Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Senin, 07 Sep 2026 18:40 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berupaya memperkuat kapasitas ekonomi masyarakatnya, tak terkecuali bagi para warga binaan pemasyarakatan.
Melalui program pemberdayaan daerah, Pemkot Mojokerto menggelar pelatihan usaha kuliner di Lapas Kelas IIB Mojokerto selama dua hari, mulai 7 hingga 8 September 2026.
Baca Juga: Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar
Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, pada Senin (7/9/2026).
Ning Ita, sapaan wali kota, menyampaikan bahwa sasaran program pelatihan kapasitas masyarakat tahun ini secara khusus diarahkan kepada para warga binaan yang mayoritas berdomisili di Kota Mojokerto.
"Khusus tahun 2026 ini kami sasar warga binaan di Lapas Mojokerto. Harapannya setelah bebas mereka punya keterampilan yang bisa jadi modal usaha, khususnya di bidang kuliner," ujarnya.
Pemilihan materi pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe berbasis bahan kecap hingga olahan keripik.
Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro
Menurut Ning Ita, sektor kuliner dipilih karena potensinya yang masih sangat besar di Kota Mojokerto. Pertumbuhan lini usaha seperti restoran, kafe, warung makan, hingga Pedagang Kaki Lima (PKL) terus meningkat setiap tahunnya.
Bahkan, sektor perdagangan yang berkaitan erat dengan bisnis kuliner mencatatkan kontribusi signifikan, yakni lebih dari 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto.
"Tempat-tempat kuliner terus bermunculan. Resto, kafe, warung, PKL juga banyak. Jadi peluang usaha kuliner masih sangat terbuka luas di Kota Mojokerto, termasuk bagi para mantan warga binaan," jelasnya.
Baca Juga: 21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyambut positif langkah nyata dari Pemkot Mojokerto. Kehadiran langsung Wali Kota dianggap menjadi dorongan moral yang kuat bagi para narapidana.
"Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota Mojokerto. Beliau hadir langsung di tengah warga binaan yang sedang menjalani pidana, dan sebagian besar adalah warga Kota Mojokerto," ungkapnya.
Arifin berharap pelatihan yang diikuti oleh 60 warga binaan ini mampu memberikan bekal konkrit agar mereka siap mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa hukumannya.
Editor : Zein Muhammad