Senin, 12 Okt 2026 20:13 WIB

Biduan Dangdut di Jatim Korban Arisan Bodong Lapor Polisi, Kerugian Capai Rp1,8 Miliar

Perwakilan biduan dangdut korban dugaan arisan bodong saat mendatangi SPKT Polrestabes Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).
Perwakilan biduan dangdut korban dugaan arisan bodong saat mendatangi SPKT Polrestabes Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Puluhan biduan dangdut korban dugaan arisan bodong mendatangi SPKT Polrestabes Surabaya untuk melaporkan Novita Sari alias Novita Amanda setelah terduga pelaku menghilang, Senin (18/5/2026).

Sebelum membuat laporan polisi, para korban lebih dahulu mendatangi rumah terduga pelaku di Klakah Rejo Lor, Surabaya. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil lantaran NS tidak berada di lokasi.

Baca Juga: Puluhan Warga Ajung Jember jadi Korban Arisan-Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Sekitar 30 korban kemudian datang secara bergantian ke Polrestabes Surabaya. Sebagian korban masuk ke ruang SPKT sebagai perwakilan untuk membuat laporan dugaan penipuan yang dilakukan oleh rekan sesama biduan tersebut.

Salah satu korban, Dea Bonita, mengatakan langkah hukum ditempuh karena Novita Sari dinilai telah ingkar janji.

Sebelumnya, pihak keluarga terlapor sempat menjanjikan akan bertanggung jawab atas kerugian korban dalam waktu dua minggu.

Namun sebelum tenggat waktu tersebut berakhir, terlapor justru menghilang tanpa memberikan kabar kepada para korban. Kondisi itu membuat korban memutuskan melapor ke kepolisian.

“Kemarin waktu ada pertemuan dengan keluarganya dan beberapa korban, keluarganya itu menjanjikan dua minggu bahwa Novita Sari ini mau bertanggung jawab. Tapi sebelum dua minggu, Novita Sari ini gak ada. Hilang gak tahu kemana. Gak ada kabar. Jadi ya kita buatkan laporan,” kata Dea di Polrestabes Surabaya.

Kasus dugaan arisan bodong tersebut sebelumnya viral setelah sejumlah biduan dangdut mendatangi Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Jalan Walikota Mustajab pada Selasa 12 Mei 2026.

Mereka meminta pendampingan hukum atas dugaan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp1,8 miliar.

Para korban berasal dari grup orkestra dangdut di Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, hingga Mojokerto. Mayoritas peserta arisan diketahui merupakan warga Surabaya.

Baca Juga: Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar

Dea Bonita mengaku mengalami kerugian pribadi hingga Rp40 juta setelah mengikuti arisan yang ditawarkan terduga pelaku.

Ia mengatakan penyetoran dana dilakukan secara bertahap mulai Rp1 juta dengan iming-iming keuntungan cepat.

“Kalau aku pribadi uangku Rp40 juta itu masuk, itu aku nitipnya pertama kali itu Rp1 juta, Rp1 juta, Rp1 juta. Itu dijanjikan dapat keuntungan berlipat mulai Rp1,150 juta sampai Rp1,200 juta,” ujar Dea.

Menurutnya, arisan tersebut mulai berjalan sejak 2025 dan awalnya berlangsung lancar sesuai kesepakatan. Para peserta semakin percaya karena pelaku sempat mencairkan dana arisan pada tahap awal.

“Awalnya kami percaya, sebab selain karena NS ini adalah teman kenalan sesama biduan saat tampil manggung, dari panggung ke panggung. Ia juga sempat mencairkan arisan sesuai kesepakatan, di awal-awal kita join,” jelasnya.

Baca Juga: Pengedar Sabu Dupak Timur Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Identitasnya

Pendamping hukum korban, Yudhistira Eka Putra, mengatakan modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan pembelian slot arisan dengan keuntungan instan sebesar 20 hingga 50 persen dalam waktu singkat.

Skema tersebut membuat banyak korban tertarik menyetorkan uang dalam jumlah besar.

“Cara kerjanya seperti apa ini. Yaitu dari pelaku menawarkan pembelian arisan dengan dijanjikan keuntungan 20 persen sampai 50 persen dengan rentan waktu yang cukup singkat,” terang Yudhistira.

Hingga kini keberadaan NS belum diketahui meskipun pihak keluarga sebelumnya disebut berjanji mengganti kerugian korban paling lambat 17 Mei 2026.

Para korban berharap laporan yang telah dibuat segera ditindaklanjuti polisi agar pelaku dapat ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dugaan Video Call Mesra dengan Pria Tersebar, Ruben Onsu Lapor ke Polda Metro Jaya

Saat ini, laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

PSI Surabaya Sebut Bakal Banyak Kader Partai Lain Bergabung Jelang Pemilu 2029

Di tengah dinamika perpindahan kader tersebut, Yuga menyatakan optimistis menghadapi agenda politik atau Pemilu pada 2029.

Gabung PSI Surabaya, Eks Kader PDIP Wajib Ikuti Patron Politik Jokowi

Yuga mengatakan PSI menjadikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai patron perjuangan partai, untuk membesarkan partai serta berjuang bagi masyarakat.

Dinkes Sidoarjo Usut Kematian Bayi 28 Hari yang Diduga Diberi Telur Mentah

Informasi awal, bayi itu sempat ditangani medis di salah satu rumah sakit di Sidoarjo sebelum akhirnya harus dirujuk ke Surabaya karena kondisi yang memburuk.

Jalan Sehat Bersama, Cara TPK Merauke Perkuat Kesejahteraan dan Keselamatan Pegawai

Langkah ini dinilai esensial membangun keseimbangan yang ideal antara tuntutan profesionalisme kerja dan pemenuhan kebutuhan untuk tetap sehat serta bugar.

Potret Semangat Siswa SDN 2 Ploso Nganjuk Belajar dengan Lesehan di Gedung Darurat

Langkah pengungsian KBM ini diambil lantaran gedung utama SDN 2 Ploso tengah direhabilitasi total. Pihak sekolah mewajibkan area proyek steril demi keselamatan.