Sabtu, 17 Okt 2026 08:03 WIB

Kronologi Menegangkan Ratusan Santri di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo saat Keracunan MBG

  • Penulis : Ariyanto
  • | Selasa, 01 Sep 2026 20:43 WIB
Bupati Sidoarjo Subandi saat terjun langsung ke Ponpes Manba'ul Hikam untuk mengecek para santri yang keracunan MBG. (Foto: Ariyanto/selalu.id)
Bupati Sidoarjo Subandi saat terjun langsung ke Ponpes Manba'ul Hikam untuk mengecek para santri yang keracunan MBG. (Foto: Ariyanto/selalu.id)

selalu.id - Sebanyak 112 santri di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, keracunan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi tersebut membuat suasana pesantren memanas secara bertahap sejak siang hingga sore hari, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Punya Riwayat Gangguan Jiwa, Tim Hukum Tersangka Kasus Seksual di Sidoarjo Minta Uji Psikiatri

Sejumlah santri mulai mengeluhkan sakit perut tak tertahan hingga harus bolak-balik ke kamar mandi.

Mudir Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Arifudin, mengungkapkan bahwa gelombang keluhan santri awal mulanya ditangani secara mandiri di pos kesehatan pesantren (poskestren). Namun, jumlah santri yang tumbang terus bertambah seiring berjalannya waktu.

"Sakit perut itu ada yang langsung ke kamar mandi. Setelah itu langsung kita bawa ke poskestren. Yang sakit kita obati secara mandiri karena kita punya poskestren di sini," kata Arifudin kepada selalu.id di lokasi.

Situasi kian mengkhawatirkan memasuki pukul 17.00 WIB. Tercatat sedikitnya 25 santri mengalami gejala yang lebih berat, seperti muntah-muntah dan lemas. Pihak pesantren pun bergerak cepat merujuk 25 santri tersebut ke RSUD Sidoarjo guna mendapatkan penanganan medis darurat.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Bakal Terapkan Parkir QRIS, Tak Segan Sikat Jukir Bandel

"Jam 5 sore itu sudah sekitar 25 anak. Bahkan sudah ada yang muntah dan lemes," sebut Arifudin.

Ia membeberkan, hidangan MBG tersebut sebenarnya dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi tak jauh dari kawasan pesantren.

Program ini sejatinya telah berjalan hampir satu tahun tanpa pernah memicu masalah. Makanan itu dikonsumsi sekitar 1.000 orang di lingkungan pesantren, termasuk siswa MTs dan unit pendidikan lainnya.

Baca Juga: Salawat Bersama di Sidoarjo, Subandi: Ketuk Pintu Langit untuk Keselamatan dan Kemajuan

Namun, sebelum insiden keracunan ini mencuat, beberapa santri sempat menaruh curiga pada salah satu menu yang disajikan.

"Anak-anak sebenarnya merasa nyaman dan enak selama ini, tidak ada kendala. Tapi tadi ada laporan dari santri, sayurnya katanya agak kecut," kata Arifudin.

Hingga kini, penyebab pasti keracunan massal yang menimpa ratusan santri tersebut masih dalam penyelidikan marathon pihak berwenang dan dinas kesehatan setempat. Pihak medis juga terus memantau perkembangan kondisi para santri yang menjalani perawatan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ini Tampang dan Nama Alumni Cak Surabaya yang Ditangkap Kasus Sabu

Saat ini, yang bersangkutan masih diperiksa intensif di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mendalami keterlibatannya.

Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Saat ini, alumni Cak dan Ning Surabaya itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami keterlibatannya.

Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Pemkot Surabaya juga telah mengalokasikan dukungan anggaran serta fasilitas pelatihan khusus bagi pemuda setempat untuk menggerakkan kegiatan positif.

Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

Melalui gerakan Merawat Bumi Pertiwi yang diinisiasi PDI Perjuangan, hutan bakau, limbah sampah, hingga hasil laut kini bertransformasi menjadi ekonomi tinggi.

Ini Lho Rek, Nama-nama Penjabat yang Tega Korupsi Dana Bencana di Indonesia

Total ada lima orang yang ditetapkan tersangka oleh penyidik KPK, salah satunya merupakan adik dari mantan Kepala BNPB Suharyanto.

Kabar Gembira, PGN Siapkan Jargas Pipa untuk Pelaku UMKM di Trenggalek

Tak hanya soal kepraktisan, perluasan jargas ini juga menjadi jurus ampuh untuk menekan ketergantungan pada energi impor.