Sabtu, 06 Jun 2026 16:56 WIB

Ini Alasan Jawa Timur Jadi Incaran Safari Elit Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 31 Mar 2022 17:16 WIB
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam

selalu id - pengamat politik menyebut Jawa Timur adalah barometer politik nasional. Terbukti beberapa tokoh nasional dan elit partai politik memusatkan safari politiknya di bagian timur pulau Jawa ini

Tercatat, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendatangi Jawa Timur

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam menilai, kedatangan mereka, menjadi indikator Jawa Timur masih menjadi barometer politik nasional.

Surokim mengatakan bahwa tipikal pemilih di Jawa Timur juga cenderung heterogen, jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa.

"Artinya, selalu bisa menggambarkan perolehan angka nasional diluar PKB. Itu sudah saya buktikan dari tahun ke tahun," kata Surokim, Kamis (30/3/2022)

Tak hanya itu, Surokim menyampaikan bahwa Jawa Timur juga menjadi sentral nasional dari banyaknya tokoh-tokoh agama maupun ormas.

Sekalipun kontribusi angka secara kuantitas pemilih masih di bawah Jawa Barat, namun, hal itu tak jadi persoalan, Jawa Timur tetap jadi primadona bagi para elit politik nasional.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Jawa timur sekitar 16 persen, Jawa barat sekitar 18 sampai 20 persenan, Jawa tengah di bawah Jawa Timur," terangnya.

Lebih lanjut Surokhim mencontohkan, basis organisasi Islam terbesar di Indonesia berpusat di Jawa Timur. Pun demikian dengan hadirnya tokoh-tokoh yang selalu menjadi jujukan masyarakat.

Oleh karena itu, sebuah kewajaran jika Jawa Timur menjadi episentrum perpolitikan tanah air.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Kalau saya lihat dari kuantitasnya bisa dilihat 1/4, namun politik kan tidak hitung-hitungan kuantitatif seperti itu,"tuturnya.

Ia menambahkan, berdasarkan relasi kultural, tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan maupun agama yang berasal dari Jawa Timur termasuk banyak.

"Mereka menjadi tokoh penting yang selama ini menjadi rujukan," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

pPristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.