Minggu, 07 Jun 2026 16:47 WIB

Malam Satu Suro 2026 Kapan? Berikut Jadwal, Sejarah hingga Maknanya

Ilustrasi ritual malam satu suro. (Dok. Google Gemini).
Ilustrasi ritual malam satu suro. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - 1 Suro 1960 atau Tahun Baru Jawa pada 2026 bertepatan pada Rabu, 17 Juni 2026 (weton Rabu Kliwon).

Pergantian kalender Jawa dimulai pada malam sebelumnya, sehingga Malam 1 Suro akan berlangsung pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Baca Juga: Tumbal Wedhus Kendit hingga Perjanjian Mematikan di Balik Pesugihan Gunung Kawi

Lantas, apa sejarah dan makna Malam Satu Suro?

Sejarah Malam Satu Suro berawal dari era Sultan Agung Hanyokrokusumo yang ingin menyatukan kalender Saka dan kalender Hijriah menjadi kalender Jawa, yakni tepatnya pada tahun 1940. 

Penyatuan ini bertujuan untuk memperluas ajaran Islam dan menyatukan rakyatnya. 

Berdasarkan situs Kemendikbud RI, Satu Suro menandai awal bulan pertama dalam kalender Jawa, yaitu bulan Suro. 

Nama Suro berasal dari kata Arab 'Asyura', yang berarti sepuluh atau hari kesepuluh bulan Muharram. 

Dalam dialek Jawa, istilah ini berubah menjadi Suro. Di beberapa daerah, perayaan ini juga dikenal dengan sebutan Suran.

Bagi masyarakat Jawa, Malam Satu Suro bukan hanya pergantian tahun, tetapi juga momen untuk introspeksi diri, refleksi spiritual, dan membersihkan diri dari aura negatif. 

Baca Juga: Operasi Aman Suro 2025, Polda Jatim Kerahkan Puluhan Ribu Personel Gabungan

Berbagai macam tradisi dilakukan dan setiap daerah di Jawa memiliki tradisi Malam satu Suro yang unik dan khas. 

Di Yogyakarta misalnya, terdapat tradisi kirab budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional.

Di Surakarta, masyarakat melakukan ritual memandikan kerbau bule yang dipercaya membawa berkah. 

Kemudian di Banyuwangi, tradisi Larung Sesaji di laut menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Tidak hanya itu, terdapat pula tradisi seperti tirakatan, memandikan diri dengan air kembang tujuh warna, dan ziarah ke makam leluhur menjadi bagian penting dalam menyambut malam penuh makna ini.

Baca Juga: Tahun Baru Islam, PDIP Surabaya: Momentum Hijrah Pemulihan Ekonomi dari Pandemi

Akan tetapi, Malam Satu Suro bukan hanya tentang tradisi dan ritual, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. 

Di tengah gempuran modernitas, malam ini menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur budaya Jawa dan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Bagi masyarakat Jawa, Malam Satu Suro adalah momen istimewa untuk memperkuat rasa persatuan, melestarikan budaya, dan merenungkan diri.

Sedangkan bagi kalian yang merupakan wisatawan, momen ini bisa menjadi kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Jawa yang penuh makna dan tradisi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

IKPI Surabaya Gelar Donor Darah, Bagikan Sembako hingga Borong Kupon Bulan Dana PMI

‎Enggan Nursanti menyebut, target kali ini 200 orang donor darah sukarela, dan diharapkan akan meningkat menjadi 250 pada donor darah Agustus mendatang.

Cara Liburan Murah di Kota Surabaya, Dijamin Nagihin Bestie

Yuk, mulai rencanakan traveling hematmu ke Kota Surabaya sekarang juga. Nikmati pengalaman yang tak terlupakan.

Perceraian Bukan Akhir Segalanya: Memahami Hak Anak dan Kewajiban Orang Tua Setelah Berpisah

Meskipun hak asuh diberikan ke salah satu pihak, pihak lainnya tetap memiliki hak dan kewajiban untuk berinteraksi serta berpartisipasi dalam kehidupan anak.

Kisah Pilu Si ML: Perempuan yang Minta Perlindungan Kerabat, Malah Disetubuhi Sampai Hamil

Kepercayaan keluarga kepada BO tumbuh seiring waktu. Kehadirannya dianggap mampu membuat ML lebih tenang dan perlahan bangkit dari tekanan yang dialaminya.

Punya Mobil yang Sudah Dijual? Data Belum Diurus Bisa Bikin Gagal Dapat Bansos

Menurut Eddy aset yang sudah berpindah tangan tetapi belum dibalik nama masih akan terbaca sebagai milik pemilik lama dalam sistem.

Tinggal 0,32 Persen Lagi, Perekaman KTP-el Surabaya Nyaris 100 Persen

Hingga awal Juni 2026, capaian perekaman telah mencapai 99,68 persen atau sekitar 2,247 juta jiwa dari total 2.254.680 penduduk wajib KTP.