Sabtu, 05 Sep 2026 15:51 WIB

Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan Siswa SMA dari Keluarga MBR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Jun 2022 10:40 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat bersama siswa SMA penerima bantuan
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat bersama siswa SMA penerima bantuan

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membantu biaya pendidikan pelajar SMA sederajat dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sebelumnya banyak di antara pelajar SMA yang menyampaikan ke pemkot bahwa mereka tidak bisa mengambil ijazah asli.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Namun sebenarnya, Eri mengatakan, mereka sudah mendapatkan copy ijazah legalisir untuk dibuat pendaftaran kerja maupun kuliah.

"Saya menyampaikan ke Bu Gubernur apakah saya (pemkot) bisa membantu memberikan beasiswa. Alhamdulillah, Bu Gubernur waktu itu mengatakan bisa, karena ini adalah kolaborasi yang sinergi antara pemkot dan pemprov untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," kata
Eri, Minggu (26/6/2022).

Kata dia, Pemkot Surabaya dibantu oleh Pemprov Jatim untuk mendapatkan data pelajar SMA sederajat dari keluarga MBR. Data tersebut digunakan pemkot sebagai rujukan intervensi program beasiswa.

"Disitulah kami mendapatkan data, dibantu Kadispendik (Kepala Dinas Pendidikan) Provinsi dan Kadispendik Kota memberikan data dan kita memberikan beasiswa," ujarnya.

Menurutnya, ketika ada SMA/SMK sederajat ingin meningkatkan kualitas pendidikan, maka otomatis biaya SPP sekolah per siswa akan bertambah.

Tentu saja hal ini , membuat besaran bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan daerah (Bopda) yang dicover pemprov tidak cukup memenuhi SPP mereka.

"Ketika ada peningkatan biaya SPP inilah, maka pemerintah kota hadir di sana. Dan itu sudah saya sampaikan ke Beliau (Gubernur Jatim) dan arahan beliau bisa kita (pemkot) bantukan di sana," katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Sementara yang dilakukan pemkot menebus ijazah 729 pelajar SMA/SMK sederajat beberapa waktu lalu, dikarenakan memang belum ada kolaborasi dengan Pemprov Jatim.

Karena ijazah yang ditebus sebelumnya, merupakan pelajar lulusan tahun 2019 - 2021.

"Insyaallah di tahun 2022 ini, tahun ajaran baru, maka kami (Pemkot Surabaya) bersinergi dengan provinsi," tegasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, dengan sinergi ini, diharapkan tidak akan ada lagi pelajar SMA/SMK sederajat di Surabaya yang sampai mengalami kendala membayar SPP hingga tahunan.

Sebab, Pemkot Surabaya akan hadir di sana untuk memenuhi kekurangan biaya SPP mereka tiap bulan melalui program beasiswa.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

"Dengan begini saya yakin, maka tidak ada lagi anak-anak Surabaya yang tidak bisa sekolah, tidak bisa mengambil ijazah karena ada SPP yang belum terbayarkan. Karena sebenarnya (penambahan) SPP ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan," jelas dia.

Untuk mendukung program itu, Eri menambahkan, tahun 2022 Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, untuk memastikan berapa jumlah data pelajar SMA sederajat yang membutuhkan bantuan penambahan biaya SPP sekolah.

Nantinya melalui program beasiswa itu, pemkot akan mengcover kekurangan biaya SPP yang dibayarkan Bopda dan BOS pemprov.

"Maka Insyaallah kami (pemkot) yang akan memberikan biaya itu. Yang penting arek-arek Suroboyo sekolah terus, nyaman gak usah mikir seng liane (tidak usah berpikir yang lain). Yang penting lulus, pintar, jadi anak soleh-solehah, akhlaqul karimah, dan orang yang hebat," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.