Kamis, 17 Sep 2026 23:55 WIB

Keluh Warga Surabaya Imbas BBM Nonsubsidi Naik Hari Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 10 Jun 2026 14:17 WIB
Antrean pom bensin di Jalan Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Antrean pom bensin di Jalan Dipenogoro Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang mulai hari ini, 10 Juni 2026 menuai keluhan dari sejumlah warga Surabaya.

Lonjakan harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter dinilai cukup memberatkan, terutama bagi pengguna setia Pertamax.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (9/6/2026), harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Alex, warga Surabaya mengaku belum mendapati kenaikan harga saat mengisi BBM di SPBU Bratang Surabaya pada Rabu (10/6/2026) pagi. Saat ia membeli, harga Pertamax masih normal.

“Tadi saya ke SPBU Bratang sekitar pukul 09.00 WIB, harganya belum naik, masih normal. Isi Rp25 ribu masih dapat sekitar 2,1 liter seperti biasa,” katanya kepada selalu.id.

Meski demikian, pria 49 tahun ini menilai kenaikan harga Pertamax sulit diterima masyarakat. Menurutnya, kenaikan tersebut terasa janggal mengingat Indonesia merupakan negara penghasil minyak bumi.

“Kalau Pertamax naik seperti ini sangat menyesatkan. Padahal Indonesia penghasil minyak bumi,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Ani (26). Sebagai pengguna Pertamax, ia mengaku cukup terkejut dengan besarnya kenaikan harga yang diberlakukan.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

“Kenaikannya cukup tinggi, jadi tentu akan terasa. Bukan cuma soal biaya isi BBM, tapi biasanya kenaikan seperti ini juga berdampak ke harga-harga kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Ani berharap pemerintah maupun pihak terkait memberikan penjelasan yang lebih transparan mengenai alasan kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut.

“Harusnya ada penjelasan yang jelas. Semoga ke depan ada solusi yang tidak terlalu membebani masyarakat,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Resty (28). Pengguna sepeda motor Yamaha Mio ini mengaku tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk menjaga performa mesin kendaraan.

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

“Saya selalu pakai Pertamax karena bagus untuk mesin, apalagi motor saya Yamaha Mio. Tapi kalau harganya naik seperti ini tentu pengeluaran bertambah,” katanya.

Menurut Resty, kenaikan harga BBM terjadi di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Karena itu, setiap kenaikan harga bahan bakar akan berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat sehari-hari.

“Nilai rupiah juga sedang melemah, jadi semuanya ikut terdampak. Ampun kalau begini terus," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.

Cakra Muda Indonesia Aksi di Pemkot Surabaya, Desak Usut Tuntas Kasus Gratifikasi dan TPPU DSDABM

Selain mendesak kejaksaan, massa aksi juga menyasar Wali Kota Surabaya untuk segera mengevaluasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang terindikasi kasus.