Minggu, 18 Okt 2026 19:17 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BPBD Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 31 Mei 2026 19:42 WIB
Tanggap bencana, personel BPBD Kabupaten Pasuruan mengevakuasi pohon tumbang. (Dok.Pemkab Pasuruan) 
Tanggap bencana, personel BPBD Kabupaten Pasuruan mengevakuasi pohon tumbang. (Dok.Pemkab Pasuruan) 

selalu.id - Cuaca di Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola yang tidak menentu. Setelah beberapa hari dilanda panas terik, sejumlah wilayah tiba-tiba diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama hingga memicu genangan dan banjir.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. 

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Peringatan tersebut ditujukan terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun wilayah yang rentan terdampak angin kencang. BPBD menilai perubahan cuaca yang berlangsung secara drastis berpotensi meningkatkan risiko kejadian bencana di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan dinamika cuaca yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius dari masyarakat. Selain sulit diprediksi, perubahan kondisi atmosfer berlangsung cukup cepat sehingga dapat memicu berbagai dampak di lapangan.

"Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan harus diwaspadai.Karena cuaca ini perubahannya sangat dinamis. Tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya hujan lebat berjam-jam sampai banjir," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Sabtu (30/5/2026).

Dampak cuaca ekstrem tersebut mulai dirasakan di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan. BPBD mencatat sejumlah kejadian berupa pohon tumbang, kerusakan rumah akibat terpaan angin kencang, hingga munculnya genangan yang mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga: Sederet Cara PMI Surabaya Deteksi Dini Penyakit Menular di Tengah Cuaca Ekstrem

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian terjadi di Desa Legok, Kecamatan Gempol. Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati menyebabkan peningkatan debit air hingga akhirnya meluap ke jalan dan kawasan permukiman.

“Seperti di Desa Legok, Kecamatan Gempol kamis kemarin. Terjadi hujan intensitas tinggi pada wilayah hulu DAS Wrati sehingga pukul delapan malam, debit air naik dan perlahan meluap ke jalan dan pemukiman warga," jelasnya.

Menurut BPBD, upaya mitigasi perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi potensi kerugian akibat cuaca buruk. Warga diimbau memeriksa kondisi lingkungan sekitar, mulai dari saluran drainase yang tersumbat, pohon besar yang berisiko tumbang, hingga bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan saat hujan deras maupun angin kencang.

Baca Juga: Fenomena Baru Muncul di Indonesia, Begini Imbauan Penting dari BMKG

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta menghindari lokasi-lokasi yang berisiko saat cuaca buruk melanda.

“Kami mengimbau warga tetap hati-hati saat beraktivitas. Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” harapnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Pasuruan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana. Pemantauan dilakukan untuk memastikan respons penanganan dapat dilakukan secara cepat di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Greget Mama, Ini Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.