Minggu, 02 Agu 2026 22:10 WIB

Ketika China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI, Begini Penjelasan Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu Menteri Keuangan China Lan Fo'an. (Dok. Instagram @menkeuri).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu Menteri Keuangan China Lan Fo'an. (Dok. Instagram @menkeuri).

selalu.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat mendapatkan pertanyaan dari Menteri Keuangan China Lan Fo'an soal realita kondisi fiskal RI.

Pertanyaan ini mencuat karena Kementerian Keuangan China sempat mendengar informasi yang salah tentang kondisi fiskal di Indonesia, dalam pertemuan yang digelar di Beijing pada Rabu (18/6/2026).

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Lulusan SMA, Bea Cukai Buka Rekrutmen di Seluruh Indonesia

"Dari Kementerian Keuangan China, tadinya mereka juga khawatir atau mendengar informasi yang salah tentang kondisi fiskal Indonesia," kata Purbaya dalam tayangan video, dikutip Kamis (18/6/2026).

Atas dasar pertanyaan itu, Purbaya langsung menjelaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia sangat baik. 

Ia menyatakan pemerintah Indonesia berhasil mengendalikan defisit di bawah batas aman UU Keuangan Negara sebesar 3�ri PDB. Sebagai informasi defisit APBN Indonesia berdasarkan data terakhir per Mei 2026 adalah sebesar 0,70�ri produk domestik bruto (PDB) alias senilai Rp 180,4 triliun.

Baca Juga: Purbaya Ancam Rombak Lagi Ditjen Bea Cukai Bila Tak Mampu Lindungi Pasar Lokal

"Saya jelaskan tadi bahwa kondisi fiskal Indonesia amat baik, defisit terkendali, pertumbuhan juga bagus, income dari pajak juga meningkat, sehingga mereka yakin bahwa memang kondisi ekonomi di Indonesia memang baik," paparnya.

"Jadi kita diskusi cukup dalam sehingga kita bisa meyakinkan Kementerian Keuangan China bahwa memang keadaannya seperti itu," tambah Purbaya.

Selain soal stabilitas fiskal, Purbaya mengatakan, menteri keuangan China turut memastikan cara pandang Indonesia dalam menyelesaikan masalah global.

"Penyamaan pandangan kita Indonesia dengan China terhadap cara kita menangani masalah-masalah internasional. Kita cenderung memilih multilateralism, dan kita akan mendukung approach multilateralism di berbagai kancah dunia. Jadi Indonesia dan China akan bekerja sama dalam hal itu," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Hingga kini, KN SAR 249 Permadi bersama tim SAR gabungan masih menyisir lokasi untuk pencarian korban dan pendataan ulang.

Sambut Danbrigif Baru, Bupati Fawait Ajak TNI-Polri Saling Merangkul Bangun Jember

Gus Fawait mengajak seluruh jajaran Forkopimda, instansi vertikal, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan untuk menyatukan langkah.

Update Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: 218 Penumpang Selamat, 4 Meninggal Dunia

Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih bersiaga dan melanjutkan penyisiran di perairan utara Sumenep, Madura.

Arus Bawah PSHT Jatim Buka Ruang Rekonsiliasi dengan M1R, Fokus Kejar Pelaku Pembacokan

Saat ini, fokus utama komunitas Arus Bawah PSHT adalah mendorong aparat segera menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan.

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Sumenep, 250 Penumpang Dievakuasi

Operasi evakuasi ratusan penumpang masih berlangsung. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun penyebab pasti munculnya kobaran api.

Perketat Peredaran Miras, Pemkab Sidoarjo Libatkan Seluruh Camat dalam Operasi Gabungan

Temuan di Graha Kota menjadi salah satu yang paling menonjol dalam operasi itu. Dari bagian depan, bangunan tersebut tampak beroperasi sebagai toko vape.