Kamis, 22 Okt 2026 07:41 WIB

Waspada PMK, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Terapkan Aturan Khusus ke Pembeli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 17:57 WIB
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya

selalu.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan ternak, membuat sejumlah pedagang yang membuka lapak hewan kurban di Surabaya, waspada kepada pembeli.

Pedagang mengaku takut kepada pembeli yang masuk ke kandang ternak membawa virus. Sebab, pembeli kadang mampir ke lapak-lapak hewan kurban lain. Sehingga, bisa menyebabkan penularan pada ternak lain.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Seperti lapak hewan kurban milik Sutikno (40) asal Banyuwangi, di kawasan Jalan Nginden Intan. Ia mengaku waspada kepada pembeli bahwa penularan virus bisa saja menempel di baju.

Mengantisipasi hal ini, pedagang lebih waspada memasukkan pembeli ke kandang untuk melihat-lihat hewan yang dijual. Bahkan, anak-anak dilarang masuk ke kandang.

"Makanya ini ada pembeli saya selalu tanya, apakah dari lapak lain sebelum kesini. Kalau ada, saya suruh tunggu depan pagar, budget berapa baru kita pilih. Ini metodenya gitu,"kata Sutikno saat ditemui selalu.id, Sabtu (2/7/2022).

Sutikno pun mengaku bahwa hewan kurban miliknya telah sesuai perijinan dan persyaratan melalui RT, RW, dan Kecamatan serta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Kesehatan aman. sudah ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). kemarin juga ada yang datang tim dari dinas untuk cek kesehatan,"ujarnya.

Bahkan, Sutikno juga mengaku, hewan kurban miliknya sebelum berangkat ke Surabaya dari Banyuwangi telah di vaksin.

"Saya punya tim hewan dari Unair. sebelum berangkat kesini sudah divaksin,"tuturnya.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Hal yang sama juga pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65), mengaku perizinan untuk membuka lapak hewan kurban di kawasannya, tidak begitu sulit.

"Izin ke camat. RT RW Kelurahan Kecamatan, sudah izin, Izin gak angel (susah). Ada tim kesehatan juga. Misal ada keluhan, hewan hanya tinggal ngomong ke dokter Kecamatan,"ujar Amin. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).