Kamis, 03 Sep 2026 14:26 WIB

Kejar Operasional Rendah Emisi, TPK Semarang Terapkan Sistem GRK Internasional

Aksi dekarbonisasi di TPK Semarang melalui pemeliharaan area hijau sebagai penyerap karbon alami. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id)
Aksi dekarbonisasi di TPK Semarang melalui pemeliharaan area hijau sebagai penyerap karbon alami. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id)

selalu.id - Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) memperkuat langkah dekarbonisasi operasional dengan mengimplementasikan sistem manajemen Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis standar internasional melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop ISO 14064. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan dalam ekosistem logistik yang semakin mengedepankan aspek lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, TPK Semarang membangun fondasi sistematis dalam pengelolaan emisi GRK, mulai dari identifikasi sumber emisi, penetapan batas organisasi dan pelaporan, hingga metode kuantifikasi yang mengacu pada standar ISO 14064-1:2018. Pendekatan ini memastikan seluruh proses inventarisasi emisi dilakukan secara terukur, konsisten, dan transparan. 

Baca Juga: Pelindo Pastikan Kelancaran Logistik Banjarmasin saat Kabut Asap

Workshop juga menekankan penerapan lima prinsip utama dalam pelaporan GRK, yakni relevansi, kelengkapan, konsistensi, transparansi, dan akurasi, yang menjadi kunci dalam menghasilkan data emisi yang kredibel dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan. Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen GRK merupakan langkah konkret dalam mendukung transformasi operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.

“Penerapan standar ini tidak hanya memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi secara berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen kami menuju green port yang kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Lead Auditor ID Survey, Fauzia Lutfiyya Haz, memberikan apresiasi atas langkah nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengimplementasikan pengelolaan serta pelaporan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang sejalan dengan standar ISO 14064-1:2018.

Baca Juga: Aksi GM Pelindo Maumere Terjun ke Laut untuk Selamatkan Penumpang

"Berdasarkan hasil verifikasi kami, sistem pengelolaan emisi GRK di sini sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek dokumentasi, konsistensi data, serta penyediaan eviden pendukung. Pengendalian proses juga harus ditingkatkan guna memastikan akurasi, kredibilitas, dan keberlanjutan seluruh sistem pengelolaan emisi di lingkungan perusahaan," ujar Fauzia.

Selain itu, pemahaman terkait konversi emisi ke dalam satuan CO₂ ekuivalen (CO2e) dengan mengacu pada nilai Global Warming Potential (GWP) terbaru turut memperkuat akurasi perhitungan emisi, sehingga dapat menjadi basis dalam penyusunan target penurunan emisi ke depan.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Program "Merdeka dari Emisi" untuk Truk Logistik di Surabaya

Langkah ini juga sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta upaya peningkatan kinerja lingkungan perusahaan dalam program PROPER. Dengan sistem inventarisasi GRK yang terstruktur dan terstandarisasi, TPK Semarang optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam upaya penurunan emisi sektor logistik nasional.

Ke depan, TPK Semarang akan terus mengembangkan inisiatif berbasis data dalam pengelolaan lingkungan, termasuk optimalisasi penggunaan energi, efisiensi operasional alat, serta penguatan budaya kerja berkelanjutan di seluruh lini operasional.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.