Kamis, 05 Nov 2026 11:23 WIB

Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 05 Nov 2026 10:14 WIB
Korban TPPO yang dipekerjakan untuk scamming di Mojokerto. (Istimewa)
Korban TPPO yang dipekerjakan untuk scamming di Mojokerto. (Istimewa)

selalu.id – Polres Mojokerto membongkar praktik perekrutan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkedok lowongan kerja. Jaringannya memanfaatkan WNA untuk menjalankan aksi penipuan daring di kawasan wisata Tretes, Pasuruan dan Trawas, Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyebut korban awal bernama JR, warga Filipina. JR direkrut Juni 2026 lewat Facebook akun "KN". Pelaku menjanjikan kerja sebagai operator call center di Kamboja dengan gaji USD 1.000.

Baca Juga: Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

"Modusnya klasik. Korban dijanjikan gaji besar dan pekerjaan menjanjikan di Kamboja. Lalu ada 2 kali wawancara via Telegram. Setelah itu diberangkatkan dengan rute dan dokumen yang tidak sesuai," kata Raden Erik.

Pada 8 Juli 2026, JR diminta ke Hotel Hilton Manila. Di sana ia diberi tiket ke Singapura dan dokumen tertulis tujuan Fiji sebagai penata rambut. Malam itu JR bersama JD terbang dari NAIA Terminal 3 ke Bandara Changi.

Esok harinya, 9 Juli 2026, keduanya mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Ada pria tak dikenal yang menjemput, mengambil paspor, sempat membawa ke kantor imigrasi, lalu membawa mereka dengan mobil sedan putih ke Villa Bromo, Tretes, Prigen, Pasuruan.

Di sana, Juli - September 2026, JR dikontrol oleh seseorang bernama KG yang mengaku warga Malaysia. Dibantu 2 penerjemah inisial H dan R, JR dipaksa melakukan scamming. Sasarannya lansia keturunan Jepang di Amerika Serikat dengan modus mengaku sebagai agen FBI.

"Korban diberi iPhone 12 dan dipaksa kerja sekitar 2 bulan. Tidak sesuai janji awal. Paspor ditahan, gerak dikendalikan, dan dipaksa menipu. Ini jelas eksploitasi TPPO," tegas Kapolres.

Lantaran ada kabar akan digerebek, 28 September 2026 JR dan WNA lain dipindah ke Hotel Grand Whiz Trawas dan Hotel Royal Trawas, Mojokerto. Mereka tiba sekitar pukul 18.00 WIB dengan kendaraan putih.

Baca Juga: 21 WNA Korban TPPO di Mojokerto Diselamatkan, 4 Terduga Pelaku Ditangkap

Pukul 02.00 WIB, 29 September 2026, JR berhasil kabur dari kamar dan minta tolong sekuriti hotel untuk menghubungi Kedubes Filipina. Polsek Trawas lalu mengamankan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Mojokerto.

"Keberanian korban ini yang membuka jalan penyelamatan. Begitu laporan masuk kami langsung cek ke Grand Whiz dan Royal Trawas untuk memastikan keselamatan semua WNA di sana," jelasnya.

Hari itu juga polisi mengamankan 2 WNA Taiwan di Bandara Juanda yang hendak ke Singapura. Pengembangan terus dilakukan. Pada 2 Oktober 2026, 20 WNA Filipina dan 1 WNA Taiwan diamankan di Bondowoso saat perjalanan darat.

Total 23 WNA diamankan. Polisi mendalami peran perekrut, pengangkut, penempat, hingga pengendali aktivitas scamming.

Baca Juga: Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

Penanganan lanjutan kini diambil alih Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jatim.

"Untuk tahap awal kami fokus menyelamatkan korban secara humanis dan sesuai HAM. Alhamdulillah pada 7 Oktober 2026 seluruh korban sudah dipulangkan ke negaranya dengan selamat," pungkasnya.

Polres Mojokerto mengimbau masyarakat waspada tawaran kerja luar negeri bergaji tinggi lewat medsos. Jika mencurigakan, segera lapor ke kepolisian.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

Kasus tersebut mencuat setelah empat pelamar kerja kontrak diduga dimintai uang masing-masing Rp20 juta.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Mengaku Dapat Ancaman Jika Tak Teken Surat Operasional

Dugaan tekanan tersebut mengarah kepada Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Surabaya berinisial RZL.

Tanda-tanda HP Disadap, Kenali 5 Ciri Ini dan Cara Mengatasinya Sebelum Data Bocor

Aksi peretasan ini tak hanya merampas privasi, namun berujung fatal pada pencurian data sensitif, seperti akun media sosial hingga kredensial perbankan.

Reaksi Presiden Prabowo saat Tahu Disadap Listyo Sigit Cs

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa tindakan penyadapan semacam ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi kepentingan nasional.

Peringati HLUN 2026, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Ramah Lansia

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan lansia harus diwujudkan dalam program kerja yang riil dan berdampak langsung.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkoba Rp35 M, Pelakunya Petani hingga Pegawai Klinik

Dari pengungkapan ini, tim menyita barang bukti 1.765,13 gram sabu, 4,41 gram ganja, serta 2.018 butir ekstasi, dan meringkus 180 tersangka.