Minggu, 18 Okt 2026 22:21 WIB

Zakat Pejabat Pemkot Surabaya Tebus Ijazah 729 Siswa yang Ditahan Sekolah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Jun 2022 14:03 WIB
Pemberian ijazah siswa di Surabaya
Pemberian ijazah siswa di Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya menyelesaikan administrasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk 729 pelajar SMA di Kota Surabaya.

Dari jumlah 729 pelajar SMA itu sama dengan angka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 729.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan, administrasi tunggakan 729 pelajar SMA ini bernilai total Rp1,7 miliar. Sebelumnya, Ijazah para pelajar ini ditahan pihak sekolah lantaran belum bisa bayar SPP tahun 2020-2021.

"Alhamdulillah hari ini anak-anakku semua bisa menerima ijazah yang memang menjadi haknya kalian semua," kata Eri di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Selasa (14/6/2022).

Menurutnya, dengan memberikan ijazah ratusan siswa SMA ini diharapkan mereka bisa meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun untuk bekerja.

"Hari ini tebus ijazah 729 siswa. Sebenarnya lebih dari ini, kami masih dalam proses klarifikasi jumlah ijazah yang dilakukan oleh baznas,"jelasnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan bahwa biaya untuk tebus ijazah tersebut berasal dari Zakat ASN Pemkot Surabaya melalui Baznas.

"Memang zakat adalah kewajiban, dan sekarang bisa dilihat bahwa zakat yang diberikan itu bisa membahagiakan sesama umat. Anak-anak kita yang tidak bisa mendapatkan ijazah, akhirnya hari ini bisa mendapatkan," tegasnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Eri pun memastikan bahwa upaya untuk membantu kesulitan pelajar SMA/SMK sederajat di Surabaya akan terus dilakukan. Sebab, ia menginginkan ke depan tidak ada lagi ijazah pelajar SMA sederajat yang ditahan oleh pihak sekolah.

"Kita terus lakukan dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Semoga tidak ada lagi anak-anak Surabaya yang tidak bisa menebus ijazahnya karena ada hutang," pungkasnya.

Salah satu alumni siswa Madrasah Aliyah di Surabaya, Dimas Hadi Syaputra (19), mengaku merasa legah ijazah yang ia idam-idamkan bisa ditebus Pemerintah Kota Surabaya.

Pasalnya, Ijazah Dimas, selama satu tahun lebih, ijazahnya ditahan oleh pihak Madrasah.N lantaran ia masih memiliki tunggakan biaya sekolah.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Sehingga Dimas tak mampu membayar tunggakan tersebut selama satu tahun lamanya.

"Biaya yang harus dibayarkan sekitar Rp 2 sampai Rp3 juta. Itu kayak biaya SPP dan lain-lain," ujar Dimas.

Setelah menerimah ijazah ini, setelah menerima ijazah, Dimas berencana melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

"Mau kuliah, di UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)," ungkapnya. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.