Senin, 19 Okt 2026 04:37 WIB

Kejar Operasional Rendah Emisi, TPK Semarang Terapkan Sistem GRK Internasional

Aksi dekarbonisasi di TPK Semarang melalui pemeliharaan area hijau sebagai penyerap karbon alami. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id)
Aksi dekarbonisasi di TPK Semarang melalui pemeliharaan area hijau sebagai penyerap karbon alami. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas for selalu.id)

selalu.id - Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) memperkuat langkah dekarbonisasi operasional dengan mengimplementasikan sistem manajemen Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis standar internasional melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop ISO 14064. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan dalam ekosistem logistik yang semakin mengedepankan aspek lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, TPK Semarang membangun fondasi sistematis dalam pengelolaan emisi GRK, mulai dari identifikasi sumber emisi, penetapan batas organisasi dan pelaporan, hingga metode kuantifikasi yang mengacu pada standar ISO 14064-1:2018. Pendekatan ini memastikan seluruh proses inventarisasi emisi dilakukan secara terukur, konsisten, dan transparan. 

Baca Juga: Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Workshop juga menekankan penerapan lima prinsip utama dalam pelaporan GRK, yakni relevansi, kelengkapan, konsistensi, transparansi, dan akurasi, yang menjadi kunci dalam menghasilkan data emisi yang kredibel dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan. Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen GRK merupakan langkah konkret dalam mendukung transformasi operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.

“Penerapan standar ini tidak hanya memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi secara berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen kami menuju green port yang kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Lead Auditor ID Survey, Fauzia Lutfiyya Haz, memberikan apresiasi atas langkah nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengimplementasikan pengelolaan serta pelaporan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang sejalan dengan standar ISO 14064-1:2018.

Baca Juga: Pelindo Ajak Pekerja dan Masyarakat Merawat Cerita Nusantara Lewat Fotografi

"Berdasarkan hasil verifikasi kami, sistem pengelolaan emisi GRK di sini sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek dokumentasi, konsistensi data, serta penyediaan eviden pendukung. Pengendalian proses juga harus ditingkatkan guna memastikan akurasi, kredibilitas, dan keberlanjutan seluruh sistem pengelolaan emisi di lingkungan perusahaan," ujar Fauzia.

Selain itu, pemahaman terkait konversi emisi ke dalam satuan CO₂ ekuivalen (CO2e) dengan mengacu pada nilai Global Warming Potential (GWP) terbaru turut memperkuat akurasi perhitungan emisi, sehingga dapat menjadi basis dalam penyusunan target penurunan emisi ke depan.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tumbuh 10,65 Persen, TPK Merauke Perkuat Sinergi Stakeholder Pelabuhan

Langkah ini juga sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta upaya peningkatan kinerja lingkungan perusahaan dalam program PROPER. Dengan sistem inventarisasi GRK yang terstruktur dan terstandarisasi, TPK Semarang optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam upaya penurunan emisi sektor logistik nasional.

Ke depan, TPK Semarang akan terus mengembangkan inisiatif berbasis data dalam pengelolaan lingkungan, termasuk optimalisasi penggunaan energi, efisiensi operasional alat, serta penguatan budaya kerja berkelanjutan di seluruh lini operasional.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.