Kamis, 03 Sep 2026 17:14 WIB

Perempuan di Surabaya jadi Korban Pencurian ART, Emas dan Dollar Raib

ART, terduga pencuri emas dan dollar milik majikannya di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
ART, terduga pencuri emas dan dollar milik majikannya di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Seorang perempuan asal Jalan Legundi, Genteng, Surabaya menjadi korban dugaan pencurian yang dilakukan asisten rumah tangga (ART) yang direkrut dari aplikasi Facebook.

Atas kejadian ini, korban kehilangan emas batangan dan uang dollar. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dan tengah dilakukan penyelidikan.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Korban diketahui bernama Diah Lesti (32). Ia mengaku merekrut ART tersebut melalui grup Facebook bernama Loker ART Surabaya.

Menurut Lesti, pelaku yang mengaku bernama Nur, tertarik dengan lowongan pekerjaan yang diposting di grup tersebut.

Setelah berkomunikasi dan mencapai kesepakatan, pelaku mulai bekerja pada Senin 20 April 2026.

“Awalnya saya nyari ART lewat Facebook. Lewat grub di Facebook, namanya Loker ART Surabaya,” kata Lesti, Rabu (20/5/2026).

Pada hari pertama bekerja, Nur datang ke rumah korban sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Namun beberapa jam kemudian, pelaku berpamitan untuk menjemput anaknya.

“Waktu itu dia pagi datang sekitar jam 7, terus jam 10 pamit pulang jemput anaknya. Tapi dia gak balik-balik,” jelasnya.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Karena pelaku tidak kembali bekerja, korban mulai merasa curiga. Lesti kemudian mencoba melakukan pengecekan nomor telepon pelaku melalui aplikasi Get Contact.

Hasil pengecekan tersebut membuat korban terkejut karena nomor telepon pelaku mendapat banyak tanda sebagai penipu dari pengguna lain. Setelah itu, korban langsung memeriksa barang-barang di rumahnya.

“Aku cek di Get Contact, ternyata banyak yang ngasih tag penipu. Akhirnya saya cek-cek, kok ada yang hilang barangku. Emas batangan sama dollar yang hilang,” ungkap Lesti.

Korban menduga pelaku memanfaatkan situasi saat berada di dalam rumah untuk mengambil barang berharga miliknya. Hingga kini keberadaan pelaku juga belum diketahui.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Kasus dugaan pencurian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Genteng untuk ditindaklanjuti.

Polisi diharapkan dapat segera melakukan penyelidikan dan mengungkap identitas asli pelaku.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya membenarkan laporan tersebut. Kini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Masih dalam penyelidikan, masih kami dalami,” kata Vian saat dikonfirmasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.