Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 01 Sep 2026 18:05 WIB
selalu.id - Rencana pembenahan pengelolaan parkir di Kota Surabaya ternyata tak hanya soal mengganti juru parkir (jukir) yang masih menerima pembayaran tunai.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka peluang bagi anak-anak muda Surabaya untuk mengambil peran sebagai jukir.
Baca Juga: Temukan Indikasi Pungli Setoran Tunai, Wali Kota Eri Siap Sapu Bersih Jukir hingga Pejabat Dishub
Gagasan itu disampaikan Eri di tengah sorotan terhadap pengelolaan parkir, termasuk adanya laporan dugaan penarikan setoran secara tunai kepada jukir.
Eri sebelumnya menegaskan bakal mengganti jukir, pengawas hingga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) apabila sistem pembayaran non-tunai tidak dijalankan sesuai ketentuan.
Namun, pergantian tersebut menurut Eri sekaligus bisa menjadi kesempatan bagi generasi muda Surabaya untuk ikut terlibat dalam menjaga dan mengelola fasilitas publik di Kota Pahlawan.
"Saya ingin anak-anak muda Surabaya yang saya minta untuk mengganti. Ayo, ini Surabaya rumah kita. Jadi, mari kita jaga Surabaya bersama-sama," kata Eri, Selasa (1/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi salah satu opsi yang disiapkan Eri apabila masih ditemukan jukir yang tidak menjalankan sistem pembayaran non-tunai.
"Baik itu di Dishub, pengawas, maupun di jukir. Pokoknya kalau jukir hari ini tidak menggunakan non-tunai, masih menerima uang cash, langsung saya ganti orang lain," tegasnya.
Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan
Bagi Eri, penggunaan sistem non-tunai menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola parkir. Karena itu, petugas di lapangan dituntut mengikuti sistem yang telah ditetapkan Pemkot Surabaya.
Peluang bagi anak muda tersebut muncul saat Eri meminta agar persoalan parkir tidak hanya diselesaikan dengan pergantian petugas, tetapi juga dengan menghadirkan orang-orang baru yang mampu menjalankan sistem secara disiplin.
Terlebih, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih ditemukan pembayaran parkir secara tunai meski Pemkot Surabaya tengah mendorong digitalisasi pembayaran.
"Saya masih banyak melihat pembayaran yang dilakukan secara tunai. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Trio (Kepala Dishub)," ujar Eri.
Baca Juga: Target PAD Parkir Terlalu Tinggi, DPRD Surabaya: Jangan Hanya Kejar Angka, Layani Warga!
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menyampaikan pihaknya tengah memeriksa alur setoran parkir setelah menerima laporan dari jukir.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari setoran yang disampaikan jukir, pencatatan oleh Kepala Pelataran (Katar), hingga transfer ke Bank Jatim.
Hasil pemeriksaan awal menemukan adanya sejumlah selisih pendapatan. Dishub juga mendapati perbedaan pencatatan terkait voucher parkir dengan laporan yang diterima.
"Ada salah satu jukir yang menyatakan sudah menyetorkan beberapa rupiah. Tapi ketika masuk ke Katar, masuk ke dalam atau ditransferkan ke Bank Jatim, itu kami periksa di dalam memang terdapat beberapa selisih pendapatan," kata Trio.
Editor : Zein Muhammad