SBY Buka-bukaan Soal Isu Politik Praktis di Surabaya, Begini Penjelasannya
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Selasa, 15 Sep 2026 21:02 WIB
selalu.id - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya untuk tidak lagi mencampuri urusan politik kekuasaan maupun dinamika pemerintahan saat ini.
Hal tersebut disampaikan SBY di tengah kesibukannya menggelar pameran karya seni lukis di Voza Tower Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Menangkap Cahaya Rindu: Cerita di Balik 100 Mahakarya Lukisan SBY di Surabaya
Ia menjawab spekulasi publik terkait isu post-power syndrome hingga potensi intervensi (cawe-cawe) terhadap jalannya pemerintahan baru.
"Saya sudah lama meninggalkan dunia politik praktis dan politik kekuasaan. Saya tidak lagi berkecimpung dalam day-to-day politics," tegas SBY.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa konstelasi kepemimpinan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto harus dihormati secara penuh oleh semua pihak, termasuk para pendahulu.
Baca Juga: SBY Ingatkan Pemerintah Ambil Kebijakan Terukur soal Gejolak Pasar Global
"Yang memimpin sekarang Presiden Prabowo. Saya harus menjaga sikap dan tutur kata saya agar tidak dianggap cawe-cawe atau melampaui kepatutan sebagai seorang mantan presiden," jelasnya.
Meski telah menarik diri dari panggung politik aktif, SBY mengaku tetap memantau perkembangan bangsa dan isu geopolitik global melalui ruang diskusi dan medium seni.
Baca Juga: Malang Autism Center Gelar Pameran Karya Anak Autis Pertama di Malang Raya
Pameran tunggal berisi sekitar 500 lukisan yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Desember 2026 mendatang pun disebutnya bukan bagian dari manuver politik, melainkan murni kegiatan sosial dan ekspresi diri.
Seluruh hasil penjualan karya seni tersebut nantinya dialokasikan untuk kegiatan bantuan sosial, operasional klub bola voli LavAni, hingga pemeliharaan Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan, Jawa Timur.
Editor : Zein Muhammad