Senin, 02 Nov 2026 15:37 WIB

Cerita Menyentuh di Mojokerto, Curi Rokok untuk Bayar Sekolah Anak

Alfin Setyo Tunggal, pemilik toko yang rokoknya dicuri. (Foto: Supri/selalu.id).
Alfin Setyo Tunggal, pemilik toko yang rokoknya dicuri. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Seorang pencuri mengirimkan sepucuk surat usai membawa beberapa bungkus rokok dan uang tunai setelah masuk ke toko di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Aksi pencurian itu terjadi pada Sabtu (7/6/2026) lalu. Satu hari kemudian, ada sepucuk surat yang berisi permintaan maaf kepada pemilik toko yang ditinggalkan di depan toko.

Baca Juga: Maling yang Bobol Toko di Randu Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Jejak Kejahatannya

Isi surat itu sedikit menyayat hati, lantaran pelaku tersebut mengaku nekat mencuri karena terdesak pembiayaan pendidikan anak yang harus segera dibayarkan.

Pemilik toko Alfin Setyo Tunggal (37), mengatakan awal kejadian pencurian itu ketika dirinya curiga dengan tingkah seorang pria yang terlihat keluar masuk tokonya.

"Saya lihat dari jauh kok keluar masuk terus, akhirnya saya curiga. Akhirnya saya tangkap, ternyata dia bawa rokok. Saya suruh keluarkan semua," katanya, Kamis (11/6/2026).

Alfin menambahkan, saat ditangkap pelaku mengaku hanya mengambil beberapa bungkus rokok saja.

Lantaran merasa iba dan kasihan, Alfin memaafkan dan melepaskan pelaku serta tidak melanjutkan ke proses hukum. Tetapi korban yang sudah memeriksa toko, ternyata uang di laci juga dicuri.

"Dia ngakunya cuma ambil rokok. Setelah saya maafkan dan pergi, ternyata uang di laci juga hilang. Tahu uang hilang saya cari dan kejar tapi tidak ketemu" jelasnya.

Menurut Alfin, besoknya dirinya kembali dibuat terkejut lantaran didepan tokonya ditemukan sepucuk surat yang diduga kuat ditinggalkan oleh pelaku pencurian tersebut.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

"Tiba-tiba besoknya, istri saya membangunkan saya katanya ada surat di depan toko. Ternyata surat dari maling itu," ungkapnya.

Isi surat tersebut berisi permintaan maaf sekaligus pengakuan alasan di balik aksi pencurian yang dilakukan. Pelaku mengaku kesulitan mendapatkan pinjaman untuk membayar biaya semester anaknya.

"Bapak/Ibu ngapunten seng katah, saya kepepet pak buk butuh uang. Nyari pinjaman nggak ada buat bayar semester anak saya. Kalau nggak kebayar nggak bisa ikut," tulis pelaku dalam suratnya.

Tak hanya meminta maaf, pelaku juga berjanji akan mengembalikan uang yang telah diambil setelah menerima gaji dua minggu berikutnya.

Baca Juga: Detik-detik Takmir Amankan Pencuri Kotak Amal di Masjid Baitusshodiqqin Nganjuk

"Uang Bapak Rp325.000, saya gajian dua minggu lagi saya kembalikan Rp 400 ribu," lanjut isi surat tersebut.

Meski mengaku tersentuh dengan isi surat yang ditinggalkan pelaku, Alfin tetap memilih melaporkan kejadian itu kepada pihak Polsek Pungging.

Hingga kini, ia masih menunggu apakah pelaku akan menepati janjinya untuk mengembalikan uang yang telah diambil.

"Saya sekarang menunggu respons dari pelaku tersebut," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Potensi kenaikan BBM harus disikapi sejak awal lewat skema anggaran yang fleksibel.

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.

Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Lima lokasi itu berada di Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari.

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.

Pelindo Daya Sejahtera Perkuat Struktur Korporasi Lewat Konsolidasi Usaha

PDS direncanakan menggabungkan diri ke dalam PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.