Selasa, 15 Sep 2026 19:37 WIB

KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (Dok. Jasra Putra for selalu.id).
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (Dok. Jasra Putra for selalu.id).

selalu.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bereaksi keras atas tragedi tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

KPAI mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera membuka manifes penumpang secara transparan, terutama memastikan keselamatan dan data anak-anak yang berada di dalam kapal.

Baca Juga: Hari Ketiga Evakuasi KMP Virgo Transport 8: 22 Korban Selamat, 6 Meninggal Dunia

Data sementara mencatat dari total penumpang, 98 orang berhasil diselamatkan tim SAR, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

KPAI menilai, kepastian identitas serta manifes yang akurat bukan sekadar urusan administrasi, melainkan hak mendasar bagi keluarga korban.

"Hal yang sangat mendesak adalah memastikan manifes penumpang secara akurat dan membuka informasi yang dibutuhkan keluarga korban serta publik, khususnya terkait keberadaan anak-anak di dalam kapal," tegas Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Selain itu, KPAI juga menyoroti penanganan pasca-evakuasi bagi anak-anak yang selamat. Dukungan psikososial, ruang aman, dan proses reunifikasi keluarga harus dilakukan cepat untuk mencegah trauma mendalam serta risiko eksploitasi.

"Anak tidak boleh hanya dihitung sebagai angka dalam manifes. Anak harus menjadi bagian dari desain keselamatan, mitigasi risiko, hingga prosedur evakuasi. Keselamatan nyawa manusia harus berada di atas segala pertimbangan operasional dan ekonomi," jelas Jasra Putra.

Berikut sejumlah poin desakan utama KPAI terkait penanganan tragedi pelayaran ini:

Baca Juga: Duka Keluarga M Suud, Sopir Truk asal Mojokerto yang Hilang dalam Musibah KM Virgo Transport 8

1. Transparansi Manifes Faktual

Pemerintah diminta mencocokkan manifes resmi dan data tiket awal dengan kondisi riil penumpang di atas kapal, termasuk merinci jumlah anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

2. Pencarian Bawah Laut

Mengingat kapal telah tenggelam, operasi SAR didesak tidak hanya fokus di permukaan, tetapi juga memaksimalkan teknologi pencarian bawah laut.

Baca Juga: KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Polda Jatim Siapkan Tim DVI dan Posko Ante Mortem

3. Pemeriksaan Alat Keselamatan

KPAI mempertanyakan ketersediaan life jacket khusus ukuran anak dan ketersediaan sekoci yang memadai sesuai dengan jumlah nyawa yang diangkut.

4. Audit dan Investigasi Tuntas

Mengusut tuntas rantai pemberian izin berlayar, hasil ramp check, dugaan overload, hingga kepatuhaan SOP evakuasi darurat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pansus DPRD Surabaya Bidik Pekerja Kebersihan Kampung Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Kelompok ini dinilai masuk kategori pekerja rentan karena berpenghasilan rendah dan memiliki risiko kerja yang tinggi.

Cara Cek Desil Bansos Melalui HP Pakai NIK, Bisa juga Perbarui Data

Warga juga bisa datang langsung ke kantor desa atau kelurahan setempat untuk mengajukan pembaruan data DTSEN.

Kapolda Jatim Tekankan Semangat Jogo Jatim untuk Lindungi Perempuan dan Anak dari Eksploitasi

Nanang mengatakan bahwa keberanian warga untuk melapor sangat krusial guna memutus rantai intimidasi dan trauma yang dialami korban. 

RSUD Sidoarjo Barat Kini Punya Layanan Cuci Darah, BPJS Kesehatan juga Disiapkan

Dengan hadirnya Instalasi Dialisis ini, Pemkab Sidoarjo berharap kualitas dan keterjangkauan layanan kesehatan masyarakat di wilayah barat semakin meningkat.

Temuan Jeruk MBG Berbelatung di SDN Tandes Kidul 1 Surabaya, Dewan Minta Usut Tuntas

Dewan mendesak agar investigasi tidak sekadar berhenti pada temuan di lapangan, melainkan diusut tuntas hingga ke rantai pemasok dan proses distribusi.

TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Logistik, Arus Peti Kemas di Kotawaringin Barat Naik 6 Persen

Komitmen tersebut selaras dengan tren kinerja positif perusahaan. Hingga saat ini, arus peti kemas di TPK Bumiharjo telah menembus angka 30.626 TEUs.