Minggu, 01 Nov 2026 01:47 WIB

Ada Pedagang Dinyatakan Reaktif, Pasar Simo dan Simo Gunung Ditutup 14 Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 07 Mei 2020 23:39 WIB

Surabaya (selalu.id) - Berdasarkan hasil rapat dengan pihak terkait, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, diputuskan tidak mengoperasikan dua pasar sementara. Dua pasar tersebut, yakni Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung. Dua pasar ini masuk dalam pengelolaan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Surabaya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, tidak dioperasionalkannya dua pasar ini karena sebelumnya ada pedagang yang beraktifitas di dua pasar ini berdasarkan hasil swab berstatus confirm positif covid-19. Adapun tidak dioperasionalkannya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung diberlakukan mulai 7 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

“Tadi mulai pukul 12.00 WIB dua pasar ini mulai tidak dioperasionalkan,” kata Agus Hebi, Kamis (7/5/2020).

Menurutnya, sebelumnya ada dua pedagang yang berstatus positif covid-19 dan sudah meninggal dunia. Langkah tidak dioperasionalkannya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung adalah untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Sesuai protokol, langkah ini yang harus kami lakukan,” katanya.

Adapun sebelum tidak dioperasionalkannya dua pasar ini, telah dilakukan rapid test terhadap sejumlah pedagang. Rapid test dilakukan secara acak. Ada 20 pedagang di Pasar Simo yang dirapid test, sedangkan di Pasar Simo Gunung sebanyak 10 pedagang.

Rencana awal, pasar akan tidak dioperasionalkan sementara. Maksudnya, direksi PD Pasar Surya memang telah mengeluarkan surat bahwa tidak ada aktivitas di pasar sejak pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

“Tetapi jika hasil rapid test terhadap pedagang itu dinyatakan negatif covid-19, pasar bisa dioperasionalkan kembali,” papar Agus Hebi.

Tetapi nyatanya, kata dia, hasil rapid test menyatakan lain. Dari 30 pedagang yang di-rapid test itu, lima di antaranya dinyatakan reaktif. Rinciannya, satu orang adalah pedagang di Pasar Simo dan empat lainnya di Pasar Simo Gunung.

“Itu hasil rapid test yang kami terima. Ada beberapa pedagang yang hasilnya reaktif, artinya terpapar covid-19 sehingga dua pasar ini harus dikarantina atau isolasi mandiri selama 14 hari,” terangnya.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Bahkan, jika digabungkan dengan hasil rapid test yang dilakukan terhadap PKL (pedagang kaki lima) di sekitar kawasan Pasar Simo, jumlah yang reaktif bertambah satu orang. Sebab sebelumnya juga telah dilakukan rapid test kepada sejumlah PKL yang dilakukan Rabu (6/5/2020) malam.

Sementara itu, mengenai pengamanan selama tidak dioperasionalkannya kedua pasar tersebut, Agus Hebi menyatakan, bahwa PD Pasar Surya akan berkirim surat kepada instansi terkait.

“Nanti PD Pasar Surya yang akan berkirim surat untuk meminta bantuan personel pengamanan, selain ada personel dari PD Pasar Surya sendiri,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.