Antisipasi Bencana, Sidoarjo Perkuat Kesiapsiagaan di 4 Kecamatan
- Penulis : Ariyanto
- | Jumat, 06 Nov 2026 10:55 WIB
selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengantisipasi bencana seperti banjir dsn cuaca ekstrem dengan menggelar apel kesiapsiagaan bencana di Alun-Alun.
Apel dipimpin Bupati Sidoarjo Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo dan Dandim, dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta jajaran terkait, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Top 5 Berita: Pencegahan Korupsi hingga BSU 900 Ribu
Pemetaan wilayah rawan menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi potensi bencana. BPBD Sidoarjo mencatat sedikitnya 13 hingga 14 desa di sejumlah kecamatan masuk dalam wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih selama musim hujan.
Bupati Subandi memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir. Termasuk pompa air yang ditempatkan pada titik-titik yang selama ini kerap mengalami genangan.
Normalisasi sungai dan saluran air juga terus dilanjutkan. Sejumlah pekerjaan infrastruktur pengendali banjir di wilayah yang selama ini menjadi langganan genangan diharapkan mampu mengurangi dampak ketika intensitas hujan meningkat.
Subandi menyebut, persiapan menghadapi bencana merupakan agenda rutin tahunan. Namun, kesiapan tersebut harus diikuti keterlibatan seluruh unsur, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat.
"ini agenda tahunan ya agenda tahunan, nah tentu kita mengharapkan peran kurupimga kurupimga ini berjalan dengan baik apabila kejadian ada kebakaran ya segera diselesaikan dengan cepat ada banjir juga gitu ya, tapi semuanya sudah kita siapkan," ungkapnya.
Menurut Subandi, kesiapan juga mencakup antisipasi angin puting beliung yang berpotensi terjadi di sejumlah kawasan. Pemerintah daerah telah memetakan titik-titik yang selama ini dikenal rawan terdampak cuaca ekstrem.
Ia juga menyinggung penanganan banjir di kawasan Kedungpeluk. Pembangunan jembatan dan dam berukuran besar, disertai normalisasi, telah dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi genangan.
Persoalan banjir di Sidoarjo, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan tingginya curah hujan. Kondisi pasang air laut turut memengaruhi kelancaran pembuangan air menuju hilir. Ketika air laut sedang tinggi, aliran air dari daratan tidak dapat langsung dibuang sehingga berpotensi menimbulkan genangan.
Baca Juga: Tegas! Bupati Sidoarjo Minta ASN Jauhi Suap dan Gratifikasi
"kalau air laut drop, pasti itu banjir nunggu air keluar dulu," kata Subandi.
Karena itu, pembangunan dam menjadi salah satu langkah untuk mengatur aliran air. Ketika kondisi air laut belum memungkinkan, pintu pengendali ditutup dan dibuka kembali setelah kondisi memungkinkan untuk membuang air.
Di sisi lain, Kepala BPBD Sidoarjo Sabino mengatakan, wilayah tersebut tersebar di Kecamatan Tanggulangin, Porong, Candi, dan Waru. Rinciannya, lima desa di Tanggulangin, dua desa di Porong, tiga desa di Candi, serta tiga desa di Waru.
Menurutnya, kesiapan personel dan langkah penanganan tidak boleh menunggu sampai banjir benar-benar terjadi. Aktivasi petugas dan koordinasi lintas instansi harus dilakukan sejak muncul indikasi potensi bencana.
"Jika ada hujan atau banjir, tinggal diaktifkan, tidak lagi menunggu atau tidak lagi saat sudah banjir baru kita gerak," ujar Sabino.
Baca Juga: Komisi A DPRD Sidoarjo Bakal Bentuk Tim Teknis Usut Tuntas Legalitas Lahan Kalialo Jabon
Selain ancaman banjir, keberadaan tanggul Lumpur Lapindo juga menjadi bagian dari perhatian BPBD. Untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap lingkungan sekitar, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus dilakukan.
"Jadi kalau Lumpur akan menjadi titik komunikasi kami dengan BPLS, dengan BNPB, kemudian ada koordinasi pada saat misalnya kita memantau untuk ketinggan air atau Lumpur ada ancaman, maka kita komunikasi. Kami kemarin sudah bersama dengan BPLS dan juga BNPB sudah menusun rencana kontingensi untuk antisipasi dampak dari ancaman tanggul," jelasnya.
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur masyarakat semakin solid.
Kesiapan personel, pemetaan wilayah rawan, serta ketersediaan peralatan diharapkan dapat mempercepat respons apabila bencana terjadi selama musim penghujan.
Editor : Achmad SupriyadiURL : https://selalu.id/news-16355-antisipasi-bencana-sidoarjo-perkuat-kesiapsiagaan-di-4-kecamatan
