Jumat, 30 Okt 2026 22:53 WIB

Temuan Jeruk MBG Berbelatung di SDN Tandes Kidul 1 Surabaya, Dewan Minta Usut Tuntas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Sep 2026 17:30 WIB
Penampakan jeruk MBG berbelatung yang ditemukan di SDN Tandes Kidul 1 Surabaya. (Dok. Istimewa).
Penampakan jeruk MBG berbelatung yang ditemukan di SDN Tandes Kidul 1 Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Temuan buah jeruk berbelatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Tandes Kidul 1 memantik reaksi keras dari jajaran DPRD Kota Surabaya.

Dewan mendesak agar investigasi tidak sekadar berhenti pada temuan di lapangan, melainkan diusut tuntas hingga ke rantai pemasok dan proses distribusi.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo, menegaskan pentingnya pemeriksaan secara menyeluruh dari hulu ke hilir untuk menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa.

“Saya meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap temuan makanan jeruk berbelatung ini. Dari sumber pemasok itu juga harus diikuti,” tegasnya, Selasa (15/9/2026).

Menurut legislator dari fraksi PSI ini, penelusuran wajib mencakup seluruh alur penyediaan pangan.

Mulai dari titik penerimaan bahan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tata cara penyimpanan, proses pengolahan, hingga alur distribusi menuju sekolah-sekolah.

Michael juga mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bersama Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan buah yang dibagikan.

Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada zat atau organisme berbahaya yang masuk ke tubuh anak-anak.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, Komisi D mendorong penguatan Standard Operating Procedure (SOP) pemeriksaan bahan pangan, khususnya buah segar yang rentan membusuk jika salah dalam penyimpanan.

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

Michael mengusulkan beberapa langkah konkret yang harus segera diterapkan. Di antaranya Sistem Pencatatan (Traceability): Setiap bahan pangan wajib memiliki histori yang jelas mengenai asal bahan, durasi penyimpanan, hingga waktu pengadaan.

Kemudian Inspeksi Mendadak (Sidak): Pelaksanaan pengawasan secara acak (random sampling) di lapangan untuk memastikan kualitas menu secara real-time.

Transparansi Hasil: Laporan evaluasi harus dibuka ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus bahan edukasi bagi SPPG lainnya.

Dan Pengawasan Kolaboratif: Pembentukan tim pengawas bersama yang melibatkan BGN, Dinkes, Dinas Pendidikan, SPPG, hingga pihak sekolah.

Di sisi lain, Michael kembali menyuarakan gagasan untuk melibatkannya pengelola kantin sekolah dalam skema program MBG.

Baca Juga: Ketika Proyek Penanganan Banjir di Surabaya Hampir Rampung, Tapi Anggaran Belum Cair

Selain berdampak pada perekonomian pedagang lokal, keberadaan kantin dinilai lebih efektif dalam menyajikan makanan yang hangat dan segar.

“Waktu pertama kali diadakan program MBG ini, saya sudah pertanyakan kenapa tidak melibatkan kantin sekolah. Mereka itu bisa dirangkul untuk menyajikan makanan yang hangat, segar, dan memang biasa disiapkan untuk anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, rekam jejak kantin sekolah selama ini terbukti aman tanpa ada riwayat kasus keracunan makanan maupun komplain dari para siswa.

Oleh karena itu, Michael mendorong SPPG untuk membangun kemitraan strategis dengan kantin-kantin sekolah di Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor yang rugikan negara.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Staf Administrasi PIS, Ajeng, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 pedagang yang aktif beroperasi penuh selama 24 jam.