Jumat, 31 Jul 2026 04:07 WIB

20.849 Jemaah Haji Jatim Tiba di Surabaya

Rombongan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang tiba di Asrama Haji Sukolilo. (Foto: Sony/selalu.id).
Rombongan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang tiba di Asrama Haji Sukolilo. (Foto: Sony/selalu.id).

selalu.id - Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan lancar memasuki hari ke-15.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) setempat telah menerima kedatangan 55 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.849 orang, atau setara 47 persen dari target keseluruhan sebanyak 44.000 jemaah dan petugas.

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Rinciannya, sebanyak 20.472 orang merupakan jemaah haji, terdiri dari 9.446 pria dan 11.026 wanita. 

Sedangkan 377 orang lainnya adalah petugas yang meliputi 81 pendamping haji, 54 ketua kloter, 55 petugas ibadah, serta 110 tenaga kesehatan yang bertugas mendampingi perjalanan ibadah.

Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menyatakan kelancaran operasional ini berkat kerja sama seluruh unsur pelayanan. 

“Alhamdulillah, proses berjalan lancar dan terkendali. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik mulai dari kedatangan di Bandara Juanda hingga jemaah tiba selamat di daerah asal masing-masing,” katanya kepada selalu.id, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

Dari sisi ketepatan jadwal penerbangan, tercatat 39 penerbangan tiba sesuai jadwal, 9 lebih cepat, dan 7 mengalami keterlambatan yang masih dapat ditangani.

Data administrasi juga mencatat adanya perubahan data keberangkatan, yaitu 142 mutasi keluar meliputi 24 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi, 21 sakit, 10 menunda kepulangan, 5 pulang secara mandiri, serta sejumlah perubahan tempat duduk dan kepindahan kloter. Sebaliknya, tercatat 73 mutasi masuk dari jemaah yang bergabung ke kloter lain.

Sejauh ini, enam nama jemaah tercatat meninggal dunia dalam tahap pemulangan ini, yaitu Hery Widianto dan Wayan Rohani Suwasti dari Kota Malang, Kasijatin Tiba dari Pasuruan, Darsiman Samsuri dari Tuban, Marsinah Marjan dari Bojonegoro, serta Sri Oetari asal Surabaya. 

Baca Juga: Dibatalkan Mendadak, 500 Warga Surabaya Barat Gigit Jari soal Sertifikat Tanah Gratis

Selain itu, ada 13 jemaah lainnya yang masih menjalani perawatan baik di rumah sakit Arab Saudi maupun di dalam negeri, sehingga belum dapat dipulangkan bersama kelompoknya.

PPIH menegaskan akan terus mengawal seluruh tahapan hingga kloter terakhir tiba dengan selamat. 

“Setiap hari kami lakukan pemantauan dan evaluasi agar proses tetap aman, tertib, dan sesuai prosedur. Kami juga mendoakan jemaah yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga,” jelas As’adul Anam.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Selain melakukan orasi, mereka melakukan tabur bunga di atas ID Pers yang mereka kumpulkan di depan massa aksi.

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional

Menurut Nouval, Program Home Care telah mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari sistem pasif menjadi pelayanan yang proaktif.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Wujudkan Desa Anti Korupsi

Program itu lahir dari keprihatinan atas meningkatnya alokasi dana desa yang diikuti tingginya kasus korupsi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.

Pemkab Sidoarjo Sabet Penghargaan Nasional di Peringatan Harganas 2026

Sidoarjo dinilai konsisten menjalankan sejumlah program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting.