Senin, 28 Sep 2026 04:25 WIB

Fenomena Baru Muncul di Indonesia, Begini Imbauan Penting dari BMKG

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Dok. Freepik).
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Dok. Freepik).

selalu.id - Fenomena baru muncul di kawasan Jawa hingga Nusa Tenggara. Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan.

BMKG mengungkapkan, saat ini potensi hujan lebat masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia, meski secara rata-rata sudah memasuki musim kemarau. 

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

‎‎BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 27 - 29 April 2026.

‎‎"Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat teramati di Sulawesi Selatan (118,4 mm/hari), Maluku (99,0 mm/hari), Bali (90,3 mm/hari), Gorontalo (81,2 mm/hari), Papua (76,8 mm/hari), Papua Barat (63,6 mm/hari), Kalimantan Tengah (57,7 mm/hari), Sulawesi Tenggara (57,5 mm/hari), Jawa Barat (57,2 mm/hari), dan Bengkulu (56,4 mm/hari)," terang BMKG dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

‎‎Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), yang terpantau melintasi sebagian wilayah Indonesia.

Gelombang tersebut berperan dalam memodulasi proses konvektif pada skala yang lebih luas, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.‎‎

Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 2 turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah barat Indonesia (Pesisir Barat Sumatra), serta terpantau aktif secara spasial melintasi sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.‎‎

"Faktor lokal seperti pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari, serta kelembapan udara yang masih relatif tinggi juga berkontribusi dalam mendukung terbentuknya awan-awan hujan," jelas BMKG.‎‎

Di sisi lain, suhu maksimum harian yang relatif tinggi juga masih teramati di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra Utara (36,8°C), Aceh (36,6°C), Banten (36,2°C), Sulawesi Tengah (35,9°C), Kalimantan Tengah (35,8°C), dan Bengkulu (35,8°C).‎‎

Hal ini menunjukkan, pemanasan pada siang hari masih berlangsung cukup kuat di beberapa wilayah.

‎‎"Kondisi tersebut dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari pada siang hari yang masih cukup tinggi, serta mulai menguatnya monsun Australia. Monsun ini biasa ditandai dengan dominasi angin timuran, yang membawa massa udara relatif lebih kering," paparnya.

Dampaknya, tutupan awan pada pagi hingga siang hari cenderung berkurang sehingga radiasi matahari dapat diterima lebih optimal di permukaan dan mendorong peningkatan suhu udara.

Potensi Cuaca Sepekan ke depan

‎Dalam sepekan ke depan, BMKG memprediksi Monsun Australia menguat dalam beberapa hari ke depan, ditandai dengan pola angin zonal yang semakin didominasi oleh angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia.‎‎

Kondisi ini berperan dalam membawa massa udara yang relatif kering dari wilayah Australia menuju Indonesia, sekaligus menjadi indikasi bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau.‎‎

Pola peralihan musim ini terlihat dari perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari.‎‎

"Pada pagi hingga siang hari, radiasi matahari yang intens menyebabkan proses konveksi yang tinggi, yang kemudian memicu pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari," jelas BMKG.

Hujan yang terjadi biasanya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi yang singkat, serta berpotensi disertai kilat dan angin kencang. 

Kombinasi radiasi matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup dapat menyebabkan suhu yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, diikuti dengan kondisi hujan yang signifikan pada sore hingga malam hari.

Peringatan Dini BMKG‎

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Berikut wilayah di Indonesia yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan:

‎‎Periode 1-4 Mei 2026‎

1. Siaga hujan dengan intensitas sedang-lebat:‎

• Sumatra Utara‎• Sumatra Barat‎• Riau‎• Kepulauan Riau‎• Jambi‎• Sumatra Selatan‎• Kepulauan Bangka Belitung‎• Bengkulu‎• Lampung‎• Jawa Timur‎• Bali‎• Nusa Tenggara Barat (NTB)‎• Kalimantan Barat‎• Kalimantan Tengah‎• Kalimantan Utara‎• dan Kalimantan Selatan‎•.

Kemudian Gorontalo‎• Sulawesi Utara‎• Sulawesi Tengah‎• Sulawesi Barat‎• Sulawesi Selatan‎• Sulawesi Tenggara‎• Maluku Utara‎• Papua Barat‎• Papua Barat Daya‎• Papua Tengah‎• Papua‎• dan Papua Selatan.

2. Siaga hujan dengan intensitas sangat lebat:

• Aceh• Banten• Jawa Barat• Jawa Tengah• D.I Yogyakarta• Kalimantan Timur• Papua Tengah• Papua Pegunungan.

Periode 4-7 Mei 2026:

1. Siaga hujan dengan intensitas sedang-lebat:

* Aceh* Sumatra Utara* Sumatra Barat* Riau* Kepulauan Riau* Jambi* Sumatra Selatan* Kepulauan Bangka Belitung* Bengkulu* Lampung* Banten* DKI Jakarta* Jawa Barat* Jawa Tengah* D.I Yogyakarta* Jawa Timur* Kalimantan Barat* Kalimantan Utara* Kalimantan Selatan* dan Sulawesi Utara*.

Baca Juga: Polda Jatim Siaga Penuh Amankan 7 Gunung Rawan Karhutla

Kemudian Gorontalo* Sulawesi Tengah* Sulawesi Barat* Sulawesi Selatan* Sulawesi Tenggara* Maluku Utara* Maluku* Papua Barat Daya* Papua Barat* Papua Tengah* Papua* dan Papua Selatan.

2. Siaga hujan dengan intensitas sangat lebat:

* Kalimantan Barat* Kalimantan Timur* dan Papua Pegunungan.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem panas sepekan ke depan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya," katanya.

Selain itu, karena beberapa daerah berpotensi masih mengalami hujan lebat, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menghindari dampak dari hujan.

"Kami juga mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," jelasnya.

Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada

Atas kondisi ini, BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.

Persela Lamongan Bantai PSBS Biak 6-0, Ini Kata Coach Bima Sakti

Tambahan tiga angka ini membuat Persela Lamongan kokoh di papan atas Grup B dengan mengemas 9 poin sempurna dari tiga laga.

Pesawat Militer Kongo Jatuh di Pemukiman: 17 Orang Tewas, Termasuk Dua Jenderal

Militer Republik Demokratik Kongo membenarkan dua petinggi hukum militer berada di dalam penerbangan naas tersebut saat menjalankan tugas resmi.

Jejak Kejam Ferdy Sambo dalam Film Skenario Sang Jenderal

Film ini merangkai kronologi tragedi pada 8 Juli 2022 ketika Brigadir J ditemukan tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta.

Foto: Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Setibanya di Banjarmasin, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan medis oleh tim ahli.

Kisah Pilu ART Diperas hingga Disekap Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

Kisah ini bermula lewat linimasa TikTok, yang mengunggah penyaluran jasa ART di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. Para korban tergiur karena gaji Rp3 juta.