Kamis, 17 Sep 2026 16:49 WIB

Cerita Menyentuh di Mojokerto, Curi Rokok untuk Bayar Sekolah Anak

Alfin Setyo Tunggal, pemilik toko yang rokoknya dicuri. (Foto: Supri/selalu.id).
Alfin Setyo Tunggal, pemilik toko yang rokoknya dicuri. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Seorang pencuri mengirimkan sepucuk surat usai membawa beberapa bungkus rokok dan uang tunai setelah masuk ke toko di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Aksi pencurian itu terjadi pada Sabtu (7/6/2026) lalu. Satu hari kemudian, ada sepucuk surat yang berisi permintaan maaf kepada pemilik toko yang ditinggalkan di depan toko.

Baca Juga: Sambil Menyelam Minum Air, Remaja Mojokerto Curi 6 Tabung Elpiji di Tempat Kerja

Isi surat itu sedikit menyayat hati, lantaran pelaku tersebut mengaku nekat mencuri karena terdesak pembiayaan pendidikan anak yang harus segera dibayarkan.

Pemilik toko Alfin Setyo Tunggal (37), mengatakan awal kejadian pencurian itu ketika dirinya curiga dengan tingkah seorang pria yang terlihat keluar masuk tokonya.

"Saya lihat dari jauh kok keluar masuk terus, akhirnya saya curiga. Akhirnya saya tangkap, ternyata dia bawa rokok. Saya suruh keluarkan semua," katanya, Kamis (11/6/2026).

Alfin menambahkan, saat ditangkap pelaku mengaku hanya mengambil beberapa bungkus rokok saja.

Lantaran merasa iba dan kasihan, Alfin memaafkan dan melepaskan pelaku serta tidak melanjutkan ke proses hukum. Tetapi korban yang sudah memeriksa toko, ternyata uang di laci juga dicuri.

"Dia ngakunya cuma ambil rokok. Setelah saya maafkan dan pergi, ternyata uang di laci juga hilang. Tahu uang hilang saya cari dan kejar tapi tidak ketemu" jelasnya.

Menurut Alfin, besoknya dirinya kembali dibuat terkejut lantaran didepan tokonya ditemukan sepucuk surat yang diduga kuat ditinggalkan oleh pelaku pencurian tersebut.

Baca Juga: Ketagihan Judi Online, Pria di Pacitan Nekat Curi Uang dan Emas Rp350 Juta

"Tiba-tiba besoknya, istri saya membangunkan saya katanya ada surat di depan toko. Ternyata surat dari maling itu," ungkapnya.

Isi surat tersebut berisi permintaan maaf sekaligus pengakuan alasan di balik aksi pencurian yang dilakukan. Pelaku mengaku kesulitan mendapatkan pinjaman untuk membayar biaya semester anaknya.

"Bapak/Ibu ngapunten seng katah, saya kepepet pak buk butuh uang. Nyari pinjaman nggak ada buat bayar semester anak saya. Kalau nggak kebayar nggak bisa ikut," tulis pelaku dalam suratnya.

Tak hanya meminta maaf, pelaku juga berjanji akan mengembalikan uang yang telah diambil setelah menerima gaji dua minggu berikutnya.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

"Uang Bapak Rp325.000, saya gajian dua minggu lagi saya kembalikan Rp 400 ribu," lanjut isi surat tersebut.

Meski mengaku tersentuh dengan isi surat yang ditinggalkan pelaku, Alfin tetap memilih melaporkan kejadian itu kepada pihak Polsek Pungging.

Hingga kini, ia masih menunggu apakah pelaku akan menepati janjinya untuk mengembalikan uang yang telah diambil.

"Saya sekarang menunggu respons dari pelaku tersebut," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

"Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," teriak mahasiswa.

Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.

Gas Muncul dari Sumur di Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Pantau Potensi Bahaya

Fenomena tersebut tidak boleh hanya dilihat dari sisi potensi sumber daya alam.

Pedagang Tanjung Sari Cemas dan Pertanyakan Jam Operasional Tak Merata ke Satpol PP Surabaya

Petugas datang berulang kali dalam sehari untuk melakukan pemantauan dan dokumentasi.