BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo
- Penulis : Ariyanto
- | Rabu, 02 Sep 2026 01:22 WIB
selalu.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Indonesia Makmur Mandiri di Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Langkah ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, usai mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG
Wakil Koordinator Regional Provinsi Jawa Timur BGN, Teguh Bayu Wibowo, menjelaskan bahwa pihak BGN menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.
Tim langsung mendatangi lokasi untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta jajaran Forkopimda Sidoarjo.
"Kami mendapat informasi sekitar pukul 17.00 WIB. Karena itu, kami langsung merapat ke sini dari provinsi. Kami melihat secara langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinkes serta jajaran Forkopimda Sidoarjo," katanya.
Teguh menyapaikan apresiasi atas respons cepat dari Forkopimda Sidoarjo dalam penanganan para korban. Selagi proses mitigasi berjalan, BGN memutuskan untuk menyetop sementara aktivitas operasional dapur penyedia makanan tersebut.
"Alhamdulillah, jajaran Forkopimda Sidoarjo sangat cepat dan tanggap. Kami akan melakukan evaluasi terhadap dapur ini. Untuk sementara, kami akan suspend dapur ini," jelasnya.
SPPG yang dikelola Yayasan Indonesia Makmur Mandiri tersebut berlokasi di Jalan Raya Tanggulangin Nomor 5, Kedunganten, Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.
Berdasarkan dokumen penetapan, fasilitas pelayanan baru tersebut dipimpin oleh Rafli Ridho sebagai Kepala SPPG.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar, tim gabungan menguji seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari proses pengolahan bahan, penyimpanan, pengemasan, hingga tahap distribusi ke penerima manfaat.
Baca Juga: Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG Dirawat di 7 Rumah Sakit, Ini Daftarnya
Kendati demikian, BGN belum menarik kesimpulan resmi bahwa santapan dari SPPG Kalitengah merupakan penyebab utama keracunan massal ini.
Informasi awal menyebutkan bahwa paket makanan MBG yang dikonsumsi para santri didistribusikan dari SPPG Kalitengah sebelum waktu zuhur. Namun, BGN menegaskan kabar tersebut masih dalam tahap verifikasi mendalam.
"Kami masih melakukan evaluasi dan investigasi. Informasi mengenai makanan MBG yang dikonsumsi para santri berasal dari SPPG Kalitengah. Kami dapatkan dari keterangan pengasuh pondok pesantren. Namun, hal itu masih kami dalami," kata Teguh.
Guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini, sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke laboratorium oleh pihak Dinkes bersama Polresta Sidoarjo.
Hingga Selasa malam, ratusan santri yang terdampak telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Baca Juga: Santri Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Bertambah, Kini Tembus 367
Atas peristiwa ini, pihak BGN menyampaikan permohonan maaf terbuka dan memastikan fokus utama saat ini adalah kesembuhan para korban.
"Kami meminta maaf kepada para korban. Untuk saat ini, kami fokus pada penanganan korban. Kami mohon maaf atas kejadian ini," tutur Teguh.
Seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lapangan terkait SPPG Kalitengah nantinya akan dilaporkan langsung ke pimpinan pusat BGN untuk menentukan langkah hukum dan kebijakan selanjutnya.
"Kami akan suspend dapur ini. Selanjutnya, hasil evaluasi akan kami laporkan kepada pimpinan pusat untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.
Editor : Zein Muhammad