Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Rabu, 04 Nov 2026 20:30 WIB
selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) Award 2026.
Penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia atau Adinkes itu diserahkan langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya di Bandung pada Selasa (3/11/2026) malam.
Baca Juga: 21 WNA Korban TPPO di Mojokerto Diselamatkan, 4 Terduga Pelaku Ditangkap
ATM Award diberikan kepada daerah yang dinilai punya komitmen kuat dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian tiga penyakit AIDS, TBC, dan malaria.
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menyebut capaian ini tidak lepas dari kerja bareng lintas sektor. Menurutnya, deteksi dini, kemudahan akses layanan, dan dukungan anggaran jadi fondasi utama.
“Pemkot Mojokerto bersinergi dengan masyarakat untuk menemukan kasus secara aktif hingga tingkat RT/RW. Screening juga dilakukan secara berkala melalui puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, kami mengintegrasikan layanan agar masyarakat mudah mengakses pemeriksaan maupun pengobatan,” katanya, Rabu (4/11/2026).
Untuk HIV/AIDS, Pemkot melakukan skrining pada kelompok kunci dan berisiko. Layanan perawatan dan dukungan ODHA sudah tersedia di 6 puskesmas dan 6 rumah sakit rujukan. Pendampingan juga dilakukan kader Layanan Komprehensif Berkesinambungan, KPA, serta LSM Mahameru.
Di bidang TBC, Pemkot fokus pada penemuan kasus, pendampingan, dan pemantauan agar pengobatan tuntas. Hasilnya, capaian keberhasilan pengobatan TBC di Kota Mojokerto mencapai 91,78%.
Baca Juga: Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029
Sementara untuk malaria, Kota Mojokerto sudah menyandang sertifikat eliminasi sejak 2014. Meski begitu pengawasan tetap jalan.
Pemkot rutin melakukan survei migrasi untuk memeriksa warga yang pulang dari daerah endemis, serta cek jentik nyamuk Anopheles untuk memetakan kerentanan wilayah.
Ning Ita menekankan, program ini bisa berjalan karena ada dukungan anggaran dan keterlibatan masyarakat. Mulai dari kader kesehatan, ormas, LSM, hingga komunitas di tingkat lingkungan dilibatkan.
Baca Juga: 48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto
“Pencegahan dan pengobatan harus didukung ketersediaan anggaran yang memadai serta kolaborasi lintas sektor. Karena itu, kami melibatkan berbagai komunitas dan elemen masyarakat agar upaya pengendalian penyakit ini berjalan optimal,” jelasnya.
Ia juga mengajak warga tidak takut periksa jika ada gejala. Bagi yang sudah terdiagnosis diminta jalani pengobatan sampai selesai. Sedangkan yang sehat diminta menjaga pola hidup bersih sehat dan tidak memberi stigma.
“Jangan ragu untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan sampai tuntas. Mari bersama-sama menjaga pola hidup sehat dan memberikan dukungan kepada sesama. Dengan begitu, kita bisa mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tuturnya.
Editor : Zein Muhammad