Jumat, 16 Okt 2026 22:22 WIB

Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 01 Sep 2026 18:05 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat kunjungi kantor Dishub Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat kunjungi kantor Dishub Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Rencana pembenahan pengelolaan parkir di Kota Surabaya ternyata tak hanya soal mengganti juru parkir (jukir) yang masih menerima pembayaran tunai. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka peluang bagi anak-anak muda Surabaya untuk mengambil peran sebagai jukir.

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Gagasan itu disampaikan Eri di tengah sorotan terhadap pengelolaan parkir, termasuk adanya laporan dugaan penarikan setoran secara tunai kepada jukir.

Eri sebelumnya menegaskan bakal mengganti jukir, pengawas hingga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) apabila sistem pembayaran non-tunai tidak dijalankan sesuai ketentuan.

Namun, pergantian tersebut menurut Eri sekaligus bisa menjadi kesempatan bagi generasi muda Surabaya untuk ikut terlibat dalam menjaga dan mengelola fasilitas publik di Kota Pahlawan.

"Saya ingin anak-anak muda Surabaya yang saya minta untuk mengganti. Ayo, ini Surabaya rumah kita. Jadi, mari kita jaga Surabaya bersama-sama," kata Eri, Selasa (1/9/2026).

Pernyataan tersebut menjadi salah satu opsi yang disiapkan Eri apabila masih ditemukan jukir yang tidak menjalankan sistem pembayaran non-tunai.

"Baik itu di Dishub, pengawas, maupun di jukir. Pokoknya kalau jukir hari ini tidak menggunakan non-tunai, masih menerima uang cash, langsung saya ganti orang lain," tegasnya.

Baca Juga: Satpol PP Ancam Razia Warung Remang Bandel di Surabaya, RT-RW Wajib Catat

Bagi Eri, penggunaan sistem non-tunai menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola parkir. Karena itu, petugas di lapangan dituntut mengikuti sistem yang telah ditetapkan Pemkot Surabaya.

Peluang bagi anak muda tersebut muncul saat Eri meminta agar persoalan parkir tidak hanya diselesaikan dengan pergantian petugas, tetapi juga dengan menghadirkan orang-orang baru yang mampu menjalankan sistem secara disiplin.

Terlebih, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih ditemukan pembayaran parkir secara tunai meski Pemkot Surabaya tengah mendorong digitalisasi pembayaran.

"Saya masih banyak melihat pembayaran yang dilakukan secara tunai. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Trio (Kepala Dishub)," ujar Eri.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menyampaikan pihaknya tengah memeriksa alur setoran parkir setelah menerima laporan dari jukir.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari setoran yang disampaikan jukir, pencatatan oleh Kepala Pelataran (Katar), hingga transfer ke Bank Jatim.

Hasil pemeriksaan awal menemukan adanya sejumlah selisih pendapatan. Dishub juga mendapati perbedaan pencatatan terkait voucher parkir dengan laporan yang diterima.

"Ada salah satu jukir yang menyatakan sudah menyetorkan beberapa rupiah. Tapi ketika masuk ke Katar, masuk ke dalam atau ditransferkan ke Bank Jatim, itu kami periksa di dalam memang terdapat beberapa selisih pendapatan," kata Trio.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Saat ini, alumni Cak dan Ning Surabaya itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami keterlibatannya.

Punya Riwayat Gangguan Jiwa, Tim Hukum Tersangka Kasus Seksual di Sidoarjo Minta Uji Psikiatri

Selain uji kejiwaan independen, PHN juga mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan meminta polisi mengkaji ulang urgensi penahanan tersangka S.

Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

Melalui gerakan Merawat Bumi Pertiwi yang diinisiasi PDI Perjuangan, hutan bakau, limbah sampah, hingga hasil laut kini bertransformasi menjadi ekonomi tinggi.

Ini Lho Rek, Nama-nama Penjabat yang Tega Korupsi Dana Bencana di Indonesia

Total ada lima orang yang ditetapkan tersangka oleh penyidik KPK, salah satunya merupakan adik dari mantan Kepala BNPB Suharyanto.

Kabar Gembira, PGN Siapkan Jargas Pipa untuk Pelaku UMKM di Trenggalek

Tak hanya soal kepraktisan, perluasan jargas ini juga menjadi jurus ampuh untuk menekan ketergantungan pada energi impor.

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Bencana, Adik Eks Kepala BNPB Ikut Terseret

Guna kepentingan penyidikan, penyidik KPK langsung melakukan penahanan terhadap para tersangka selama 20 hari pertama.