Sabtu, 18 Jul 2026 01:16 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, BPBD Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 31 Mei 2026 19:42 WIB
Tanggap bencana, personel BPBD Kabupaten Pasuruan mengevakuasi pohon tumbang. (Dok.Pemkab Pasuruan) 
Tanggap bencana, personel BPBD Kabupaten Pasuruan mengevakuasi pohon tumbang. (Dok.Pemkab Pasuruan) 

selalu.id - Cuaca di Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola yang tidak menentu. Setelah beberapa hari dilanda panas terik, sejumlah wilayah tiba-tiba diguyur hujan deras dalam durasi cukup lama hingga memicu genangan dan banjir.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. 

Baca Juga: Sederet Cara PMI Surabaya Deteksi Dini Penyakit Menular di Tengah Cuaca Ekstrem

Peringatan tersebut ditujukan terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun wilayah yang rentan terdampak angin kencang. BPBD menilai perubahan cuaca yang berlangsung secara drastis berpotensi meningkatkan risiko kejadian bencana di sejumlah kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan dinamika cuaca yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius dari masyarakat. Selain sulit diprediksi, perubahan kondisi atmosfer berlangsung cukup cepat sehingga dapat memicu berbagai dampak di lapangan.

"Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan harus diwaspadai.Karena cuaca ini perubahannya sangat dinamis. Tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya hujan lebat berjam-jam sampai banjir," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Sabtu (30/5/2026).

Dampak cuaca ekstrem tersebut mulai dirasakan di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan. BPBD mencatat sejumlah kejadian berupa pohon tumbang, kerusakan rumah akibat terpaan angin kencang, hingga munculnya genangan yang mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga: Fenomena Baru Muncul di Indonesia, Begini Imbauan Penting dari BMKG

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian terjadi di Desa Legok, Kecamatan Gempol. Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati menyebabkan peningkatan debit air hingga akhirnya meluap ke jalan dan kawasan permukiman.

“Seperti di Desa Legok, Kecamatan Gempol kamis kemarin. Terjadi hujan intensitas tinggi pada wilayah hulu DAS Wrati sehingga pukul delapan malam, debit air naik dan perlahan meluap ke jalan dan pemukiman warga," jelasnya.

Menurut BPBD, upaya mitigasi perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi potensi kerugian akibat cuaca buruk. Warga diimbau memeriksa kondisi lingkungan sekitar, mulai dari saluran drainase yang tersumbat, pohon besar yang berisiko tumbang, hingga bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan saat hujan deras maupun angin kencang.

Baca Juga: Pohon 15 Meter Tumbang di Depan Gedung DPRD Jatim, Ganggu Lalulintas

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta menghindari lokasi-lokasi yang berisiko saat cuaca buruk melanda.

“Kami mengimbau warga tetap hati-hati saat beraktivitas. Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” harapnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Pasuruan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana. Pemantauan dilakukan untuk memastikan respons penanganan dapat dilakukan secara cepat di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Universitas Ciputra Surabaya: Musibah Tak Boleh Memutus Kesempatan Mahasiswa Meraih Cita-Cita

Langkah ini dilakukan agar studi tetap berjalan hingga lulus, meski orang tua atau penanggung biaya pendidikan meninggal dunia.

Wyndham Surabaya Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup yang Personal Lewat Peragaan Busana

Lewat acara ini Wyndham Surabaya ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan kreativitas dan gaya hidup, sekaligus mendukung perkembangan talenta lokal.

Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan

Pemkab Jember saat ini juga tengah memperluas kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri untuk membuka program beasiswa internasional.

Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Kasus ini menunjukkan bahwa fenomena tawuran antar kelompok remaja masih menjadi tantangan di Kota Surabaya.

Pelindo Siap Dukung Pembukaan Jalur Penyeberangan Celukan Bawang–Jangkar

Langkah itu ditegaskan sebagai alternatif untuk mendistribusikan arus kendaraan dan mengurangi kepadatan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.

DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Menurut Azhar Kahfi, yang paling penting adalah kecepatan dan ketepatan pemerintah dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.