Rabu, 08 Jul 2026 01:15 WIB

Kejar Operasional Rendah Emisi, TPK Semarang Terapkan Sistem GRK Internasional

Aksi dekarbonisasi di TPK Semarang melalui pemeliharaan area hijau sebagai penyerap karbon alami. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id)
Aksi dekarbonisasi di TPK Semarang melalui pemeliharaan area hijau sebagai penyerap karbon alami. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id)

selalu.id - Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) memperkuat langkah dekarbonisasi operasional dengan mengimplementasikan sistem manajemen Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis standar internasional melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop ISO 14064. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan dalam ekosistem logistik yang semakin mengedepankan aspek lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, TPK Semarang membangun fondasi sistematis dalam pengelolaan emisi GRK, mulai dari identifikasi sumber emisi, penetapan batas organisasi dan pelaporan, hingga metode kuantifikasi yang mengacu pada standar ISO 14064-1:2018. Pendekatan ini memastikan seluruh proses inventarisasi emisi dilakukan secara terukur, konsisten, dan transparan. 

Baca Juga: Pelindo, BNN, dan BPBD Kota Surabaya Kolaborasi, Ajak Anak Kenal Pelabuhan

Workshop juga menekankan penerapan lima prinsip utama dalam pelaporan GRK, yakni relevansi, kelengkapan, konsistensi, transparansi, dan akurasi, yang menjadi kunci dalam menghasilkan data emisi yang kredibel dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan. Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen GRK merupakan langkah konkret dalam mendukung transformasi operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.

“Penerapan standar ini tidak hanya memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi secara berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen kami menuju green port yang kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Lead Auditor ID Survey, Fauzia Lutfiyya Haz, memberikan apresiasi atas langkah nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengimplementasikan pengelolaan serta pelaporan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang sejalan dengan standar ISO 14064-1:2018.

Baca Juga: Kinerja SIER Melaju Impresif, Laba Bersih Naik 56 Persen dan Dividen Terus Meningkat

"Berdasarkan hasil verifikasi kami, sistem pengelolaan emisi GRK di sini sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek dokumentasi, konsistensi data, serta penyediaan eviden pendukung. Pengendalian proses juga harus ditingkatkan guna memastikan akurasi, kredibilitas, dan keberlanjutan seluruh sistem pengelolaan emisi di lingkungan perusahaan," ujar Fauzia.

Selain itu, pemahaman terkait konversi emisi ke dalam satuan CO₂ ekuivalen (CO2e) dengan mengacu pada nilai Global Warming Potential (GWP) terbaru turut memperkuat akurasi perhitungan emisi, sehingga dapat menjadi basis dalam penyusunan target penurunan emisi ke depan.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan di Kalteng, TPK Bagendang Perkuat Operasional dan Budaya K3

Langkah ini juga sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta upaya peningkatan kinerja lingkungan perusahaan dalam program PROPER. Dengan sistem inventarisasi GRK yang terstruktur dan terstandarisasi, TPK Semarang optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam upaya penurunan emisi sektor logistik nasional.

Ke depan, TPK Semarang akan terus mengembangkan inisiatif berbasis data dalam pengelolaan lingkungan, termasuk optimalisasi penggunaan energi, efisiensi operasional alat, serta penguatan budaya kerja berkelanjutan di seluruh lini operasional.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Warisan Rasa Desa Tingal Wanurejo: Ketelatenan 4 Jam Produksi Jenang Lot Khas Magelang

Proses memasak dan mengaduk adonan di atas wajan dengan api kecil berlangsung terus-menerus selama kurang lebih empat jam.

Truk Rem Blong Kembali Makan Korban, Kali ini Seorang Pemotor di Dlanggu Mojokerto

Bagian bamper depan kiri truk menyenggol bagian belakang motor. Korban kemudian terjatuh dan kepala korban terlindas ban belakang truk itu.

Kasus Dugaan Pencabulan Kastari Diadukan ke DPRD Sidoarjo

Menurut sang ibu, putrinya yang berusia 18 tahun itu mengalami depresi dan tekanan psikologis sejak kasus tersebut terungkap.

SiLPA Rp516 Miliar, Wali Kota Eri Sebut PAD 2026 Surabaya Tercapai 98 Persen

Berdasarkan laporan keuangan, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp10,63 triliun, sementara realisasi belanja daerah sebesar Rp10,55 triliun.

KPK Beri Kota Mojokerto Angka Sempurna dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Kota Mojokerto bersama Kabupaten Bojonegoro jadi dua pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh nilai sempurna (100 persen) di Triwulan II 2026.

440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

“Kalau hanya Kota Surabaya yang bekerja tentu tidak cukup. Pemerintah pusat juga harus menjalankan kewenangannya,” kata Hidayat.