Sabtu, 17 Okt 2026 11:25 WIB

Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

  • Penulis : Ariyanto
  • | Rabu, 02 Sep 2026 00:27 WIB
Para santri atau siswa Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo korban keracunan MBG saat dievakuasi ke rumah sakit. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Para santri atau siswa Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo korban keracunan MBG saat dievakuasi ke rumah sakit. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga membuat ratusan santri Yayasan Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo keracunan, itu adalah milik Yayasan Indonesia Makmur Mandiri.

Dapur SPPG itu berlokasi di daerah Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Ini Pesannya ke Siswa SMK

Wakil Koordinator Regional Provinsi Jawa Timur BGN, Teguh Bayu Wibowo, menjelaskan bahwa pihak BGN menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

Tim langsung mendatangi lokasi untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta jajaran Forkopimda Sidoarjo.

"Kami mendapat informasi sekitar pukul 17.00 WIB. Karena itu, kami langsung merapat ke sini dari provinsi. Kami melihat secara langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinkes serta jajaran Forkopimda Sidoarjo," ujar Teguh di Sidoarjo, Selasa (1/9/2026) malam.

Teguh menyapaikan apresiasi atas respons cepat dari Forkopimda Sidoarjo dalam penanganan para korban.

"Alhamdulillah, jajaran Forkopimda Sidoarjo sangat cepat dan tanggap," ujarnya.

SPPG yang dikelola Yayasan Indonesia Makmur Mandiri tersebut berlokasi di Jalan Raya Tanggulangin Nomor 5, Kedunganten, Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

Berdasarkan dokumen penetapan, fasilitas pelayanan baru tersebut dipimpin oleh Rafli Ridho sebagai Kepala SPPG.

Baca Juga: Punya Riwayat Gangguan Jiwa, Tim Hukum Tersangka Kasus Seksual di Sidoarjo Minta Uji Psikiatri

Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar, tim gabungan menguji seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari proses pengolahan bahan, penyimpanan, pengemasan, hingga tahap distribusi ke penerima manfaat.

Kendati demikian, BGN belum menarik kesimpulan resmi bahwa santapan dari SPPG Kalitengah merupakan penyebab utama keracunan massal ini.

Informasi awal menyebutkan bahwa paket makanan MBG yang dikonsumsi para santri didistribusikan dari SPPG Kalitengah sebelum waktu zuhur. Namun, BGN menegaskan kabar tersebut masih dalam tahap verifikasi mendalam.

"Kami masih melakukan evaluasi dan investigasi. Informasi mengenai makanan MBG yang dikonsumsi para santri berasal dari SPPG Kalitengah. Kami dapatkan dari keterangan pengasuh pondok pesantren. Namun, hal itu masih kami dalami," jelas Teguh.

Guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini, sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke laboratorium oleh pihak Dinkes bersama Polresta Sidoarjo.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Bakal Terapkan Parkir QRIS, Tak Segan Sikat Jukir Bandel

Hingga kini, ratusan santri yang terdampak telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo.

Atas peristiwa ini, pihak BGN menyampaikan permohonan maaf terbuka dan memastikan fokus utama saat ini adalah kesembuhan para korban.

"Kami meminta maaf kepada para korban. Untuk saat ini, kami fokus pada penanganan korban. Kami mohon maaf atas kejadian ini," tutur Teguh.

Seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lapangan terkait SPPG Kalitengah nantinya akan dilaporkan langsung ke pimpinan pusat BGN untuk menentukan langkah hukum dan kebijakan selanjutnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Hawa sejuk, suara gemericik air, dan hijaunya pegunungan di kawasan Trawas dan Pacet bisa bikin pikiran lebih fresh sejenak.

Top 5 Berita: Alumni Cak dan Ning hingga Satpol PP Surabaya

Alumni Cak dan Ning Surabaya menjadi berita yang paling banyak dibaca.

Ini Tampang dan Nama Alumni Cak Surabaya yang Ditangkap Kasus Sabu

Saat ini, yang bersangkutan masih diperiksa intensif di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mendalami keterlibatannya.

Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Saat ini, alumni Cak dan Ning Surabaya itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami keterlibatannya.

Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Pemkot Surabaya juga telah mengalokasikan dukungan anggaran serta fasilitas pelatihan khusus bagi pemuda setempat untuk menggerakkan kegiatan positif.

Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

Melalui gerakan Merawat Bumi Pertiwi yang diinisiasi PDI Perjuangan, hutan bakau, limbah sampah, hingga hasil laut kini bertransformasi menjadi ekonomi tinggi.