Jumat, 07 Agu 2026 00:06 WIB

Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Persebaya Surabaya juara Piala Presiden 2026. (Dok. Instagram @officialpialapresiden).
Persebaya Surabaya juara Piala Presiden 2026. (Dok. Instagram @officialpialapresiden).

selalu.id - Penantian panjang Persebaya Surabaya akhirnya berbuah manis dengan cara yang sangat dramatis.

Tim berjuluk Bajul Ijo itu keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan rival abadi mereka, Persib Bandung, lewat drama adu penalti 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Kemenangan ini diraih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu 120 menit usai.

Partai puncak yang mempertemukan dua raksasa sepak bola Indonesia tersebut sudah menyajikan laga sengit sejak peluit awal dibunyikan.

Jual beli serangan tak terelakkan, meski tak ada satu tim pun yang benar-benar mendominasi jalannya laga.

Persebaya menjadi kubu pertama yang memecah kebuntuan. Pada menit ke-20, striker Ramadhan Sananta membuktikan ketajamannya dengan membobol gawang Maung Bandung sekaligus membawa Persebaya memimpin 1-0.

Namun, keunggulan Bajul Ijo tak bertahan lama. Hanya berselang empat menit, Persib merespons lewat aksi bek asal Argentina, Patricio Matricardi.

Memanfaatkan situasi bola mati pada menit ke-24, ia sukses mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1.

Baca Juga: Pentolan Bonek Andie Peci Berpulang

Gol balasan cepat tersebut membuat tensi pertandingan kian tinggi. Persib sempat mengambil alih penguasaan bola, sementara Persebaya mengancam lewat skema serangan balik cepat yang kerap merepotkan barisan pertahanan lawan.

Masuk babak kedua, benturan keras dan duel-duel sengit makin mewarnai lapangan. Skuad Persebaya tampil lebih agresif menekan, sedangkan anak-anak asuh Igor Tolic lebih sabar menunggu momentum serangan balik.

Meski peluang emas terus tercipta dari kedua belah pihak, penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta ketangguhan para kiper membuat skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis.

Laga berlanjut ke babak extra time 2x15 menit, namun intensitas tinggi tak juga menghasilkan gol tambahan.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Berujung Nyawa

Pertandingan pun terpaksa ditentukan lewat babak adu penalti. Dalam momen penuh tekanan tersebut, mental para eksekutor Persebaya terbukti lebih siap.

Enam penendang Persebaya sukses menjalankan tugasnya dengan dingin. Sementara itu, Persib harus merelakan trofi jatuh ke tangan lawan setelah hanya mampu mengonversi lima gol.

Skor 6-5 di babak adu penalti memastikan Persebaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 sekaligus mengakhiri turnamen pramusim ini sebagai kampiun.

Di sisi lain, Persib harus puas menyandang status runner-up di hadapan ribuan pendukungnya yang memadati Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Bromo Makin Meluas, Kini Mengarah ke Puncak B29 Lumajang

BPBD Probolinggo pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak nekat ke kawasan yang terbakar.

DPRD Surabaya Minta Polemik RM Ayam Goreng Ny Suharti Tuntas dengan Transparan dan Humanis

Fathoni menilai, persoalan ini sudah menyita perhatian masyarakat luas sehingga tidak lagi bisa diselesaikan sekadar sebagai urusan internal Pemkot Surabaya.

60 Remaja di Sidoarjo Idap HIV: Tujuh Meninggal, 53 Berjuang Hidup

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina meminta masyarakat tidak merespons angka ini dengan kepanikan.

Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Guna membendung penularan vertikal ini, layanan skrining berdasarkan siklus hidup terus diperkuat, termasuk lewat program triple eliminasi.

Bukan Sekadar Tuan Rumah, DPRD Surabaya Ingin Porprov Jatim 2027 Berbasis Sportainment dan Dongkrak UMKM

Menurut Fathoni, Porprov Jatim 2027 bukan sekadar pertandingan olahraga. Ini adalah momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Tiga Direksi PDAM Surabaya Resmi Berganti, Berikut Namanya

Tantangan terbesar direksi baru bukan hanya menjaga kondisi keuangan perusahaan tetap sehat, tetapi juga memastikan pelayanan publik berjalan optimal.