Jumat, 05 Jun 2026 06:41 WIB

Waspada PMK, Pedagang Hewan Kurban di Surabaya Terapkan Aturan Khusus ke Pembeli

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 17:57 WIB
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya
Salah satu lapak jualan hewan kurban di Surabaya

selalu.id - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan ternak, membuat sejumlah pedagang yang membuka lapak hewan kurban di Surabaya, waspada kepada pembeli.

Pedagang mengaku takut kepada pembeli yang masuk ke kandang ternak membawa virus. Sebab, pembeli kadang mampir ke lapak-lapak hewan kurban lain. Sehingga, bisa menyebabkan penularan pada ternak lain.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Seperti lapak hewan kurban milik Sutikno (40) asal Banyuwangi, di kawasan Jalan Nginden Intan. Ia mengaku waspada kepada pembeli bahwa penularan virus bisa saja menempel di baju.

Mengantisipasi hal ini, pedagang lebih waspada memasukkan pembeli ke kandang untuk melihat-lihat hewan yang dijual. Bahkan, anak-anak dilarang masuk ke kandang.

"Makanya ini ada pembeli saya selalu tanya, apakah dari lapak lain sebelum kesini. Kalau ada, saya suruh tunggu depan pagar, budget berapa baru kita pilih. Ini metodenya gitu,"kata Sutikno saat ditemui selalu.id, Sabtu (2/7/2022).

Sutikno pun mengaku bahwa hewan kurban miliknya telah sesuai perijinan dan persyaratan melalui RT, RW, dan Kecamatan serta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Kesehatan aman. sudah ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). kemarin juga ada yang datang tim dari dinas untuk cek kesehatan,"ujarnya.

Bahkan, Sutikno juga mengaku, hewan kurban miliknya sebelum berangkat ke Surabaya dari Banyuwangi telah di vaksin.

"Saya punya tim hewan dari Unair. sebelum berangkat kesini sudah divaksin,"tuturnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Hal yang sama juga pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65), mengaku perizinan untuk membuka lapak hewan kurban di kawasannya, tidak begitu sulit.

"Izin ke camat. RT RW Kelurahan Kecamatan, sudah izin, Izin gak angel (susah). Ada tim kesehatan juga. Misal ada keluhan, hewan hanya tinggal ngomong ke dokter Kecamatan,"ujar Amin. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.