Jumat, 24 Jul 2026 18:44 WIB

Sidoarjo Sandang Status Kabupaten STBM 5 Pilar, Jadi yang ke-5 di Jawa Timur

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 24 Jul 2026 13:17 WIB
Bupati Subandi saat menerima sertifikat Kabupaten STBM 5 Pilar di Pendopo Delta Wibawa. (Dok. Pemkab Sidoarjo).
Bupati Subandi saat menerima sertifikat Kabupaten STBM 5 Pilar di Pendopo Delta Wibawa. (Dok. Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Kabupaten Sidoarjo resmi menyandang status Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar, setelah dinyatakan memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. 

Capaian tersebut menempatkan Sidoarjo sebagai kabupaten kelima dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil mencapai standar sanitasi berbasis masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga: Benteng Perlindungan Generasi Muda, Cara Sidoarjo Persempit Ruang Gerak Pengedar Narkoba

Predikat itu diperoleh setelah tim verifikasi lapangan Kementerian Kesehatan melakukan penilaian di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. 

Hasil verifikasi menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi faktor dominan dalam keberhasilan tersebut.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kementerian Kesehatan, Sulvy Dwi Anggraini, menilai keberhasilan Sidoarjo tidak hanya ditopang program pemerintah daerah, tetapi juga lahir dari keterlibatan aktif masyarakat yang konsisten menjaga kualitas sanitasi lingkungan.

"Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa," kata Sulvy di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh kepala keluarga di Sidoarjo atau 100 persen telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan. 

Selain itu, 97 persen kepala keluarga membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun. Sedangkan 89 persen lainnya telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman.

Pada indikator lainnya, sebanyak 83 persen kepala keluarga telah melakukan pengamanan sampah rumah tangga. Sementara itu, 72 persen kepala keluarga tercatat melaksanakan pengamanan limbah cair rumah tangga sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Penjelasan Dinkes soal Banyaknya Angka Kasus HIV/AIDS Anak dan Remaja di Sidoarjo

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan STBM di Sidoarjo tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana fisik, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat. 

Hal ini menjadi indikator penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Bupati Sidoarjo, Subandi menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, perangkat wilayah, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam penguatan program sanitasi.

"Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan. Ikhtiar ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sehat dan sejahtera," katanya.

Subandi menyatakan bahwa tantangan menjaga kualitas sanitasi di wilayah perkotaan seperti Sidoarjo masih cukup besar karena tingginya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat. Karena itu, pengawasan serta pendampingan kepada warga harus terus dilakukan agar capaian yang telah diraih tidak bersifat sementara.

Baca Juga: Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Ia juga meminta camat, kepala desa, serta jajaran puskesmas tetap mengawal penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

"Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi bagaimana kolaborasi ini terus dijaga agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya," tegasnya.

Ke depan, penerapan STBM 5 Pilar diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Selain menjaga kualitas lingkungan, keberlanjutan program ini juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit yang dipicu oleh buruknya sanitasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Lapak Barang Bekas di Kaliwaron Digerebek, Temukan Kursi Besi Berlogo Pemkot Surabaya

Dalam temuan ini, seorang yang diduga sebagai pemilik lapak turut dibawa ke Polsek Gubeng untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Makam Keputih Surabaya Bakal Diterapkan Parkir Non-Tunai dan Sistem Gate Ber-CCTV

Langkah ini diambil setelah banyaknya laporan warga terkait tarif parkir yang melebihi ketentuan atau terlalu mahal.

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Drastis Bosku, Mama Pasti Marah Ini

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Awas Ada Orang Licik Suka Menghasut, Tapi Kebaikan juga Datang

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Meski begitu tetap waspada.

FKPPH Jatim Tebar Semangat Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Tanam Mangrove

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Anniversary FKPPH Ke-39 yang mengusung tema "39 Tahun Mengabdi, Berkarya Sepenuh Hati".

Atasi Kendala Transportasi Warga Miskin, Pemkab Jember Luncurkan Layanan Kesehatan Home Care

Selain pelayanan medis, Pemkab Jember juga akan memberikan bantuan sembako secara berkala kepada keluarga kurang mampu sebagai bentuk dukungan.