Senin, 27 Jul 2026 00:11 WIB

Pemkab Sidoarjo Dukung Beasiswa Santri Jatim 2026

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 11 Jun 2026 21:24 WIB
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana (tengah) saat menghadiri peluncuran Program Beasiswa Santri Jawa Timur 2026 di Kantor Setdaprov (Dok. Tim Wabup for selalu.id).
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana (tengah) saat menghadiri peluncuran Program Beasiswa Santri Jawa Timur 2026 di Kantor Setdaprov (Dok. Tim Wabup for selalu.id).

selalu.id - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menyambut positif peluncuran Program Beasiswa Santri Jawa Timur Tahun 2026 yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi.

Baca Juga: Berani Lepas Karier ASN, Perempuan Asal Sidoarjo Ini Sukses Kembangkan Batik Lokal

Mimik menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus memberikan perhatian kepada kalangan pesantren melalui program beasiswa yang telah berjalan selama puluhan tahun tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus memberikan perhatian kepada para santri melalui program beasiswa ini," katanya.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para santri di Kabupaten Sidoarjo untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan mengembangkan kompetensi di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi,” tambah Mimik.

Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri peluncuran Program Beasiswa Santri Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan dihadiri para wakil kepala daerah, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan perguruan tinggi dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren melalui program beasiswa yang telah berjalan sejak 2006.

Pada tahun 2026, program tersebut menghadirkan terobosan baru melalui skema berbasis Science, Technology, Engineering, Economics and Mathematics (STEM), sebagai upaya memperluas peluang karier dan kontribusi santri dalam pembangunan.

Baca Juga: Harkopnas 79 di Sidoarjo jadi Ajang Konsolidasi Anggota Koperasi

“Kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur dan diversifikasi akademik dengan memberikan akses kepada para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” kata Khofifah.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab tantangan perkembangan global, termasuk pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke kawasan Asia.

Melalui kerja sama yang semakin luas dengan berbagai lembaga pendidikan, diharapkan lahir sumber daya manusia yang profesional sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan.

Sementara Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar, menjelaskan bahwa tahun ini tersedia 1.100 kuota beasiswa yang mencakup program sarjana, magister, doktoral, perguruan tinggi keagamaan, hingga studi di Universitas Al-Azhar.

“Sejak tahun 2019 hingga saat ini sudah ada 150 perguruan tinggi yang bekerja sama, termasuk Al-Azhar Mesir,” ujarnya.

Baca Juga: Polresta Sidoarjo Borong Penghargaan Nasional, Berikut Rinciannya

Mimik Idayana manambahkan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung penuh para santri berprestasi agar dapat memanfaatkan program tersebut. Ia berharap semakin banyak lulusan pesantren yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

“Kami berharap semakin banyak putra-putri terbaik dari pesantren di Sidoarjo yang dapat memanfaatkan program ini. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung lahirnya generasi santri yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” jelasnya.

Abdul Halim Soebahar berharap Program Beasiswa Santri Jawa Timur dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan pesantren merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas bagi masa depan Jawa Timur.

“Program ini telah terbukti melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menjadi investasi penting bagi masa depan Jawa Timur,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bentrokan Susulan Usai Keributan di AmbYar, Massa Datangi Markas Ormas di Jalan Teuku Umar

Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial dan grup percakapan.

Tawuran Kelompok Debt Collector Vs Petugas Valet Klub Malam Surabaya, Satu Orang Jarinya Putus

Keributan bermula saat dua orang yang diduga debt collector mendatangi lokasi untuk menarik sebuah mobil yang disebut menunggak cicilan.

Komitmen Lestarikan Lingkungan, SIER Gelar Mangrove Eco Run 3.0

Partisipasi SIER dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi kawasan industri dalam mendukung penguatan ekosistem lingkungan berbasis kolaborasi.

Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

Melalui surat tersebut, Apecsi berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi pertimbangan Pemkot dalam memilih direksi KBS.

Kos di Surabaya Bisa jadi Data Hunian: Penghuni Dipermudah Pemilik Kos Resah

Alamat kos dikhawatirkan tetap menjadi tujuan pencarian debt collector maupun pihak lain.

Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari rumah sakit.