Selasa, 03 Feb 2026 20:35 WIB

Pemkot Surabaya Masifkan Layanan Jebol Anduk, Apa Itu?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Mei 2022 10:54 WIB
Pelayanan Jebol Anduk
Pelayanan Jebol Anduk

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masifkan pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan (Jebol Anduk) untuk melayani penduduk Kota Surabaya yang akan melakukan perekaman E-KTP.

Oleh karena itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya memberikan layanan “Goes to School dan Goes to Kampung” ke berbagai wilayah di Surabaya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, Dispendukcapil melakukan pelayanan online melalui aplikasi Klampid yang bisa diakses dari rumah.

Agus menyampaikan, ternyata ada informasi bahwa masih ada sekian persen warga Surabaya yang belum terjangkau atau belum mendapatkan layanan tersebut.

Kata dia, mereka ada yang sudah sepuh, sakit dan juga ada yang tidak sakit. Ia menyebut, mereka memang tidak memiliki handphone yang tersambung internet.

"Nah, yang belum tersentuh itulah yang kita sasar, karena kita sadar bahwa semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama, baik yang paham atau tidak paham, baik yang tua ataupun muda. Akhirnya, kita jemput bola kepada mereka-mereka ini," kata Agus, Kamis (19/5/2022).

Menurut Agus, jemput bola yang dilakukan itu dibagi menjadi dua, yaitu goes to school dan goes to kampung.

Untuk goes to school ini, kata Agus, penting dilakukan, karena anak-anak yang sudah berusia 18 tahun masih enggan untuk melakukan perekaman e-KTP. Sehingga, mereka terkesan santai-santai saja meskipun belum punya KTP.

"Makanya, kita datangi mereka ke sekolah-sekolahnya, dan akhirnya mereka pun bersemangat untuk melakukan perekaman e-KTP ini," ujarnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Kemudian, lanjut Agus, Untuk layanan goes to kampung ini menyasar warga yang sepuh, sakit, dan warga-warga yang tidak bisa memanfaatkan layanan Klampid.

Dalam layanan ini, Dispendukcapil bekerjasama dengan pihak kelurahan untuk mengumpulkan warga-warganya yang belum tersentuh Klampid.

"Jadi, Pak Lurah mengumpulkan beberapa warganya di balai RW, ada yang hanya 10 orang, ada yang 15 itu dikumpulkan, lalu kita datangi kampung-kampung itu dengan armada Jebol Anduk itu," jelasnya.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, inovasi ini sudah ada sejak dulu, namun masih belum masif karena armada Jebol Anduk milik Dispendukcapil hanya ada satu.

Baca Juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Namun, setelah mendapatkan CSR dari Bank Jatim dengan bantuan 4 armada dan 4 alat perekaman, akhirnya kini Dispendukcapil bisa lebih masif melakukan program goes to school dan goes to kampung.

"Nah, kampung itu tentu tidak hanya perkampungan, tapi juga rusun-rusun, itu kampung juga," katanya.

Agus menegaskan bahwa melalui berbagai program jemput bola ini, ia berharap layanan Adminduk di Kota Surabaya ini dapat menyasar kepada semua warga Kota Surabaya.

"Itulah tujuan dan harapan kita bersama," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.