Jumat, 31 Jul 2026 04:07 WIB

Penampakan Alat Kontrasepsi yang Disediakan Terapis Gion Spa Surabaya

Pouch bag berisi kondom hingga pelumas yang dibawa terapis Gion Spa & Pub saat bekerja. (Dok. KC for selalu.id).
Pouch bag berisi kondom hingga pelumas yang dibawa terapis Gion Spa & Pub saat bekerja. (Dok. KC for selalu.id).

selalu.id - Gion Spa and Resto menjadi sorotan pasca terungkapnya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang saat ini tengah ditangani oleh Polda Lampung. 

Seperti apa dan bagaimanakah situasi di Spa yang berlokasi di ruko HR Muhammad Square D 11-12, Jalan Mayjen HR Muhammad Surabaya itu? 

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

KC, salah satu tamu di sana menceritakan, Gion Spa and Resto menyediakan tempat untuk kongkow di hall lantai 1. Pengunjung dapat bersantai sambil menenggak minuman beralkohol dengan mendengarkan musik. 

Untuk tamu yang menginginkan privasi lebih, bisa menyewa room karaoke yang ada di lantai 2. Sementara untuk layanan pijat dengan jasa terapis-terapis cantik dan berpakaian seksi ada di lantai tiga. Layanan plus-plus juga terang-terangan ditawarkan kepada tamu. 

“Pas datang langsung milih terapisnya. Terus nanti naik ke kamar lantai tiga,” ungkap KC kepada selalu.id, Senin (15/6/2026). 

Ia menjelaskan, saat di kamar terapis akan menawarkan apakah customer mau dipijat terlebih dahulu atau langsung menikmati layanan plus-plus dari sang terapis. 

“Ada kamar mandinya di dalam. Bisa mandi bareng yang mijet,” paparnya. 

Menurut KC, terapis sudah siap dengan alat perangnya yang dibawa dalam tas pouch bening dengan jahitan list hitam di bagian ujung.

Baca Juga: Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

“Di dalam tas itu ada tisu basah, obat kumur yang botol kecil, gel pelumas area intim dan kondom, sama sabun anti bakteri,” katanya sambil menunjukkan foto tas yang ia ceritakan. 

Sementara itu, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi D DPRD Surabaya, Senin (8/6/2026) pekan lalu, manajer operasional, Whang dan Ferlix Prasetya, legal konsultan Gion Spa and Pub menolak keras jika dikaitkan dengan kasus TPPO. 

Dalam rapat, kedua orang itu bahkan kompak membangun narasi bahwa pihaknya merupakan korban dalam perdagangan anak tersebut. 

“Gion (spa and pub) itu menjadi korban di sini karena pihak agensi memasukkan anak di bawah umur dengan memanipulasi KTP dari Lampung,”  kata Ferlix dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi D, dr Akmarawita Kadir. 

Baca Juga: Dibatalkan Mendadak, 500 Warga Surabaya Barat Gigit Jari soal Sertifikat Tanah Gratis

Padahal, Humas Polda Lampung telah menyatakan bahwa dua korban TPPO yang masih berusia 15 tahun dipekerjakan sebagai terapis plus plus selama sebulan di sana.

Manajemen juga membantah adanya layanan pemuas birahi lelaki di sana. Ferlix berdalih, jika terjadi transaksi lendir di kamar, itu permainan sang terapis. 

“Ga ada lah (manajemen sediakan prostitusi). Kalau ada ya terapisnya sendiri itu. Tentu (terapis) ada sanksi dong dari manajemen kalau sampai (prostitusi),” bantah Ferlix. 

Rapat yang awalnya digembar-gemborkan akan membahas kasus eksploitasi anak di Gion Spa and Resto, berakhir dengan rekomendasi sanksi administrasi yang disepakati oleh forum bahwa Gion Spa and Resto harus melengkapi izin serta melakukan evaluasi terhadap perekrutan kerja.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Selain melakukan orasi, mereka melakukan tabur bunga di atas ID Pers yang mereka kumpulkan di depan massa aksi.

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Menurut Nouval, Program Home Care telah mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari sistem pasif menjadi pelayanan yang proaktif.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Program itu lahir dari keprihatinan atas meningkatnya alokasi dana desa yang diikuti tingginya kasus korupsi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.

Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

Sidoarjo dinilai konsisten menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.