Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BPBD Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini
- Penulis : Ariyanto
- | Minggu, 31 Mei 2026 19:42 WIB
selalu.id - Cuaca di Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola yang tidak menentu. Setelah beberapa hari dilanda panas terik, sejumlah wilayah tiba-tiba diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama hingga memicu genangan dan banjir.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Sederet Cara PMI Surabaya Deteksi Dini Penyakit Menular di Tengah Cuaca Ekstrem
Peringatan tersebut ditujukan terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun wilayah yang rentan terdampak angin kencang. BPBD menilai perubahan cuaca yang berlangsung secara drastis berpotensi meningkatkan risiko kejadian bencana di sejumlah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan dinamika cuaca yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius dari masyarakat. Selain sulit diprediksi, perubahan kondisi atmosfer berlangsung cukup cepat sehingga dapat memicu berbagai dampak di lapangan.
"Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan harus diwaspadai.Karena cuaca ini perubahannya sangat dinamis. Tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya hujan lebat berjam-jam sampai banjir," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Sabtu (30/5/2026).
Dampak cuaca ekstrem tersebut mulai dirasakan di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan. BPBD mencatat sejumlah kejadian berupa pohon tumbang, kerusakan rumah akibat terpaan angin kencang, hingga munculnya genangan yang mengganggu aktivitas warga.
Baca Juga: Fenomena Baru Muncul di Indonesia, Begini Imbauan Penting dari BMKG
Salah satu kejadian yang menjadi perhatian terjadi di Desa Legok, Kecamatan Gempol. Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati menyebabkan peningkatan debit air hingga akhirnya meluap ke jalan dan kawasan permukiman.
“Seperti di Desa Legok, Kecamatan Gempol kamis kemarin. Terjadi hujan intensitas tinggi pada wilayah hulu DAS Wrati sehingga pukul delapan malam, debit air naik dan perlahan meluap ke jalan dan pemukiman warga," jelasnya.
Menurut BPBD, upaya mitigasi perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi potensi kerugian akibat cuaca buruk. Warga diimbau memeriksa kondisi lingkungan sekitar, mulai dari saluran drainase yang tersumbat, pohon besar yang berisiko tumbang, hingga bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan saat hujan deras maupun angin kencang.
Baca Juga: Pohon 15 Meter Tumbang di Depan Gedung DPRD Jatim, Ganggu Lalulintas
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta menghindari lokasi-lokasi yang berisiko saat cuaca buruk melanda.
“Kami mengimbau warga tetap hati-hati saat beraktivitas. Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” harapnya.
Saat ini BPBD Kabupaten Pasuruan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana. Pemantauan dilakukan untuk memastikan respons penanganan dapat dilakukan secara cepat di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem.
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-14023-cuaca-ekstrem-masih-mengintai-bpbd-pasuruan-keluarkan-peringatan-dini-
