Minggu, 02 Agu 2026 01:02 WIB

Keluh Warga Surabaya Imbas BBM Nonsubsidi Naik Hari Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 10 Jun 2026 14:17 WIB
Antrean pom bensin di Jalan Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Antrean pom bensin di Jalan Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang mulai hari ini, 10 Juni 2026 menuai keluhan dari sejumlah warga Surabaya.

Lonjakan harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter dinilai cukup memberatkan, terutama bagi pengguna setia Pertamax.

Baca Juga: 2 Oknum Petugas DLH Surabaya Peras Pedagang di Kawasan Tugu Pahlawan, Ini Tampangnya

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (9/6/2026), harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Alex, warga Surabaya mengaku belum mendapati kenaikan harga saat mengisi BBM di SPBU Bratang Surabaya pada Rabu (10/6/2026) pagi. Saat ia membeli, harga Pertamax masih normal.

“Tadi saya ke SPBU Bratang sekitar pukul 09.00 WIB, harganya belum naik, masih normal. Isi Rp25 ribu masih dapat sekitar 2,1 liter seperti biasa,” katanya kepada selalu.id.

Meski demikian, pria 49 tahun ini menilai kenaikan harga Pertamax sulit diterima masyarakat. Menurutnya, kenaikan tersebut terasa janggal mengingat Indonesia merupakan negara penghasil minyak bumi.

“Kalau Pertamax naik seperti ini sangat menyesatkan. Padahal Indonesia penghasil minyak bumi,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Ani (26). Sebagai pengguna Pertamax, ia mengaku cukup terkejut dengan besarnya kenaikan harga yang diberlakukan.

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Transparan di Sektor Energi, PGN Gandeng Kejati Jatim

“Kenaikannya cukup tinggi, jadi tentu akan terasa. Bukan cuma soal biaya isi BBM, tapi biasanya kenaikan seperti ini juga berdampak ke harga-harga kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Ani berharap pemerintah maupun pihak terkait memberikan penjelasan yang lebih transparan mengenai alasan kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut.

“Harusnya ada penjelasan yang jelas. Semoga ke depan ada solusi yang tidak terlalu membebani masyarakat,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Resty (28). Pengguna sepeda motor Yamaha Mio ini mengaku tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk menjaga performa mesin kendaraan.

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

“Saya selalu pakai Pertamax karena bagus untuk mesin, apalagi motor saya Yamaha Mio. Tapi kalau harganya naik seperti ini tentu pengeluaran bertambah,” katanya.

Menurut Resty, kenaikan harga BBM terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Karena itu, setiap kenaikan harga bahan bakar akan berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat sehari-hari.

“Nilai rupiah juga sedang melemah, jadi semuanya ikut terdampak. Ampun kalau begini terus," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim

Majelis menyatakan Hudiyono terbukti turut serta dalam perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama mantan Kadispendik Jawa Timur dan Jimmy.

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Anggota PSHT di Ambyar Superclub Surabaya

Polrestabes Surabaya berkomitmen memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Urgent! Balita Sakit Anemia Berat di Mojokerto Butuh Bantuan Donor Darah O Bombay Rhesus Positif

Saat ini, bayi yang berusia 2 tahun 3 bulan itu tengah dirawat di RS Sido Waras, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Membutuhkan bantuan segera.

Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare. Hasilnya, untuk kebutuhan SPPG.

Pelindo Regional 3 dan Kejati Jatim Sepakati Optimalisasi Tata Kelola Perusahaan

Perjanjian Kerja Sama (PKS) kali ini juga memperkuat aspek pemulihan aset sebagai bagian penting dalam menjaga aset strategis negara.

APBD Sidoarjo 2025 Surplus Rp61,7 Miliar, DPRD Minta Percepatan Penyerapan Belanja

Namun di balik capaian tersebut, DPRD Sidoarjo tetap memberikan sejumlah catatan evaluatif, terutama terkait optimalisasi penyerapan belanja daerah.