Update Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo, Korbannya 112 Santri
- Penulis : Ariyanto
- | Selasa, 01 Sep 2026 20:17 WIB
selalu.id - Keracunan massal santri di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan, Selasa (1/9/2026).
Total, hingga saat ini ada sebanyak 112 santri yang keracunan sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) itu.
Baca Juga: Puluhan Santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG
Camat Tanggulangin, Arie Prabowo, mengonfirmasi bahwa angka tersebut masih merupakan data sementara. Hingga kini, pendataan terhadap para korban terus dilakukan.
“Untuk sementara korban 112 orang,” sebut Arie kepada selalu.id.
Proses evakuasi dan penanganan medis dilakukan secara terpisah. Santri yang membutuhkan perawatan intensif langsung dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Sidoarjo.
Sementara santri dengan gejala lebih ringan mendapatkan perawatan serta pemantauan intensif di lingkungan pesantren.
Para korban terdiri dari santri laki-laki dan perempuan dengan keluhan bervariasi, mulai dari pusing hingga mual mendadak.
Salah seorang santriwati, Yanti, menduga keluhan tersebut dipicu oleh salah satu menu makan siang yang dihidangkan. Ia melihat kondisi makanan yang dinilainya sudah tidak layak konsumsi.
“Menu makan siangnya tadi ada sayur buncis yang seperti basi,” ungkapnya.
Yanti sendiri selamat dari gejala mual karena tidak mengonsumsi menu MBG tersebut.
"Saya tidak mual karena tidak makan sayurnya,” tambahnya.
Baca Juga: APBD Sidoarjo 2027 Naik jadi Rp5,15 T, Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Kesehatan
Peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari Pemkab Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Subandi mendatangi langsung lokasi pesantren pada Selasa (1/9/2026) malam untuk memantau proses penanganan medis dan memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.
Di sisi lain, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama puskesmas setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan medis serta mengambil sampel makanan guna pengujian laboratorium.
Hingga kini, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dan pengujian laboratorium untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut.
Editor : Zein Muhammad