Sabtu, 24 Okt 2026 02:08 WIB

Rombongan Jurnalis Hilang Kontak saat Hendak Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Rombongan Jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat hendak liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa).
Rombongan Jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat hendak liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Tim SAR gabungan menerjunkan belasan personel untuk melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Para awak media tersebut diduga mengalami kendala saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto mengungkapkan, rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita sejak Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB.

"Komunikasi terakhir korban dengan Jurnalis Lampung atas nama Abay terjadi pada pukul 14.42 WIB, Senin, 7 September 2026. Saat itu korban sempat mengirimkan share location terakhir, sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak pada pukul 15.04 WIB," terang Eko dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Eko menyebutkan, titik koordinat duga lokasi terakhir keberadaan rombongan tersebut berada di posisi 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T, heading 288.34°, dengan jarak sekitar 9.98 NM dari RIB 02 BTN.

Baca Juga: Virgo Transport 8 Hilang Kontak Usai Hadapi Cuaca Buruk, SAR Surabaya Kerahkan Kapal dan Helikopter

Pihak kepolisian baru menerima laporan resmi terkait insiden ini dari jurnalis Antara Banten bernama Bayu pada Selasa (8/9/2026) siang, sekitar pukul 13.55 WIB.

Untuk mempercepat proses pencarian, sebanyak 23 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Tim SAR gabungan ini terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, serta 16 personel Basarnas Banten dengan mengerahkan kapal KN Tetuka.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut antara lain M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (Freelance), sementara dua orang lainnya masih dalam proses pendataan pihak berwenang.

Baca Juga: Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) tercatat kembali meningkat sepanjang hari Selasa (8/9/2026).

Melansir data Magma Kementerian ESDM, gunung api di perairan Selat Sunda tersebut telah mengalami eropsi sebanyak empat kali sejak dini hari hingga siang hari, dengan erupsi terakhir terekam pada pukul 11.34 WIB.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.