Sabtu, 31 Okt 2026 00:47 WIB

Pansus DPRD Surabaya Bidik Pekerja Kebersihan Kampung Masuk BPJS Ketenagakerjaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Sep 2026 19:23 WIB
Ketua Pansus Raperda Jamsostek DPRD Surabaya, Abdul Malik. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua Pansus Raperda Jamsostek DPRD Surabaya, Abdul Malik. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Panitia Khusus (Pansus) Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) DPRD Kota Surabaya membidik para pekerja kebersihan di kampung-kampung agar terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

Kelompok ini dinilai masuk kategori pekerja rentan karena berpenghasilan rendah dan memiliki risiko kerja yang tinggi.

Baca Juga: Momen Bupati Sidoarjo Subandi Beri Santunan BPJS Ketenagakerjaan pada Mendiang Kades Tropodo

Ketua Pansus Raperda Jamsostek DPRD Surabaya, Abdul Malik, menegaskan perlindungan bagi pekerja kebersihan kampung untuk dimasukkan dalam Raperda yang tengah dibahas.

"Melihat realita dalam konteks ketenagakerjaan, mereka masuk kategori pekerja rentan. Gajinya tidak seberapa, padahal risikonya ada," jelasnya, Selasa (15/9/2026).

Meski begitu, Malik menyebut langkah ini terganjal masalah validasi data kependudukan. Sebab, belum tentu seluruh pekerja kebersihan di sudut-sudut kota tersebut ber-KTP Surabaya. Pemkot Surabaya pun diminta melakukan pemilahan data sebelum menentukan sasaran anggaran.

"Kalau tidak semuanya warga Kota Surabaya, tentu dipilah dulu mana saja yang berstatus warga Surabaya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan mekanisme pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dibedakan menjadi dua jalur.

Untuk pekerja penerima upah, pemberi kerja wajib mendaftarkan secara langsung. Sedangkan pekerja bukan penerima upah (BPU) bisa mendaftar mandiri atau dibantu Pemkot Surabaya melalui skema khusus.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Perwali PRT, Tak Hanya Pekerja tapi Juga Lindungi Agen P3RT

"Bisa didaftarkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, tetapi ada syaratnya. Harus ada kerja sama dan masuk kategori pekerja rentan," ungkap Hebi.

Ia menambahkan, kriteria pekerja rentan dilihat dari tingkat pendapatan, kondisi sosial ekonomi, hingga besarnya risiko kecelakaan kerja.

Hebi mencontohkan pengemudi ojek online (ojol) yang sangat rentan lantaran tercatat ada 48 kasus kecelakaan sejak Januari.

Tak hanya pekerja informal, Raperda Jamsostek ini juga menyasar perlindungan bagi peserta magang, mulai dari siswa SMK hingga mahasiswa.

Baca Juga: Lewat Job Fair, 5.120 Pencari Kerja Surabaya Sudah Ditempatkan hingga Juli 2026

Mengenai pembiayaannya, Hebi menegaskan hal itu menjadi tanggung jawab pihak inisiator program.

"Kalau magang diinisiasi perusahaan untuk rekrutmen, perusahaan yang bayar. Kalau program pemerintah atau sekolah, disesuaikan dengan penyelenggaranya. Intinya, magang wajib dilengkapi BPJS Ketenagakerjaan," paparnya.

Pansus DPRD Surabaya dan Disperinaker dijadwalkan kembali menggelar rapat pekan depan guna menuntaskan formula kriteria pekerja rentan dan regulasi magang sebelum Raperda diresmikan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor yang rugikan negara.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Staf Administrasi PIS, Ajeng, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 pedagang yang aktif beroperasi penuh selama 24 jam.