Minggu, 08 Nov 2026 17:46 WIB

Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 24 Sep 2026 07:56 WIB
Korban selamat KM Virgo Transport 8 diguyur air kembang saat tiba di Trawas, Mojokerto. (Supri/selalu.id)
Korban selamat KM Virgo Transport 8 diguyur air kembang saat tiba di Trawas, Mojokerto. (Supri/selalu.id)

Syaiful Nurudin, salah satu korban selamat tragedi KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa pulang ke rumahnya di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Pria 35 tahun itu disambut isak tangis haru keluarga dan warga yang sudah menunggu kepulangannya. Ia pulang kerumahnya diantar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Baca Juga: Nasi Jagung Mbah Suci, Porsi Kuli Hanya 4.000 yang Buka 40 Tahun di Mojokerto

Pria yang dikenal sebagai sopir itu didampingi oleh istrinya Ela Nur Istika (29), serta kedua anaknya yang masih berusia 9 tahun dan 14 bulan.

Syaiful disambut lantunan salawat serta beberapa tradisi seperti disiram air kembang, dikalungi uang kertas hingga diberi pakaian jubah warna putih beserta kopiah.

Hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatannya setelah melalui kejadian yang menegangkan saat KM Virgo Transport 8 mengalami musibah.

Salah satu warga sekitar Idawati, mengatakan masyarakat sangat antusias menyambut kepulangan Syaiful ke rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya serta berharap bisa segera beraktivitas seperti sedia kala.

"Alhamdulillah warga sekitar antusias sekali atas kedatangan Pak Saiful. Tujuannya agar pak Saiful bisa menjalankan aktivitas lagi usai tenggelam dan selamat, seperti hidup baru lagi dan mengais rezeki nyopirnya lancar," kata Idawati, Rabu (23/9/2026) malam.

Baca Juga: Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Sementara, Syaiful Nurudin mengaku bersyukur bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah mengalami kejadian yang tidak mudah dilupakan.

"Ya alhamdulillah senang bisa berkumpul keluarga kembali," ucapnya.

Meski sudah berada di rumah dan bertemu keluarga, Syaiful masih terlihat menyimpan trauma akibat kejadian yang dialaminya. Ia belum banyak berbicara terkait musibah tersebut.

Baca Juga: Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

"Gak bisa cerita panjang, masih ada rasa trauma," singkatnya.

Dilokasi yang sama, istri Syaiful Nur Istika tak kuasa menahan tangis saat sanak keluarga dan kerabat mendatangi kediamannya tersebut, ia mengaku tak bisa mengucapkan kata-kata lagi selain rasa syukur.

"Pokoknya alhamdulillah, gak bisa diucapkan lagi," pungkasnya.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.

BKK 2027 600 Juta/Desa, Subandi: Percepatan Pembangunan hingga Harmonisasi Perangkat

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa.

DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam

Kini DLH Surabaya menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kabar Eks Kapolri dan Menteri Soal Dugaan Sadap Presiden, Kabareskrim: Tidak Benar

Polri telah menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Peringatan! Buang Puntung Rokok di Surabaya Bisa Didenda 1 Juta

Ketentuan tersebut berlaku sejak 14 September 2026 melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 45 Tahun 2026.