Sabtu, 31 Okt 2026 00:51 WIB

RSUD Sidoarjo Barat Kini Punya Layanan Cuci Darah, BPJS Kesehatan juga Disiapkan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 15 Sep 2026 18:00 WIB
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat berkomunikasi dengan pasien di RSUD Sidoarjo Barat. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat berkomunikasi dengan pasien di RSUD Sidoarjo Barat. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Puluhan penderita gagal ginjal di wilayah Sidoarjo bagian barat kini tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mendapatkan layanan cuci darah.

RSUD Sidoarjo Barat telah resmi mengoperasikan Instalasi Dialisis sejak 1 September 2026.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Siapkan Beasiswa dan Jaminan Kesehatan Demi Jaga Atlet Berprestasi

Layanan kesehatan baru ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Terbukti, hingga Selasa (15/9/2026), tercatat sebanyak 30 pasien sudah mendaftar untuk menjalani terapi dialisis secara rutin di rumah sakit milik Pemkab Sidoarjo tersebut.

Fasilitas anyar ini pun ditinjau dan diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana.

Dalam momen ini, Mimik mengapresiasi terobosan RSUD Sidoarjo Barat yang dinilai sangat membantu memangkas jarak dan waktu tempuh bagi pasien di kawasan barat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya sangat mengapresiasi hadirnya layanan ini. Sekarang masyarakat Sidoarjo, khususnya di wilayah barat, tidak perlu jauh-jauh lagi untuk cuci darah," ujarnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Jual Data Identitas Pribadi untuk Sebar Iklan Judol, Pelaku asal Sidoarjo

Untuk menunjang pelayanan, RSUD Sidoarjo Barat menyiapkan 14 unit mesin dialisis. Rinciannya, 12 mesin diperuntukkan bagi pasien reguler, satu mesin khusus pasien penderita hepatitis, dan satu mesin disiagakan sebagai cadangan.

Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat, Abdillah Segaf Al Hadad mengungkapkan, pihaknya bergerak cepat melengkapi fasilitas pendukung, mulai dari sarana-prasarana hingga kesiapan tenaga kesehatan (nakes). Dokter umum dan perawat yang bertugas telah dibekali pelatihan khusus dialisis.

"Kami juga tengah memproses kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui tahapan kredensialing agar layanan ini makin terjangkau," jelasnya.

Sementara itu, Wabup Mimik menekankan agar pengoperasian instalasi baru ini diimbangi dengan pelayanan yang humanis dari para nakes.

Baca Juga: Pesan Khusus Bupati Subandi saat Kukuhkan Forum TJSLP Sidoarjo, Wajib Dikerjakan

Menurutnya, sikap ramah dan perhatian nakes merupakan bagian dari terapi psikologis bagi pasien.

"Orang sakit itu bukan hanya cari obat. Kalau kita melayani dengan ikhlas, senyuman, dan doa, insya Allah itu jadi obat paling mujarab," kata Mimik kepada jajaran nakes.

Dengan hadirnya Instalasi Dialisis ini, Pemkab Sidoarjo berharap kualitas dan keterjangkauan layanan kesehatan masyarakat di wilayah barat dapat semakin meningkat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor yang rugikan negara.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Staf Administrasi PIS, Ajeng, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 pedagang yang aktif beroperasi penuh selama 24 jam.