Selasa, 21 Jul 2026 11:51 WIB

PDIP Surabaya: Selamat Idul Fitri, Tak Bersalaman tapi Saling Memaafkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 23 Mei 2020 13:56 WIB

Surabaya (selalu.id) – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengajak masyarakat Kota Pahlawan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah dengan penuh syukur. Serta, menguatkan semangat gotong royong untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Partai politik berlambang banteng moncong putih tersebut juga mengajak warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di tengah situasi pandemi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

”Kami keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” ujar Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Sabtu (23/5/2020).

Adi yang juga ketua DPRD Kota Surabaya ini mengatakan, Hari Raya Idul Fitri tahun ini dirayakan dengan cara berbeda dibanding tahun lalu. Di tengah imbauan agar warga tetap di rumah, tidak menggelar halalbihalal yang mengumpulkan banyak orang, dan tidak pulang kampung atau berpergian ke luar kota.

”Kita bersilaturahmi dan saling memaafkan dengan tidak saling berjumpa fisik dan tidak bersalaman. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, kita saling bermaaf-maafan. Kita tidak bersalaman, tapi hati pasti saling memaafkan. Kita perkuat tali silaturahmi dengan cara yang lain,” kata Adi.

Adi menambahkan, Hari Raya Idul Fitri tahun ini juga diharapkan bisa memperkuat gotong royong nasional dalam balutan silaturahmi antar warga.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

”Silaturahmi untuk memperkuat kohesivitas sosial harus diwujudkan dalam kerja gotong royong agar Surabaya dan Indonesia bisa melewati masa pandemi ini dengan baik,” papar Adi.

”Kita bergotong royong dan ambil tanggung jawab sesuai bidang masing-masing. Termasuk warga bisa ambil tanggung jawab dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, mulai cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan orang, mengonsumsi gizi seimbang dan rajin olahraga,” imbuh Adi.

Adi kemudian menyinggung sejarah ”halalbihalal” yang diperkenalkan oleh Presiden Sukarno dan KH Wahab Chasbullah. Bung Karno meminta pendapat Kiai Wahab terkait situasi bangsa ketika itu, di awal kemerdekaan, yang penuh gejolak. Antar-elemen ketika itu terpecah. Sehingga oleh Bung Karno, momentum Lebaran digunakan untuk membangun persaudaraan nasional.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Maka muncullah istilah halalbihalal, saling memaafkan dan saling menghalalkan. Maka dalam konteks saat ini, Lebaran menjadi tradisi yang menyatukan. Kita saling memaafkan, lupakan semua perbedaan, dan kita perkuat kerja-kerja untuk menangani Covid-19 serta memulihkan kualitas kehidupan rakyat,” katanya.

“Sekali lagi, selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Mohon maaf lahir batin atas semua kesalahan, kekhilafan dan kelalaian,” pungkas Adi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.