Sabtu, 22 Agu 2026 19:15 WIB

Sederet Cara PMI Surabaya Deteksi Dini Penyakit Menular di Tengah Cuaca Ekstrem

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 18 Mei 2026 16:36 WIB
Pelatihan pengendalian KLB dan Surveilance kepada relawan PMI. (Foto: Ade/selalu.id).
Pelatihan pengendalian KLB dan Surveilance kepada relawan PMI. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menggelar pelatihan relawan tentang kewaspadaan terhadap potensi wabah penyakit menular di tengah perubahan cuaca ekstrem, Senin (18/5/2026).

Dalam momen itu, PMI Surabaya juga menyoroti munculnya kasus hantavirus di dunia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pelatihan pengendalian kejadian luar biasa (KLB) dan surveillance berbasis masyarakat.

Baca Juga: Meniti Kasih di Ruang Tak Terbatas: Ketika Seni, Kuliner dan Cinta Menyatu di Grand Wedding Fair 2026

Staf Divisi Kesehatan dan Sosial PMI, Anggi Ardiyansah mengatakan pelatihan tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mendeteksi lebih awal potensi penyakit menular maupun wabah di lingkungan sekitar.

“Jadi kegiatan ini memang sifatnya pemberdayaan masyarakat, khusus untuk pengendalian kejadian luar biasa dan pelaksanaan surveillance berbasis masyarakat,” kata Anggi kepada selalu.id.

Perubahan iklim yang terjadi belakangan ini turut memicu munculnya berbagai penyakit menular.

Apalagi, kondisi cuaca yang berubah drastis dari hujan lebat ke panas ekstrem dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit tertentu.

“Nah, ini juga ada kaitannya dengan panas ekstrem. Ada beberapa penyakit yang sifatnya menular atau wabah yang juga disebabkan oleh dampak panas ekstrem itu,” jelas Anggi.

Pelatihan pengendalian KLB dan Surveilance kepada relawan PMI. (Foto: Ade/selalu.id).Pelatihan pengendalian KLB dan Surveilance kepada relawan PMI. (Foto: Ade/selalu.id).

Baca Juga: Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

Ia menyebut hantavirus menjadi salah satu penyakit yang kini mulai mendapat perhatian. Penyakit tersebut dinilai masuk kategori emerging disease atau penyakit yang kembali muncul dan perlu diwaspadai bersama.

Sementara itu, Wakil Ketua sekaligus Ketua Harian PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat mengatakan pelatihan surveillance masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi dini potensi wabah, termasuk hantavirus.

“Muncul penyakit hantavirus. Nah, ini juga ada kaitannya dengan kegiatan surveillance ini. Jadi ketika ada tanda gejala yang mengarah kepada penyakit menular atau wabah itu teman-teman yang mengikuti pelatihan ini bisa melaporkan,” katanya.

Taufik menjelaskan, metode serupa sebelumnya juga pernah diterapkan PMI saat pandemi Covid-19. Bedanya, saat itu pelatihan dilakukan secara daring karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Eri Perintahkan Tutup Panti Asuhan Tak Berizin di Surabaya Buntut Kasus Kekerasan Seksual

“Nah, karena sekarang sudah tidak ada pembatasan itu kita melakukan secara offline. Itu juga bisa menjadi modal untuk penjagaan hantavirus di tingkat masyarakat,” jelasnya.

Taufik menambahkan, pelatihan pengendalian KLB tidak harus selalu digelar PMI pusat. PMI tingkat kabupaten dan kota juga dapat menginisiasi kegiatan serupa sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

“Teman-teman di kabupaten kota pun bisa menginisiasi untuk melakukan, melalui kegiatan yang memang sudah dimasukkan ke dalam kegiatan rutin,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Armuji mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDIP Surabaya.

Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Rafi mengaku keinginannya memimpin KONI Sidoarjo telah muncul sejak lama.

Semarak HUT RI ke-81, 120 Regu Ramaikan Gerak Jalan Merah Putih di Kota Mojokerto

Mengusung tema kemerdekaan dan Majapahit, para peserta menampilkan kreatifitasnya dengan mengenakan beragam kostum.

Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Bantuan buku mulai dari ilmu pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, kumpulan cerita anak, hingga buku‑buku edukatif lainnya.

Ternyata, Masih Banyak Pelajar di Sidoarjo yang Bolos Sekolah 

Bupati Subandi meminta pihak sekolah lebih aktif mengawasi kehadiran siswa selama jam pelajaran berlangsung, begitupun orang tua harus intens komunikasi.

Kisah Pilu Gadis di Surabaya, Disetubuhi Ayah Tiri Sejak SD hingga Dicekoki Ekstasi

Atas perbuatannya itu, terdakwa divonis 18 tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar. Bila tak dibayar, akan diganti hukuman 310 hari.