Selasa, 25 Agu 2026 01:00 WIB

Pemkot Surabaya Masifkan Penertiban Parkir, Wajib Berizin dan Transparan Lewat Digitalisasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Jul 2026 19:32 WIB
Ilustrasi parkir. (Dok. Istimewa).
Ilustrasi parkir. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus bergerak masif dalam menertibkan area perparkiran di seluruh wilayah Kota Pahlawan. 

Langkah tegas ini diambil demi mewujudkan penyelenggaraan parkir yang aman, tertib, lancar, sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui transparansi digital.

Baca Juga: Saat Semangat Bung Karno dan Bung Tomo Menyatu di Final Soekarno Cup 2026

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Rachmad Basari, menegaskan bahwa penertiban ini menyasar para pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan, seperti tidak mengantongi izin resmi maupun yang menolak menerapkan sistem transaksi digital.

“Prinsipnya sudah disampaikan oleh Bapak Wali Kota Eri Cahyadi. Bagi penyelenggara parkir yang tidak berizin dan tidak melaksanakan digitalisasi parkir, kita akan melakukan penutupan sampai mereka mengurus izinnya," jelasnya, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perperkirian, pengelolaan parkir sepenuhnya merupakan kewenangan Pemerintah Daerah. 

Untuk meningkatkan akuntabilitas, Pemkot Surabaya meluncurkan inovasi wajib digitalisasi pajak parkir yang diperkuat melalui Perda Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

"Kenapa harus digitalisasi. Karena itu amanat Perda dan Perwali. Transaksi digital membuat pajak yang dipungut dari konsumen menjadi akuntabel," kata Basari.

Sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), pembagian hasil pajak parkir sebenarnya sangat menguntungkan pelaku usaha. 

Lantaran sebesar 90 persen masuk ke pemilik persil atau pelaku usaha, sedangkan 10 persen diberikan kepada Pemkot Surabaya sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Baca Juga: Meniti Kasih di Ruang Tak Terbatas: Ketika Seni, Kuliner dan Cinta Menyatu di Grand Wedding Fair 2026

Basari mengungkapkan bahwa di Kota Surabaya terdapat 3.016 pelaku usaha yang terdaftar sebagai wajib pajak parkir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82 persen telah menerapkan kebijakan non-tunai. 

Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Bapenda Surabaya, DPMPTSP, DPRKPP dan jajaran Camat dan Lurah setempat masih menemukan sekitar 500 lokasi parkir yang belum menerapkan sistem digital, bahkan beberapa di antaranya kedapatan beroperasi tanpa izin operasional yang valid. 

Penertiban ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Pemkot Surabaya meminta Satpol PP melakukan tindakan tegas di 63 lokasi usaha parkir. 

Salah satu titik yang langsung disegel berada di kawasan pusat kota, yakni area parkir disebelah salah satu restoran di kawasan Jalan Tunjungan pada akhir pekan lalu. 

"Lokasi tersebut tidak berizin dan menolak menerapkan sistem non-tunai,” paparnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

Dari hasil operasi tahap awal di 63 titik tersebut, respons cepat ditunjukkan oleh para pelaku usaha. Sebanyak 62 pelaku usaha langsung beritikad baik mengurus perizinan dan mengintegrasikan sistem digitalisasi parkir dan satu pelaku usaha terpaksa ditutup total operasional parkirnya karena tetap membandel. 

Basari mengingatkan bahwa proses pengurusan izin parkir di Surabaya kini sangat mudah dan cepat. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menghindar.

Pihaknya akan terus menyisir lokasi-lokasi lain secara dinamis, baik untuk Tempat Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) maupun parkir mandiri di persil (perkantoran, restoran, pertokoan).

"Setiap usaha baru yang buka akan langsung kita kawal perizinannya, termasuk digitalisasi parkir dan tax server-nya. Pemantauan berkala bersama pihak kelurahan dan kecamatan akan terus diperketat agar tidak ada lagi tempat parkir yang izinnya mati namun tetap nekat beroperasi," pungkas Basari.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antara Ijazah Kilat dan Penggunaan APBD: Implikasi Hukum Gelar Akademik Anggota DPRD Bojonegoro

Publik kini menanti hasil verifikasi faktual atas dokumen akademik, status akreditasi historis kampus, serta keabsahan data perizinan di kementerian terkait.

Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

Pelaku diketahui bernama Tomy Adi Wijaya. Ia diamankan ketika tertidur pulas dengan kondisi tak mengenakan pakaian dan celana atau telanjang.

Energi Bersih di Hari Kemerdekaan: Warga Semarang Nikmati Kepraktisan dan Hematnya Jargas PGN

Kepala Kelurahan Miroto, Sigit Riyanto mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong warga. 

Pastikan Tepat Sasaran, Penyaluran Dana Petani Gogol di Grabagan Sidoarjo Langsung Door to Door

Langkah jemput bola ini diambil mengingat mayoritas penerima manfaat telah berumur lanjut (lansia).

Kecelakaan Beruntun di Depan Polres Mojokerto, Satu Pemotor Tewas

Saat ini, kecelakaan tersebut tengah didalami Satlantas Polres Mojokerto untuk mencari penyebabnya.

PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Langkah ini didasari evaluasi atas penurunan perolehan suara pada Pemilu 2024.