Selasa, 14 Jul 2026 05:52 WIB

PDIP Surabaya Salurkan Hewan Kurban ke Wonocolo hingga Lakarsantri, Fokus Warga dan Santri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 27 Mei 2026 14:12 WIB
DPC PDI Perjuangan Surabaya saat salurkan hewan kurban. (Dok. PDIP Surabaya).
DPC PDI Perjuangan Surabaya saat salurkan hewan kurban. (Dok. PDIP Surabaya).

selalu.id - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan menyalurkan hewan kurban ke sejumlah wilayah dan yayasan pendidikan keagamaan di Kota Pahlawan.

Selain melakukan penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, partai berlambang banteng itu juga mendistribusikan sapi kurban ke beberapa titik masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang RT-RW Tarik Sumbangan Agustusan, Ini Risikonya Bila Dilanggar

Salah satunya di Majelis Taklim Syabab Annabawy, Jalan Sidosermo IV Gang Pondok No.19, Wonocolo, Surabaya.

Majelis taklim tersebut dikenal aktif membina anak-anak usia sekolah melalui kegiatan mengaji sepulang sekolah.

Sejumlah pelajar dari SMPN 13 dan SMPN 39 Surabaya rutin mengikuti pembelajaran dasar aqidah dan ibadah yang diasuh KH Mas Nasrohodin.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengatakan penyaluran hewan kurban tahun ini merupakan bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi warga belum sepenuhnya pulih.

“Momentum kurban ini bukan soal pemilu atau politik praktis. Ini bagaimana PDI Perjuangan hadir bersama rakyat dan ikut merasakan kondisi masyarakat yang ekonominya juga tidak mudah,” ungkapnya, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Mobil CR-V Tabrak Dua Motor di Surabaya: Satu Tewas, 1 Terluka

Politikus yang akrab disapa Kaji Ipuk ini menjelaskan, distribusi hewan kurban dilakukan di sejumlah kawasan seperti Sidosermo, Lakarsantri, Gunung Anyar, Wonokromo hingga Tambaksari.

Hewan kurban diserahkan langsung kepada panitia masjid dan yayasan agar pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, partai politik harus hadir tidak hanya saat momentum pemilu, tetapi juga melalui aksi sosial dan gotong royong di lingkungan warga.

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

“Partai harus menjadi tempat sambatan masyarakat. Jangan hanya bicara kemenangan dan pemilu, tetapi bagaimana terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian,” katanya

Satu ekor sapi kurban yang disalurkan di Majelis Taklim Syabab Annabawy merupakan bantuan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah.

Penyaluran hewan kurban itu disambut antusias warga dan para santri karena dinilai tidak hanya membantu kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung kegiatan pembinaan keagamaan anak-anak dan remaja di lingkungan kampung Kota Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Polsek Kemlagi Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Matamuda, Tranformasi Pendidikan Kemenag dalam Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Bahtiar menegaskan MATAMUDA menjadi momen penting bagi pihak madrasah untuk mengenali karakter, potensi, bakat, serta cita-cita setiap peserta didik baru. 

Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Menurut Eri, sidak tersebut bukan untuk membuat konten, melainkan memastikan sistem pengawasan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjalan efektif.

Pemkab Sidoarjo Minta Kontraktor Tak Main-main soal Proyek Gorong-gorong dan Betonisasi di Jalan Raya Bluru Kidul

Ruas Jalan Raya Bluru Kidul memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan, seperti Jalan Yos Sudarso hingga Lingkar Timur.

Pakar Hukum Pidana Ubhara Surabaya Sebut Eks Jampidsus Layak Dihukum Mati

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Bhayangkara (Ubhara), Surabaya, Prof, Dr Sholehuddin.

Antisipasi Siswa Bolos, Sekolah di Mojokerto Resmikan Absensi Digital di MPLS

Dalam program yang masih berstatus pilot project ini, siswa melakukan absensi dengan pemindaian wajah melalui sistem face detector.