Jumat, 23 Okt 2026 04:49 WIB

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pemkot Mojokerto saat menggelar pelatihan usaha kuliner di Lapas Kelas IIB Mojokerto. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Pemkot Mojokerto saat menggelar pelatihan usaha kuliner di Lapas Kelas IIB Mojokerto. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berupaya memperkuat kapasitas ekonomi masyarakatnya, tak terkecuali bagi para warga binaan pemasyarakatan.

Melalui program pemberdayaan daerah, Pemkot Mojokerto menggelar pelatihan usaha kuliner di Lapas Kelas IIB Mojokerto selama dua hari, mulai 7 hingga 8 September 2026.

Baca Juga: Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, pada Senin (7/9/2026).

Ning Ita, sapaan wali kota, menyampaikan bahwa sasaran program pelatihan kapasitas masyarakat tahun ini secara khusus diarahkan kepada para warga binaan yang mayoritas berdomisili di Kota Mojokerto.

"Khusus tahun 2026 ini kami sasar warga binaan di Lapas Mojokerto. Harapannya setelah bebas mereka punya keterampilan yang bisa jadi modal usaha, khususnya di bidang kuliner," ujarnya.

Pemilihan materi pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe berbasis bahan kecap hingga olahan keripik.

Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Menurut Ning Ita, sektor kuliner dipilih karena potensinya yang masih sangat besar di Kota Mojokerto. Pertumbuhan lini usaha seperti restoran, kafe, warung makan, hingga Pedagang Kaki Lima (PKL) terus meningkat setiap tahunnya.

Bahkan, sektor perdagangan yang berkaitan erat dengan bisnis kuliner mencatatkan kontribusi signifikan, yakni lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto.

"Tempat-tempat kuliner terus bermunculan. Resto, kafe, warung, PKL juga banyak. Jadi peluang usaha kuliner masih sangat terbuka luas di Kota Mojokerto, termasuk bagi para mantan warga binaan," jelasnya.

Baca Juga: 21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyambut positif langkah nyata dari Pemkot Mojokerto. Kehadiran langsung Wali Kota dianggap menjadi dorongan moral yang kuat bagi para narapidana.

"Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota Mojokerto. Beliau hadir langsung di tengah warga binaan yang sedang menjalani pidana, dan sebagian besar adalah warga Kota Mojokerto," ungkapnya.

Arifin berharap pelatihan yang diikuti oleh 60 warga binaan ini mampu memberikan bekal konkrit agar mereka siap mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa hukumannya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk