno saat ditemui selalu.id, Sabtu (2/7/2022).

Sutikno pun mengaku bahwa hewan kurban miliknya telah sesuai perijinan dan persyaratan melalui RT, RW, dan Kecamatan serta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kesehatan aman. sudah ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). kemarin juga ada yang datang tim dari dinas untuk cek kesehatan,"ujarnya.

Bahkan, Sutikno juga mengaku, hewan kurban miliknya sebelum berangkat ke Surabaya dari Banyuwangi telah di vaksin.

"Saya punya tim hewan dari Unair. sebelum berangkat kesini sudah divaksin,"tuturnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Hal yang sama juga pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65), mengaku perizinan untuk membuka lapak hewan kurban di kawasannya, tidak begitu sulit.

"Izin ke camat. RT RW Kelurahan Kecamatan, sudah izin, Izin gak angel (susah). Ada tim kesehatan juga. Misal ada keluhan, hewan hanya tinggal ngomong ke dokter Kecamatan,"ujar Amin. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.