Sabtu, 31 Okt 2026 00:49 WIB

DPRD Surabaya Minta Indikator Diperjelas Sebelum Bendera Hitam di Kampung Pancasila

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Sep 2026 17:56 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Ade/selalu
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Ade/selalu

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta Pemkot Surabaya lebih dulu menetapkan indikator yang terukur sebelum memberikan penilaian bendera hitam terhadap wilayah maupun perangkat daerah yang bertugas melakukan pembinaan yang dinilai gagal membina Kampung Pancasila mendapat catatan.

Menurutnya, evaluasi berbasis capaian memang dapat mendorong aparatur sipil negara (ASN) lebih serius mendampingi masyarakat. Namun, penilaian harus memiliki ukuran yang jelas agar tidak bergantung pada subjektivitas.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

“Kalau bendera hitam ini menjadi instrumen evaluasi, saya kira bagus untuk memacu kinerja ASN. Tapi harus jelas dulu indikator keberhasilannya, jangan sampai penilaian hanya berdasarkan subjektivitas atau kesan sesaat,” tutur politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini, Senin (14/9/2026).

Yona mengatakan keberadaan Kampung Pancasila seharusnya tidak berhenti pada status maupun atribut. Keberhasilannya perlu terlihat dari perubahan yang dirasakan masyarakat di lingkungan tersebut.

Karena itu, lanjut Yebe, ASN yang mendapat tugas membina wilayah dinilai harus memahami persoalan warga hingga tingkat RW. Pendampingan juga diharapkan dapat membuat Pemkot lebih cepat mengetahui kebutuhan masyarakat dan mencari penyelesaiannya.

“Jangan sampai ASN hanya hadir secara administratif, tetapi tidak memahami persoalan warga di RW yang menjadi tanggung jawabnya. Kampung Pancasila harus terlihat dari perilaku dan kehidupan masyarakatnya, bukan hanya dari nama atau atributnya,” katanya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Yona juga mengingatkan agar bendera hitam tidak serta-merta diposisikan sebagai hukuman bagi kepala perangkat daerah. Menurutnya, evaluasi harus melihat penyebab sebuah wilayah tidak mencapai target.

Faktor yang perlu diperiksa, kata dia, antara lain kinerja ASN, program yang dijalankan, koordinasi antarperangkat daerah, hingga kondisi masyarakat yang mungkin membutuhkan pola intervensi berbeda.

“Kalau kemudian kepala dinas terkena evaluasi karena wilayah binaannya tidak berkembang, tentu harus dilihat dulu apa penyebabnya. Apakah masalahnya pada kinerja ASN, programnya, koordinasi antarperangkat daerah, atau memang ada persoalan di masyarakat yang membutuhkan intervensi berbeda,” tegas Mahasiswa Doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Komisi A DPRD Surabaya, lanjut Yona, pada prinsipnya mendukung upaya Pemkot meningkatkan keterlibatan ASN di tengah masyarakat. Namun, evaluasi tidak seharusnya berhenti pada pemberian label berhasil atau gagal.

Ia meminta setiap temuan diikuti langkah perbaikan yang jelas, mulai dari evaluasi, pendampingan hingga penetapan target baru yang kemudian diukur kembali.

“Jangan hanya memberikan bendera hitam, tetapi setelah itu tidak ada perbaikan. Harus ada evaluasi, pendampingan, target perbaikan, kemudian diukur kembali. Dengan begitu, kebijakan ini benar-benar menjadi alat untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor yang rugikan negara.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

SIER Gerak Cepat Tangani Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Penanganan segera dilakukan dengan mengerahkan tim tanggap darurat dan pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi serta mencegah meluasnya area terdampak.