Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Sabtu, 12 Sep 2026 20:18 WIB
selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong pelayanan publik yang tidak hanya berpusat di fasilitas pemerintahan, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. Salah satunya melalui program Homecare yang menyasar warga dengan kondisi rentan dan membutuhkan perhatian khusus.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, bersama Camat dan Kepala Puskesmas Jelbuk melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan layanan Homecare di sejumlah titik di Kecamatan Jelbuk, jumat (11/9/2026)
Baca Juga: Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif, Pemkab Jember Raih Penghargaan Nasional
Sedikitnya empat hingga lima lokasi menjadi sasaran kunjungan. Tim menyambangi warga lanjut usia, penyandang disabilitas mental, hingga ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi.
Dalam keterangannya Akhmad Lukman Helmi mengatakan bahwa, pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara layak.
“Yang kami datangi adalah warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, sampai ibu hamil risiko tinggi,” ujar Helmi.
Ia mengatakan, kegiatan di Jelbuk kali ini merupakan kunjungan tahap kedua. Setelah menyisir wilayah sekitar pusat kecamatan, pelayanan Homecare akan terus diperluas menuju kawasan yang lebih terpencil.
Persoalan geografis menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program tersebut. Sebab, tidak semua rumah warga dapat dijangkau kendaraan roda empat.
Baca Juga: Pembahasan KUA-PPAS 2027 Rampung, Pemkab Jember dan DPRD Sepakati Target Pendapatan Rp4,5 Triliun
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Puskesmas bersama masyarakat menyiapkan mekanisme evakuasi menggunakan tandu bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis atau ibu hamil yang harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Pemkab Jember juga menyiapkan konsep rumah singgah bagi warga dari wilayah pelosok, terutama ibu hamil yang telah mendekati waktu persalinan.
“Kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan Dinas Sosial untuk memanfaatkan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara,” jelas Helmi.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko keterlambatan penanganan karena jarak tempuh warga menuju fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Kabar Baik! 8.190 PPPK Paruh Waktu Jember Diperpanjang, Siap Dialihkan jadi Penuh Waktu
Di sisi lain, Helmi menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan jajaran Puskesmas Jelbuk yang terus melakukan pelayanan langsung ke lapangan.
Ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak semata-mata diukur dari penghargaan, tetapi dari kesediaan aparatur untuk hadir dan membantu masyarakat.
“Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah,” katanya.(ADV)77
Editor : Redaksi