Kamis, 04 Jun 2026 17:56 WIB

Waspada! Penipuan Wali Kota Surabaya Minta Sumbangan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Mar 2022 16:56 WIB
Aksi penipuan yang di-posting oleh akun Instagram @ericahyadi
Aksi penipuan yang di-posting oleh akun Instagram @ericahyadi

selalu.id - Waspada! beredar pesan penipu yang mengatasnamakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan meminta sumbangan.

Hal itu disampaikan sendiri oleh Wali Kota Eri melalui akun resmi Instagram @Ericahyadi. Aku tersebut menggunggah pesan Whatshapp penipu yang mengaku sebagai Wali Kota Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Waspada penipuan permintaan dana sumbangan dan nomor rekening dengan mengirim pesan melalui whatsapp facebook instagram dan sosial media atas nama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi," tulis akun tersebut.

Dalam unggahan tersebut, Eri mengatakan, terdapat banyak modus yang katanya Pemkot Surabaya mau menyumbang yayasan/tempat tetapi pengelola harus kirim uang dulu.

"Ada pula yang meminta sumbangan untuk acara mantu saya. Padahal anak saya yang cowok masih mau SMA (bukti tak ada kejahatan yang sempurna)," tulis Eri.

Oleh karena itu, Eri meminta masyarakat Surabaya untuk lebih waspada.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Pokoknya abaikan yang minta-minta duit semacam itu. Pasti nipu," imbuh akun tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, M Fikser mengatakan bahwa penipuan tidak hanya terjadi satu kali. Sebelumnya, terdapat beberapa modus penipuan yang mengatasnamakan Wali Kota Eri Cahyadi.

Fikser menegaskan, jika masyarakat menerima permintaan sumbangan mengatasnamakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, harap segera melapor ke aplikasi Wargaku.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Bila ada yang begitu bisa segera menginformasikan atau dikonfirmasi terlebih dahulu lewat aplikasi Wargaku, sehingga dari aplikasi ini kami bisa memberikan penjelasan yang sebenarnya," katanya.

Sebab itu, Fikser meminta masyarakat Surabaya untuk lebih waspada terkait penipuan itu.

"Kalau ada yang dirugikan, kami Pemkot akan mengambil tindakan hukum dengan cara melaporkan. Tapi kami lihat petekembangan dulu," pungkas Fikser. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.