Senin, 27 Jul 2026 00:12 WIB

Cerita Menyentuh di Mojokerto, Curi Rokok untuk Bayar Sekolah Anak

Alfin Setyo Tunggal, pemilik toko yang rokoknya dicuri. (Foto: Supri/selalu.id).
Alfin Setyo Tunggal, pemilik toko yang rokoknya dicuri. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Seorang pencuri mengirimkan sepucuk surat usai membawa beberapa bungkus rokok dan uang tunai setelah masuk ke toko di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Aksi pencurian itu terjadi pada Sabtu (7/6/2026) lalu. Satu hari kemudian, ada sepucuk surat yang berisi permintaan maaf kepada pemilik toko yang ditinggalkan di depan toko.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bongkar Jaringan Curanmor-Perampokan di Malang, 2 Pelaku Ditembak

Isi surat itu sedikit menyayat hati, lantaran pelaku tersebut mengaku nekat mencuri karena terdesak pembiayaan pendidikan anak yang harus segera dibayarkan.

Pemilik toko Alfin Setyo Tunggal (37), mengatakan awal kejadian pencurian itu ketika dirinya curiga dengan tingkah seorang pria yang terlihat keluar masuk tokonya.

"Saya lihat dari jauh kok keluar masuk terus, akhirnya saya curiga. Akhirnya saya tangkap, ternyata dia bawa rokok. Saya suruh keluarkan semua," katanya, Kamis (11/6/2026).

Alfin menambahkan, saat ditangkap pelaku mengaku hanya mengambil beberapa bungkus rokok saja.

Lantaran merasa iba dan kasihan, Alfin memaafkan dan melepaskan pelaku serta tidak melanjutkan ke proses hukum. Tetapi korban yang sudah memeriksa toko, ternyata uang di laci juga dicuri.

"Dia ngakunya cuma ambil rokok. Setelah saya maafkan dan pergi, ternyata uang di laci juga hilang. Tahu uang hilang saya cari dan kejar tapi tidak ketemu" jelasnya.

Menurut Alfin, besoknya dirinya kembali dibuat terkejut lantaran didepan tokonya ditemukan sepucuk surat yang diduga kuat ditinggalkan oleh pelaku pencurian tersebut.

Baca Juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG

"Tiba-tiba besoknya, istri saya membangunkan saya katanya ada surat di depan toko. Ternyata surat dari maling itu," ungkapnya.

Isi surat tersebut berisi permintaan maaf sekaligus pengakuan alasan di balik aksi pencurian yang dilakukan. Pelaku mengaku kesulitan mendapatkan pinjaman untuk membayar biaya semester anaknya.

"Bapak/Ibu ngapunten seng katah, saya kepepet pak buk butuh uang. Nyari pinjaman nggak ada buat bayar semester anak saya. Kalau nggak kebayar nggak bisa ikut," tulis pelaku dalam suratnya.

Tak hanya meminta maaf, pelaku juga berjanji akan mengembalikan uang yang telah diambil setelah menerima gaji dua minggu berikutnya.

Baca Juga: Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

"Uang Bapak Rp325.000, saya gajian dua minggu lagi saya kembalikan Rp 400 ribu," lanjut isi surat tersebut.

Meski mengaku tersentuh dengan isi surat yang ditinggalkan pelaku, Alfin tetap memilih melaporkan kejadian itu kepada pihak Polsek Pungging.

Hingga kini, ia masih menunggu apakah pelaku akan menepati janjinya untuk mengembalikan uang yang telah diambil.

"Saya sekarang menunggu respons dari pelaku tersebut," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bentrokan Susulan Usai Keributan di AmbYar, Massa Datangi Markas Ormas di Jalan Teuku Umar

Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial dan grup percakapan.

Tawuran Kelompok Debt Collector Vs Petugas Valet Klub Malam Surabaya, Satu Orang Jarinya Putus

Keributan bermula saat dua orang yang diduga debt collector mendatangi lokasi untuk menarik sebuah mobil yang disebut menunggak cicilan.

Komitmen Lestarikan Lingkungan, SIER Gelar Mangrove Eco Run 3.0

Partisipasi SIER dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi kawasan industri dalam mendukung penguatan ekosistem lingkungan berbasis kolaborasi.

Berani Lepas Karier ASN, Perempuan Asal Sidoarjo Ini Sukses Kembangkan Batik Lokal

Untuk menguasai teknik membatik, Dyah belajar secara otodidak dan berguru kepada tujuh perajin dari berbagai kota.

Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

Melalui surat tersebut, Apecsi berharap masukan yang disampaikan dapat menjadi pertimbangan Pemkot dalam memilih direksi KBS.

Harkopnas 79 di Sidoarjo jadi Ajang Konsolidasi Anggota Koperasi

Bupati Sidoarjo Subandi menilai keberadaan koperasi memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.