Jumat, 30 Okt 2026 20:38 WIB

KPAI Desak Transparansi Manifes Kapal Virgo Transport 8, Keselamatan Anak jadi Prioritas

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (Dok. Jasra Putra for selalu.id).
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (Dok. Jasra Putra for selalu.id).

selalu.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bereaksi keras atas tragedi tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

KPAI mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera membuka manifes penumpang secara transparan, terutama memastikan keselamatan dan data anak-anak yang berada di dalam kapal.

Baca Juga: Foto: Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Data sementara mencatat dari total penumpang, 98 orang berhasil diselamatkan tim SAR, 6 orang ditemukan meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

KPAI menilai, kepastian identitas serta manifes yang akurat bukan sekadar urusan administrasi, melainkan hak mendasar bagi keluarga korban.

"Hal yang sangat mendesak adalah memastikan manifes penumpang secara akurat dan membuka informasi yang dibutuhkan keluarga korban serta publik, khususnya terkait keberadaan anak-anak di dalam kapal," tegas Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Selain itu, KPAI juga menyoroti penanganan pasca-evakuasi bagi anak-anak yang selamat. Dukungan psikososial, ruang aman, dan proses reunifikasi keluarga harus dilakukan cepat untuk mencegah trauma mendalam serta risiko eksploitasi.

"Anak tidak boleh hanya dihitung sebagai angka dalam manifes. Anak harus menjadi bagian dari desain keselamatan, mitigasi risiko, hingga prosedur evakuasi. Keselamatan nyawa manusia harus berada di atas segala pertimbangan operasional dan ekonomi," jelas Jasra Putra.

Berikut sejumlah poin desakan utama KPAI terkait penanganan tragedi pelayaran ini:

Baca Juga: Aksi Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

1. Transparansi Manifes Faktual

Pemerintah diminta mencocokkan manifes resmi dan data tiket awal dengan kondisi riil penumpang di atas kapal, termasuk merinci jumlah anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.

2. Pencarian Bawah Laut

Mengingat kapal telah tenggelam, operasi SAR didesak tidak hanya fokus di permukaan, tetapi juga memaksimalkan teknologi pencarian bawah laut.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

3. Pemeriksaan Alat Keselamatan

KPAI mempertanyakan ketersediaan life jacket khusus ukuran anak dan ketersediaan sekoci yang memadai sesuai dengan jumlah nyawa yang diangkut.

4. Audit dan Investigasi Tuntas

Mengusut tuntas rantai pemberian izin berlayar, hasil ramp check, dugaan overload, hingga kepatuhaan SOP evakuasi darurat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Staf Administrasi PIS, Ajeng, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 pedagang yang aktif beroperasi penuh selama 24 jam.

Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Saat ini, polisi tengah memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian guna mendalami motif serta kronologi lengkap perselisihan berdarah tersebut.

SIER Gerak Cepat Tangani Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Penanganan segera dilakukan dengan mengerahkan tim tanggap darurat dan pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi serta mencegah meluasnya area terdampak.

Momen Polda Jatim Salurkan 600 Paket Sembako pada Pengemudi Ojol

Polda Jatim ingin terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan Polri yang tidak berjarak dengan warga.