Sidoarjo Sandang Status Kabupaten STBM 5 Pilar, Jadi yang ke-5 di Jawa Timur
- Penulis : Ariyanto
- | Jumat, 24 Jul 2026 13:17 WIB
selalu.id - Kabupaten Sidoarjo resmi menyandang status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar, setelah dinyatakan memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Capaian tersebut menempatkan Sidoarjo sebagai kabupaten kelima dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil mencapai standar sanitasi berbasis masyarakat secara menyeluruh.
Baca Juga: Benteng Perlindungan Generasi Muda, Cara Sidoarjo Persempit Ruang Gerak Pengedar Narkoba
Predikat itu diperoleh setelah tim verifikasi lapangan Kementerian Kesehatan melakukan penilaian di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.
Hasil verifikasi menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi faktor dominan dalam keberhasilan tersebut.
Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kementerian Kesehatan, Sulvy Dwi Anggraini, menilai keberhasilan Sidoarjo tidak hanya ditopang program pemerintah daerah, tetapi juga lahir dari keterlibatan aktif masyarakat yang konsisten menjaga kualitas sanitasi lingkungan.
"Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa," kata Sulvy di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh kepala keluarga di Sidoarjo atau 100 persen telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan.
Selain itu, 97 persen kepala keluarga membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun. Sedangkan 89 persen lainnya telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman.
Pada indikator lainnya, sebanyak 83 persen kepala keluarga telah melakukan pengamanan sampah rumah tangga. Sementara itu, 72 persen kepala keluarga tercatat melaksanakan pengamanan limbah cair rumah tangga sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Penjelasan Dinkes soal Banyaknya Angka Kasus HIV/AIDS Anak dan Remaja di Sidoarjo
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan STBM di Sidoarjo tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana fisik, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat.
Hal ini menjadi indikator penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Bupati Sidoarjo, Subandi menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, perangkat wilayah, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam penguatan program sanitasi.
"Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan. Ikhtiar ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sehat dan sejahtera," katanya.
Subandi menyatakan bahwa tantangan menjaga kualitas sanitasi di wilayah perkotaan seperti Sidoarjo masih cukup besar karena tingginya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat. Karena itu, pengawasan serta pendampingan kepada warga harus terus dilakukan agar capaian yang telah diraih tidak bersifat sementara.
Baca Juga: Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo
Ia juga meminta camat, kepala desa, serta jajaran puskesmas tetap mengawal penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.
"Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi bagaimana kolaborasi ini terus dijaga agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," tegasnya.
Ke depan, penerapan STBM 5 Pilar diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain menjaga kualitas lingkungan, keberlanjutan program ini juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit yang dipicu oleh buruknya sanitasi.
Editor : Zein Muhammad