Rabu, 28 Okt 2026 16:32 WIB

Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Sep 2026 14:47 WIB
Screenshot video TikTok @edi.macan7
Screenshot video TikTok @edi.macan7

selalu.id - Video seorang pria bertato yang mengaku membela masyarakat kecil viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, di akun TikTok @edi.macan7 pria itu menantang pihak yang disebutnya membela pemerintah dan menyinggung penertiban parkir di Surabaya.

Baca Juga: Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Pria yang terlihat mengenakan kaus tanpa lengan itu menyampaikan pernyataannya dengan nada tinggi. Ia menegaskan, penampilan bertato tidak otomatis membuat seseorang menjadi preman.

“Tak tantang sama saya, badan saya bertato tapi saya bukan preman bro,” ucapnya video akun @edi.macan7, yang diunggah Selasa (8/9/2026) lalu.

Ia juga menyatakan kesiapannya mengumpulkan rekan-rekannya dari LSM dan media untuk mengumpulkan data terkait persoalan yang terjadi di Surabaya.

“Tak kumpulkan semua rekan-rekan saya LSM media itu, ayo gak apa-apa, tak kumpulkan data semua yang ada di Surabaya ini,” katanya.

Pria bernama akun TikTok Edi Macan tersebut menyinggung penertiban parkir yang menurutnya berdampak pada masyarakat kecil. Ia mengaku tidak memiliki kepentingan sebagai tukang parkir, tetapi ingin membela orang-orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

“Siapapun, pak, yang sifatnya orang itu tidak punya, orang susah, orang pekerjaannya hanya berapa rupiah, ya, saya bela, pak,” ujarnya.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Pria itu kemudian menyoroti keberadaan juru parkir yang hanya mengandalkan pendapatan harian. Ia mempertanyakan penertiban parkir apabila tidak disertai solusi bagi masyarakat yang kehilangan penghasilan.

“Kalau memang ingin bebas parkir, pak, ya, kalian, pak, bukan jukir, kalian karyawan, kalian sudah ada pemasukan, kalian sudah ada aset, tapi mereka-mereka ini butuh makan,” katanya.

Pria ini juga mengingatkan Eri terkait penertiban parkir dibanding penertiban praktek pitrad dan hiburan malam.

"Tak tantang sama saya, tak kumpulkan data pitrad. Berani gak? Arek-arek posting, ekspos gak direken kok ngomong penertiban sing duwek rong ewu. Opo kon iku," ujarnya lagi.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Ia juga membandingkan penertiban pada masa kepemimpinan Tri Rismaharini dengan kondisi yang menurutnya terjadi saat ini.

“Risma gak tau ngudek parkir, gak tau nguruk PKL, nertipan-nertipan, tapi sewajarnya dia, memberikan relokasi, memberikan tempat yang layak,” ucapnya.

Pria tersebut menegaskan, dirinya tidak membenarkan tindakan premanisme. Namun, ia meminta masyarakat tidak menilai seseorang hanya dari penampilan.

“Jangan melihat orang dari casingnya,” katanya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Remaja 15 Tahun Dianiaya dan Dibacok di Sidoarjo, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Peristiwa tersebut dilatarbelakangi solidaritas terhadap seorang teman para tersangka yang sebelumnya mengalami kekerasan.

DPRD Sidoarjo Cari Solusi Sound Horeg, Kenyamanan Warga dan Ekonomi Harus Berjalan Seimbang

Sound horeg menjadi salah satu dari 16 aspek ketertiban umum yang menjadi perhatian legislatif.

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Gaungkan Patriotik, Gigih, Berempati

Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Pemkot dan DPRD Mojokerto Setujui 13 Raperda, Fokus APBD 2027 di Pendidikan dan Stunting

Tema besarnya adalah “Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya melalui Daya Saing Sektor Unggulan Daerah”.

Masuk Musim Hujan, Komisi C DPRD Surabaya Temukan Progres Proyek Masih 12 Persen

Kondisi tersebut harus segera diselesaikan agar proyek yang tinggal menyisakan pekerjaan akhir tidak justru berhenti ketika musim hujan tiba.

Sore Ini Presiden Prabowo akan Temui Menlu Singapura

Kedatangan Menlu Singapura ke Indonesia berlangsung mendadak sejak Selasa pagi.