Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

Raih 13 Kali WTP Beruntun, Pemkab Pasuruan Pertahankan Komitmen Akuntabel

  • Penulis : Ariyanto
  • | Sabtu, 30 Mei 2026 17:44 WIB
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo kembali menerima predikat opini WTP dari BPK RI. (Dok.Pemkab Pasuruan) 
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo kembali menerima predikat opini WTP dari BPK RI. (Dok.Pemkab Pasuruan) 

selalu.id - Catatan positif kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam bidang tata kelola keuangan. Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025 menempatkan Kabupaten Pasuruan sebagai daerah yang sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 13 tahun berturut-turut.

Opini tertinggi dalam audit laporan keuangan tersebut diserahkan melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Raihan WTP ke-13 secara berturut-turut memperpanjang rekam jejak positif Kabupaten Pasuruan dalam pemeriksaan keuangan daerah. Hasil audit itu menunjukkan bahwa penyusunan dan pengelolaan laporan keuangan pemerintah daerah telah berjalan sesuai standar akuntansi pemerintahan serta ketentuan yang berlaku.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah yang selama ini berupaya menjaga tertib administrasi dan pengelolaan anggaran.

"Syukur alhamdulillah karena 13 kali berturut-turut, Pemkab Pasuruan berhasil mempertahankan opini WTP," ungkapnya.

Baca Juga: Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Menurut Rusdi, keberhasilan itu tidak lahir dari kerja satu pihak, melainkan buah dari kekompakan seluruh organisasi perangkat daerah dalam menjalankan tata kelola keuangan secara profesional dan bertanggung jawab.

"Ini kerja keras dan kekompakan semua pihak. Semua OPD mulai dari pimpinan sampai staf terbawah kompak melaksanakan pengelolaan keuangan secara jujur, transparan dan bertanggung jawab," terangnya.

Lebih dari sekadar prestasi administratif, opini WTP dinilai menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih. Karena itu, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Pemkab Pasuruan juga menegaskan bahwa pengelolaan anggaran tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administrasi, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Pemanfaatan anggaran diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Atas capaian tersebut, Rusdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait yang turut berkontribusi menjaga kualitas pengelolaan keuangan sehingga opini WTP kembali berhasil dipertahankan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.