Rabu, 22 Jul 2026 16:25 WIB

Purbaya Ancam Rombak Lagi Ditjen Bea Cukai Bila Tak Mampu Lindungi Pasar Lokal

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok. Instagram @purbaya).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok. Instagram @purbaya).

selalu.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai harus mampu melindungi pasar dalam negeri atau pasar lokal.

Purbaya mengatakan tidak segan untuk kembali merotasi jabatan di Ditjen Bea dan Cukai jika mengecewakan.

Baca Juga: Ketika China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI, Begini Penjelasan Purbaya

"Ke depan kita tidak boleh main-main lagi karena di posisi yang baru akan dimonitor dengan ketat. Dan kalau ada hal yang mengecewakan, jangan main-main lagi, saya akan atur ulang lagi," tegas Purbaya dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Ia menekankan bahwa kerja, khususnya di bawah Ditjen Bea dan Cukai harus serius dan lebih dalam.

Baca Juga: Bos Rokok HS Dibidik KPK, Ini Dugaan Perkaranya

"Jadi kalau saya ngomong sekali jangan dianggap saya lupa, saya akan ingat terus. Kalau misalnya saya bilang balpres di proses dong sampai pemainnya," jelas Purbaya.

Purbaya mengatakan bahwa Ditjen Bea dan Cukai ada di garis terdepan untuk melindungi potensi pendapatan negara.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Lulusan SMA, Bea Cukai Buka Rekrutmen di Seluruh Indonesia

Dirinya memberikan atensi khusus kepada pasar dalam negeri yang kian digerus perdagangan ilegal.

"Jadi kita semua berada di lini terdepan untuk menjaga pasar dalam negeri dan domestic demand dari persaingan yang tidak fair, dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi dari luar negeri. Kalau kita tidak bisa jaga, cukai saya turun, pajak saya juga turun, saya rugi. Kita semua dirugikan," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.