Minggu, 01 Feb 2026 16:55 WIB

Waspada PMK, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Terapkan Aturan Khusus ke Pembeli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 17:57 WIB
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya

selalu.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan ternak, membuat sejumlah pedagang yang membuka lapak hewan kurban di Surabaya, waspada kepada pembeli.

Pedagang mengaku takut kepada pembeli yang masuk ke kandang ternak membawa virus. Sebab, pembeli kadang mampir ke lapak-lapak hewan kurban lain. Sehingga, bisa menyebabkan penularan pada ternak lain.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Seperti lapak hewan kurban milik Sutikno (40) asal Banyuwangi, di kawasan Jalan Nginden Intan. Ia mengaku waspada kepada pembeli bahwa penularan virus bisa saja menempel di baju.

Mengantisipasi hal ini, pedagang lebih waspada memasukkan pembeli ke kandang untuk melihat-lihat hewan yang dijual. Bahkan, anak-anak dilarang masuk ke kandang.

"Makanya ini ada pembeli saya selalu tanya, apakah dari lapak lain sebelum kesini. Kalau ada, saya suruh tunggu depan pagar, budget berapa baru kita pilih. Ini metodenya gitu,"kata Sutikno saat ditemui selalu.id, Sabtu (2/7/2022).

Sutikno pun mengaku bahwa hewan kurban miliknya telah sesuai perijinan dan persyaratan melalui RT, RW, dan Kecamatan serta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Kesehatan aman. sudah ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). kemarin juga ada yang datang tim dari dinas untuk cek kesehatan,"ujarnya.

Bahkan, Sutikno juga mengaku, hewan kurban miliknya sebelum berangkat ke Surabaya dari Banyuwangi telah di vaksin.

"Saya punya tim hewan dari Unair. sebelum berangkat kesini sudah divaksin,"tuturnya.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Hal yang sama juga pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65), mengaku perizinan untuk membuka lapak hewan kurban di kawasannya, tidak begitu sulit.

"Izin ke camat. RT RW Kelurahan Kecamatan, sudah izin, Izin gak angel (susah). Ada tim kesehatan juga. Misal ada keluhan, hewan hanya tinggal ngomong ke dokter Kecamatan,"ujar Amin. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.